MANAGED BY:
KAMIS
26 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 Oktober 2020 14:46
Money Politics Dianggap Tak Menakutkan

Kasus di Nunukan Berpotensi Berlanjut

int

PROKAL.CO,

PENGAMAT Politik sekaligus Akademisi Fisipol Universitas Kaltara (Unikaltar) Jimmy Nasroen, M.A, berpendapat pengawasan dan pemberian sanksi terhadap pasangan calon (paslon) yang berpotensi melakukan pelanggaran, khususnya money politics belum tegas. “Sehingga mengenai money politics itu tidak menjadi sesuatu yang menakutkan bagi paslon,” katanya kepada Radar Tarakan.

Menurutnya, money politics ini seperti angin, yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Transaksi sosial yang diinginkan oleh masyarakat, dan menjadi kesempatan bagi paslon untuk memenangkan suara. Bahkan money politics ini sudah lazim di tengah masyarakat.

“Seperti ada pembeli dan penjual. Jadi paslon dan masyarakat punya keinginan seperti itu. Kecuali kalau salah satu pihak yang tidak menginginkan. Kalau kita lihat di beberapa tempat, money politics itu memang transaksi yang lumrah,” bebernya.

Dapat dikatakan standar atau kualitas politik dalam pandangan masyarakat ini terbatas. Sehingga tidak memikirkan jangka panjang, apa yang akan dilakukan paslon dalam setiap periode pemerintah kepala daerah terpilih. Melainkan masyarakat lebih tertarik dengan jangka pendek, seperti money politics.

“Orang tidak berpikir 5 tahun ke depan paslon itu harus melakukan apa. Tapi yang mereka pikirkan transaksi jangka pendek, seperti money politics,” lanjutnya.

Sudut pandang yang dimiliki masyarakat juga dapat terbentuk dari janji politik yang tidak ditepati. Yang terjadi secara berulang setiap 5 tahun, sehingga menjadi traumatik bagi masyarakat untuk mempercayai paslon tersebut. Sehingga masyarakat mengambil jalan pintas, untuk mendapatkan sesuatu dari paslon tersebut. “Sehingga lebih baik dapat duluan (money politics), daripada janji-janji politik tidak ditepati. Memang faktanya, pemimpin dianggap tidak menepati janji, sehingga masyarakat tidak berharap janji politik lagi,” bebernya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 26 November 2020 10:00

Satpol PP Siapkan Denda untuk Pemilik Usaha

  TARAKAN – Dengan semakin bertambahnya pasien Covid-19 di Kota…

Kamis, 26 November 2020 09:52

KSOP Lakukan Uji Petik Speedboat Reguler

TARAKAN - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), petugas Kantor Kesyahbandaran…

Kamis, 26 November 2020 09:50

Distribusi LPG Terhalang Cuaca Ekstrem

TARAKAN - Kelangkaan liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram kembali…

Kamis, 26 November 2020 09:49

KPU Mulai Lakukan Pelipatan Surat Suara

TARAKAN - Surat suara yang akan nantinya akan digunakan masyarakat…

Kamis, 26 November 2020 09:44

Mantan Buruh Cuci Bagikan 5 Ton Beras di Tengah Pandemi

Tidak harus memiliki jabatan atau pejabat untuk bersedekah. Itulah yang…

Kamis, 26 November 2020 09:43

KRI Bima Suci Lanjutkan Pelayaran Etape ke-8

TARAKAN – Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Bumi Paguntaka, Kapal…

Rabu, 25 November 2020 10:26

Pilihan di Tangan Orang Tua

TARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Utara (Kaltara) rencananya…

Rabu, 25 November 2020 10:23

Tahun Depan Potensi Pemulihan Ekonomi

TARAKAN – Mohammad Faisal, Ph.D, Executive Director, Center, of Reform…

Rabu, 25 November 2020 10:22

Ajak Anak Kaltara Berkontribusi Jaga Laut Indonesia

TARAKAN – Taruna-taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 67 yang…

Rabu, 25 November 2020 10:21

Bantuan APD 132 Koli untuk Kaltara

TARAKAN – Upaya mendukung penanganan Covid-19 di Kaltara, Mabes TNI…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers