MANAGED BY:
RABU
27 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 24 November 2020 15:47
Meski Masih Lockdown, Malaysia Perbolehkan WNI ke Negaranya, Syaratnya Ini...
SYARAT: Pemerintah Malaysia meperbolehkan WNI masuk ke negaranya dengan syarat yang ditentukan, meski masih memberlakukan lockdown./DOKUMEN

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia perlahan perbolehkan Warga  Negara Indonesia (WNI) ke negaranya. Meski masih memberlakukan Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) atau lockdown hingga 31 Desember.

Hanya saja, kebijakan itu diberikan kepada diplomat dan anak buah kapal (ABK) saja. Dengan menggunakan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi diplomat dan ABK yang ingin kembali masuk ke Malaysia.

Itu diungkapkan Pejabat di Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya pada Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Emir Faisal kepada Radar Tarakan. Emir memastikan, baru dua kategori tersebut saja yang bisa masuk ke Malaysia. Selain itu, masih tidak diperbolehkan masuk Malaysia karena lockdown.

“Ya, sejauh ini, hanya untuk Diplomat dan ABK saja yang bisa masuk ke Malaysia,” ungkap Emir. Dua kategoti itu, memang boleh masuk ke Malaysia namun dengan syarat, masing-masing harus mendaftar secara online dahulu di situs web Imigrasi Malaysia. Untuk seorang diplomat, terkhusus untuk yang memang telah memiliki izin tinggal. Sementara untuk ABK, harus memenuhi syarat yang sama, harus mendaftar juga secara online di website Imigrasi Malaysia tersebut, namun ABK tak perlu punya izin tinggal.

Pemberlakuan itu, sudah diterapkan sejak September lalu, tentunya selain wajib memenuhi syarat pendaftaran di website Imigrasi Malaysia, diplomat dan ABK tersebut, setelah masuk ke Malaysia tetap akan menjalani karantina mandisi dengan biaya mandiri pula.

Mereka wajib menjalani masa karantina selama 14 hari sejak kedatangan atau bahkan bisa lebih sesuai hasil pemeriksaan oleh pihak kesehatan setempat. “Ya, jadi karantinanya itu di hotel yang ditunjuk pemerintah Malaysia. Kemudian, biaya karantina sepenuhnya ditanggung sendiri oleh yang bersangkutan,” tambah Emir.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers