MANAGED BY:
RABU
27 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 23 Oktober 2020 11:21
Melihat Industri Minyak Kayu Putih Asli Tarakan

Upaya Penyelamatan Hutan yang Ciptakan Lapangan Kerja

TAHAP AWAL: Salah satu pekerja saat memasukkan daun pohon kayu putih ke tangki boiler sebelum masuk ke tahapan penyulingan./AGUS DIAN ZAKARIAN/RADAR TARAKAN

Alhasil, pada tahun 2015, pabrik minyak kayu putih pertama di Kota Tarakan diresmikan oleh Wali Kota Tarakan Sofian Raga saat itu. "Dimulainya sejak tahun 2014 dan itu mulai beroperasi di tahun 2015. Itu diresmikan sendiri Wali Kota waktu itu yaitu Sofian Raga dan waktu itu mulai diproduksi sampai produknya keluar. Kira-kira membutuhkan waktu 6 sampai 7 bulan setelah diresmikan. Setelah ada produk itu, mulai masuk CSR Pertamina, dan Pertamina membiayai operasional selama satu tahun," ujarnya, Selasa (20/10).

Dalam pembuatan pabrik minyak kayu putih, UPTD berhasil menggandeng Pertamina sebagai mitra menghadirkan mesin dan fasilitas gedung. Hadirnya pabrik minyak kayu putih tersebut membuat UPTD KPH setidaknya dapat menghasilkan 3 liter minyak kayu putih sekali produksi. Jumlah tersebut terbilang sangatlah kecil mengingat mesin yang digunakan tidaklah secanggih mesin produksi pada umumnya.

"Untuk CSR pertamina berupa bangunan, adapun mesinnya itu hibah dari Kementerian Lingkungan Hidup yang berkapasitas 250 kilogram (kg). Untuk produksinya, bisa mengolah 300 kg dan menghasilkan 1 setengah liter minyak tapi kadang-kadang, kalau tanamannya dirawat 300 kilo daun itu bisa menghasilkan 3 liter minyak kayu putih," terang Ahmad.

Belum lagi, pengelola harus pandai-pandai dalam memutar bugdet agar hasil panen daun minyak kayu putih masyarakat, dapat dihargai lebih mahal. Menurut Ahmad, dengan cara itulah produksi dapat terus berjalan.

Jik ditanam sampai dipanen itu membutuhkan waktu sekitar 2 tahun. Awalnya akan diterapkan harga seperti di Yogyakarta, yakni 1 kg daun harganya Rp 50 sampai Rp 100. Jadi untuk membeli minyak kayu putih masyarakat dengan harga seribu adalah dengan memperkecil keuntungan. Karena sekali produksi menghabiskan Rp 800 ribu, sedangkan dalam menjual minyak kayu putih Rp 600 ribu per kg. Kalau sekali suling bisa menghasilkan 3 liter maka ada keuntungan Rp 400 ribu.

Beruntung, pohon kayu putih merupakan jenis flora yang kuat dalam bertahan. Sehingga, hal tersebut tidak membuat masyarakat kesulitan dalam merawatnya. Perawatan pohon kayu putih ini cukup mudah dan tidak memiliki trik khusus. Teknik memanennya ditebang tangkainya. Nanti tangkai baru akan tumbuh lagi. Jadi setelah tangkainya ditebang kemudian dipisahkan dengan daunnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers