MANAGED BY:
SELASA
09 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 15 Januari 2021 09:52
Terlibat Sabu 2,9 Kg, Oknum Polisi Dituntut 18 Tahun Penjara
Andi Aulia Rahman, Kasi Pidum Kejari Tarakan./RADAR KALTARA

PROKAL.CO,

TARAKAN - Oknum polisi Muhammad Alexander yang terlibat perkara narkotika golongan satu jenis sabu-sabu sebanyak 2,9 kg, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman penjara 18 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara. Pembacaan tuntutan itu berlangsung pada Rabu (13/1) lalu, di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan.

Andi Aulia Rahman, Kasi Pidum Kejari Tarakan sekaligus JPU dalam perkara itu mengatakan, ada beberapa hal yang memberatkan bagi pihaknya dalam memberikan tuntutan kepada terdakwa. Di antaranya, terdakwa didapati sebagai anggota Polri, yang harusnya ikut memberantas narkotika. Namun pada kenyataan Alexander terlibat perkara narkotika.

“Kemudian untuk hal-hal yang meringankan lantaran terdakwa merupakan tulang punggung keluarga,” katanya (14/1). Dalam memberikan tuntutan, JPU berdasarkan semua fakta persidangan yang terungkap. Bahkan terdakwa dituntut sesuai dengan dakwaan alternatif. Yaitu dakwaan kesatu pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa melakukan tindak pidana narkotika secara mufakat dan jahat,” bebernya.

Ditambahkan Andi, dalam perkara itu pihaknya juga menyertakan beberapa barang bukti yang terkait dalam perkara itu. Adapun barang bukti yang dihadirkan dalam persidangan yaitu HP dan sebuah motor. Dalam tuntutannya jaksa meminta agar HP dirampas untuk dimusnahkan. Kemudian motor yang digunakan untuk sarana kejahatan harus dirampas untuk negara.

“Dalam fakta persidangan saat pemeriksaan terdakwa, memang benar bahwa terdakwa ada berkomunikasi dengan salah seorang yang ia tidak tahu namanya,” imbuh Andi.

Terdakwa sendiri sempat mengakui bahwa ia akan dijanjikan uang senilai Rp 20 juta. Namun sampai ia tertangkap aparat hukum, terdakwa belum menerima upah yang dijanjikan. Tidak hanya itu, terdakwa juga mengakui baru pertama kali terlibat dalam perkara narkotika. “Jadi dia perannya sebagai kurir,” sebut Kasi Pidum.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 08 Maret 2021 14:47

Deadline Visi Misi Hanya 3,5 Tahun

TARAKAN – Kepala daerah yang terpilih pada pemilihan serentak tahun…

Senin, 08 Maret 2021 14:44

Tiga Sekolah Gelar Simulasi PTM

TARAKAN - Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pelaksanaan simulasi pembelajaran…

Senin, 08 Maret 2021 14:42

Sukses Digelar, Antusias Peserta Tinggi

TARAKAN - Antusias tinggi terlihat dalam Mini Kontes Ikan Cupang…

Jumat, 05 Maret 2021 11:31

BI Siapkan Langkah Dukung PEN, Ini yang Dilakukan...

TARAKAN – Berbagai langkah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI)…

Jumat, 05 Maret 2021 10:00

Sarana Prasarana Minim, Optimis Perbaiki Pelayanan

TARAKAN - Lembaga Permasyarakat (Lapas) Kelas II A Tarakan mencanangkan…

Jumat, 05 Maret 2021 09:57

Sabtu Sore, Panitia Mulai Buka Pendaftaran

TARAKAN –Mini Kontes Ikan Cupang Hias Radar Tarakan Vol. 1…

Jumat, 05 Maret 2021 09:53

Disdagkop Selidiki Penjualan Elpiji di atas HET

TARAKAN – Keluhan masyarakat melalui media sosial (medsos) yang menyebutkan…

Jumat, 05 Maret 2021 09:48

BI Siapkan Berbagai Langkah Dukung PEN

TARAKAN – Berbagai langkah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI)…

Kamis, 04 Maret 2021 11:46

Psikolog: Bekerja Usia Dini Pengaruhi Mindset Anak

TARAKAN – Maraknya pedagang cilik akhir-akhir ini yang berseliweran di…

Kamis, 04 Maret 2021 11:43

Penegakan Hukum Jadi Atensi

TARAKAN - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tarakan, Adam Saimima, untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers