MANAGED BY:
RABU
27 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Januari 2021 10:14
Susi Air PK-BVR Layani Subsidi Penerbangan
LAYANI PENERBANGAN SUBSIDI: Pesawat Susi Air PK-BVR kembali terbang melayani penumpang menuju kawasan 3-T, kemarin (11/1)./IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

TARAKAN – Masyarakat di pelosok Kalimantan Utara (Kaltara) kembali dapat menikmati subsidi ongkos penerbangan dengan Susi Air PK-BVR.

Salah satu penumpang Susi Air PK-BVR, Anthoni Servan Setiawan (21) mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama ia berangkat ke Desa Krayan, Nunukan. Berdasarkan informasi yang ia terima dari beberapa rekannya yang sebelumnya telah melakukan perjalanan ke Krayan, biasanya menghabiskan biaya mencapai Rp 1 juta dalam sekali penerbangan. Namun dengan adanya subsidi ini ia mendapatkan potongan harga.

“Penerbangan sekarang ini saya hanya membayar Rp 400 ribu. Ini sangat membantu saya dengan adanya subsidi ini,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Bandara Juwata Tarakan, Agus Priyanto mengatakan bahwa subsidi penerbangan Susi Air PK-BVR sebanyak 50 persen kepada penumpang, kargo dan bahan bakar dengan rincian 50 persen ditanggung pemerintah sedang anggaran lainnya dibebankan kepada penumpang. “Subsidi ini langsung dari Kementerian Perhubungan selama satu tahun,” ungkapnya.

Agus menjelaskan tentang adanya 14 rute yang mendapatkan subsidi penerbangan pesawat perintis yakni Tarakan-Long Bawan, Long Bawan-Tarakan, Long Apung-Malinau, Long Apung-Tanjung Selor, Long Apung-Nunukan, Tanjung Selor-Long Bawan, Tarakan-Maratua, Malinau-Mahabaru, Malinau-Long Layu, Malinau-Binuang, Malinau-Long Alango, Malinau-Long Pujungan, Malinau-Mahakbaru dan Malinau-Long Sule sedang Nunukan-Long Layu dan Nunukan-Binuang merupakan dua daerah tambahan. “Bolak-balik, jadi totalnya ada 14 rute di tahun 2020, ditambah dua rute lagi sehingga totalnya 16 rute untuk penumpang,” jelas Agus.

Subsidi ini dilakukan dengan tujuan memberikan pelayanan kepada daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3-T) di Indonesia yang belum terlayani oleh moda transportasi laut. Agus mengungkapkan bahwa secara komersil daerah tersebut memang tidak menguntungkan sehingga kehadiran pemerintah dengan pesawat subsidi ini menjadi program jembatan udara yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. “Untuk penumpang total subsidinya Rp 30,7 miliar sedang kargo Rp 9,2 miliar. Hanya satu maskapai yang menjadi pesawat perintis, yakni Susi Air,” tegasnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers