MANAGED BY:
SELASA
09 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 16 Januari 2021 09:30
Seleksi PPPK, ‘Terganjal’ Anggaran
INT

PROKAL.CO,

TARAKAN – Terungkap alasan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ‘ragu’ membuka rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) melalui program satu juta guru. Persoalannya pada anggaran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, Tajuddin Tuwo menjelaskan pemahaman Pemkot terdapat perbedaan antara instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menyangkut gaji PPPK.

“Karena Pak Wali (dr. Khairul, M.Kes) harus membuat surat pernyataan tertulis tentang kesanggupan untuk memberikan gaji dan tunjangan. Sehingga hal ini menjadi hambatan,  tetapi seandainya informasi dari pusat bahwa PPPK itu gajinya dibayar oleh  pemerintah pusat pastinya tidak ada masalah. Yang pastinya Wali Kota siap membuat surat tersebut,” ujar Tajuddin, kemarin (15/1).

Sedangkan data honorer yang sudah terdaftar di data daftar pokok pendidikan (dapodik) yang ada di Tarakan sekira 1.282 orang. Tajuddin juga menyampaikan adanya persyaratan PPPK yakni pendidikan minimal strata satu (S-1).

Dari angka tersebut, jika persyaratan pendidikan dimasukkan, maka terseleksi 973 orang yang layak. Begitu juga syarat minimal masa kerja terhitung dua tahun. “Kalau masalah klasifikasi pendidikannya semuanya sarjana, tidak ada yang lain dari itu, sehingga yang layak ikut setelah dilakukan seleksi lagi yaitu hanya sekitar 903 orang. Untuk negeri sekitar 424, swasta 479. Dan data tersebut yang layak ikut seleksi PPPK nantinya,” ungkapnya.

Sedangkan jumlah formasi yang diusulkan Disdikbud sebanyak 650. Sebelumnya dari pusat meminta usulan dari formasi tanpa menambah jenis mata pelajaran. “Misalnya SD 001 dibutuhkan 3 orang ternyata dari kelas  yang ada itu 5, dan dibutuhkan 3 orang, dan ternyata dari 5 orang tersebut sudah meninggal 2 orang, sehingga kebutuhan naik jadi 5. Karena data pada Juli, sementara saat ini sudah ada yang meninggal dan juga pensiun, maka bertambah lagi, dan berlaku untuk TK, SD, SMP. Sedangkan untuk guru agama semuanya dikeluarkan lagi dan akhirnya kami mendapatkan data sekitar 903 orang,” terangnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 05 Maret 2021 11:31

BI Siapkan Langkah Dukung PEN, Ini yang Dilakukan...

TARAKAN – Berbagai langkah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI)…

Jumat, 05 Maret 2021 10:00

Sarana Prasarana Minim, Optimis Perbaiki Pelayanan

TARAKAN - Lembaga Permasyarakat (Lapas) Kelas II A Tarakan mencanangkan…

Jumat, 05 Maret 2021 09:57

Sabtu Sore, Panitia Mulai Buka Pendaftaran

TARAKAN –Mini Kontes Ikan Cupang Hias Radar Tarakan Vol. 1…

Jumat, 05 Maret 2021 09:53

Disdagkop Selidiki Penjualan Elpiji di atas HET

TARAKAN – Keluhan masyarakat melalui media sosial (medsos) yang menyebutkan…

Jumat, 05 Maret 2021 09:48

BI Siapkan Berbagai Langkah Dukung PEN

TARAKAN – Berbagai langkah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI)…

Kamis, 04 Maret 2021 11:46

Psikolog: Bekerja Usia Dini Pengaruhi Mindset Anak

TARAKAN – Maraknya pedagang cilik akhir-akhir ini yang berseliweran di…

Kamis, 04 Maret 2021 11:43

Penegakan Hukum Jadi Atensi

TARAKAN - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tarakan, Adam Saimima, untuk…

Kamis, 04 Maret 2021 11:41

Berdinas di Tarakan Seperti Kembali ke Kampung Halaman

Bagi Andi Mario S.H., M.H yang merupakan Kepala Kantor Imigrasi…

Kamis, 04 Maret 2021 11:39

Mety Siapkan 8 Hingga 10 Ekor Ikan Cupang Hias

TARAKAN – Selain diminati kaum Adam, Mini Kontes Ikan Cupang…

Kamis, 04 Maret 2021 11:16

Beraksi di Tiga TKP, Residivis Dibekuk Polisi

TARAKAN – Entah sudah jadi kebisaan atau terdesak kebutuhan hidup,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers