MANAGED BY:
RABU
27 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 Januari 2021 10:21
BNNP Periksa Warga Binaan

Diduga Terlibat Sabu-Sabu 2 Kg

KETERLIBATAN WARGA BINAAN: Penyidik BNNP Kaltara masih mendalami penggendali sabu 2 kg yang diduga merupakan warga binaan./ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

TARAKAN - Penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara melakukan pemeriksaan terhadap salah satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan, berinisial HN. Pemeriksaan terhadap HN lantaran diduga terlibat dalam perkara sabu 2 kg yang diungkap oleh BNNP Kaltara bersama Bea Cukai, pada 4 Desember lalu.

Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Henry Parlinggoman Simanjuntak melalui Kepala Bidang Pemberantasan, AKBP Deden Andriana mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan peminjaman terhadap HN dari Lapas Kelas II-A Tarakan pada Selasa (5/1) lalu, untuk dilakukan pemeriksaan. “Kami pinjam sampai selesai dilakukan pemeriksaan. Kalau sudah selesai nanti akan kami kembalikan lagi,” katanya.

Dalam pemeriksaan, penyidik melakukan konfirmasi terkait dugaan keterlibatannya. Lantaran dua tersangka sebelumnya yang sudah diamankan yaitu FY dan FR mengakui bahwa otak dari pengiriman sabu 2 kg tersebut merupakan HN. Saat diamankan, FY mengakui bahwa ia merupakan warga negara Filipina. Pihaknya pun masih mendalami keterangan HN hingga saat ini. “Kami mau dalami juga terhadap keterangan tersangka FY, kalau ia ke Tarakan difasilitasi oleh HN,” imbuhnya.

Dilanjutkan Deden, diketahui juga untuk tersangka FR merupakan residivis di Lapas Tarakan. Saat FR dan FY diamankan, istri HN sebenarnya ada di dalam rumah tempat keduanya diamankan. Diduga, istri HN ini melarikan diri kembali ke Filipina. Istri HN juga tidak mengetahui bisnis suaminya. Istri dari HN pun belum ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara itu. Meski tidak ditetapkan tersangka, istri dari HN malah melarikan diri. “Informasi yang kami dapat, besoknya setelah penangkapan, dia langsung pergi,” katanya.

Diduga kuat juga bahwa istri dari HN tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Indonesia. Penyidik pun menduga dari situ membuat istri HN bisa menghilangkan jejak. Selain tidak memiliki kartu identitas, istri HN juga tidak lancar berbahasa Indonesia.

“Tapi, mungkin banyak masyarakat yang tidak tahu dia WNA,” tutupnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers