MANAGED BY:
SELASA
24 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 Oktober 2020 14:46
Money Politics Dianggap Tak Menakutkan

Kasus di Nunukan Berpotensi Berlanjut

int

PROKAL.CO,

PENGAMAT Politik sekaligus Akademisi Fisipol Universitas Kaltara (Unikaltar) Jimmy Nasroen, M.A, berpendapat pengawasan dan pemberian sanksi terhadap pasangan calon (paslon) yang berpotensi melakukan pelanggaran, khususnya money politics belum tegas. “Sehingga mengenai money politics itu tidak menjadi sesuatu yang menakutkan bagi paslon,” katanya kepada Radar Tarakan.

Menurutnya, money politics ini seperti angin, yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Transaksi sosial yang diinginkan oleh masyarakat, dan menjadi kesempatan bagi paslon untuk memenangkan suara. Bahkan money politics ini sudah lazim di tengah masyarakat.

“Seperti ada pembeli dan penjual. Jadi paslon dan masyarakat punya keinginan seperti itu. Kecuali kalau salah satu pihak yang tidak menginginkan. Kalau kita lihat di beberapa tempat, money politics itu memang transaksi yang lumrah,” bebernya.

Dapat dikatakan standar atau kualitas politik dalam pandangan masyarakat ini terbatas. Sehingga tidak memikirkan jangka panjang, apa yang akan dilakukan paslon dalam setiap periode pemerintah kepala daerah terpilih. Melainkan masyarakat lebih tertarik dengan jangka pendek, seperti money politics.

“Orang tidak berpikir 5 tahun ke depan paslon itu harus melakukan apa. Tapi yang mereka pikirkan transaksi jangka pendek, seperti money politics,” lanjutnya.

Sudut pandang yang dimiliki masyarakat juga dapat terbentuk dari janji politik yang tidak ditepati. Yang terjadi secara berulang setiap 5 tahun, sehingga menjadi traumatik bagi masyarakat untuk mempercayai paslon tersebut. Sehingga masyarakat mengambil jalan pintas, untuk mendapatkan sesuatu dari paslon tersebut. “Sehingga lebih baik dapat duluan (money politics), daripada janji-janji politik tidak ditepati. Memang faktanya, pemimpin dianggap tidak menepati janji, sehingga masyarakat tidak berharap janji politik lagi,” bebernya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 23 November 2020 15:33

Pasien Membludak, Butuh Tambahan Ruang Isolasi

TARAKAN – Angka pasien terkonfirmasi positiv Covid-19 di Kaltara khususnya…

Senin, 23 November 2020 15:32

Tambak Rawan Jadi Tempat Penyimpanan Narkotika

TARAKAN – Area pertambakan kini digunakan beberapa oknum sebagai tempat…

Senin, 23 November 2020 15:31

Dampak Pandemi, Pelayaran Astronomi Seputaran Indonesia

TARAKAN –  Bersandar di Dermaga Lantamal XIII Tarakan, Minggu (22/11)…

Senin, 23 November 2020 13:39

Gawat! 59 Tambahan Positif Covid-19

TARAKAN – Pasien positif Covid-19 yang dirawat dan dipantau tembus…

Senin, 23 November 2020 11:05

Panglima Komando Armada II Sambut KRI Bima Suci di Tarakan

TARAKAN - Setelah beberapa lama tidak menginjakkan kaki di Bumi…

Senin, 23 November 2020 11:02

Maskapai Bertambah, UMKM Diharap Makin Survive

TARAKAN - Bertambahnya layanan maskapai penerbangan di Bandara Juwata Tarakan…

Sabtu, 21 November 2020 11:18

Dokter Spesialis Positif Covid-19, Ini Kata Wali Kota Tarakan

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes mengatakan bahwa dokter spesialis…

Sabtu, 21 November 2020 10:15

ASTAGA..!! Tiga Dokter Spesialis Terpapar Covid-19, Tapi RSUD Tarakan Tetap Beroperasi

TANJUNG SELOR – Jumlah pasien konfirmasi positif di Kaltara terus…

Sabtu, 21 November 2020 10:11

Tarik Pajak Sarang Walet, Pemkot Masih Kesulitan

TARAKAN – Penagihan pajak sarang burung oleh BPPRD Tarakan masih…

Sabtu, 21 November 2020 10:11

Lakukan Simulasi Pemungutan Suara

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan melakukan simulasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers