MANAGED BY:
SELASA
24 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 22 Oktober 2020 10:38
Alocasia Kaltara Terbang hingga ke Thailand

Mengirim Jangan Pakai Tanah

PRIMADONA: Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan menujukkan tanaman hias alocasia yang sudah mendapatkan sertifikat kesehatan sebagai persyaratan pengiriman ke luar Tarakan./JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

 TARAKAN - Selama pandemi alocasia asal Kalimantan menjadi tanaman hias yang diminati oleh masyarakat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya jumlah sertifikat kesehatan yang keluar setiap harinya di Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Akhmad Alfaraby mengatakan, dalam sehari setidaknya ada sekitar 300 sertifikat kesehatan yang dikeluarkan untuk tanaman hias alocasia. Tujuan pengirimannya seluruh Indonesia.

“Jadi sebelum dikirim ke pemesannya, tanaman hias alocasia ini harus terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan, untuk memastikan bahwa tanaman yang dikirim tersebut tidak ada hama atau penyakitnya. Setelah dipastikan aman baru kita keluarkan sertifikat kesehatan yang memang menjadi persyaratan untuk pengirimannya,” tuturnya, Rabu (21/10).

Adapun pengiriman tanaman hias alocasia ataupun tanaman hias lainnya tidak diperbolehkan bersamaan dengan media tanah. Dikhawatirkan tanah bisa menjadi tempat hama dan penyakit. “Jadi awal-awal memang banyak yang tidak paham bahwa ketika mengirim tanaman tidak boleh dengan tanahnya, karena di dalam tanah ini dikhawatirkan akan ada hama dan penyakit, sehingga kami menyosialisasikan untuk mengirim tanaman tersebut hanya menggunakan tisu basah yang sudah ditutupi di akarnya agar tanaman tersebut tetap hidup selama perjalanan pengiriman,” bebernya.

Adapun tanaman hias alocasia yang dilakukan pemeriksaan kesehatan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan berasal dari Tanjung Selor. Merupakan tanaman yang dijumpai di hutan.

“Jadi alocasia ini memang tanaman hias asli di Kalimantan, selama pandemi tanaman hias ini menjadi tren baru yang menghiasi pekarangan rumah ataupun ruang tamu,” ungkapnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 23 November 2020 15:33

Pasien Membludak, Butuh Tambahan Ruang Isolasi

TARAKAN – Angka pasien terkonfirmasi positiv Covid-19 di Kaltara khususnya…

Senin, 23 November 2020 15:32

Tambak Rawan Jadi Tempat Penyimpanan Narkotika

TARAKAN – Area pertambakan kini digunakan beberapa oknum sebagai tempat…

Senin, 23 November 2020 15:31

Dampak Pandemi, Pelayaran Astronomi Seputaran Indonesia

TARAKAN –  Bersandar di Dermaga Lantamal XIII Tarakan, Minggu (22/11)…

Senin, 23 November 2020 13:39

Gawat! 59 Tambahan Positif Covid-19

TARAKAN – Pasien positif Covid-19 yang dirawat dan dipantau tembus…

Senin, 23 November 2020 11:05

Panglima Komando Armada II Sambut KRI Bima Suci di Tarakan

TARAKAN - Setelah beberapa lama tidak menginjakkan kaki di Bumi…

Senin, 23 November 2020 11:02

Maskapai Bertambah, UMKM Diharap Makin Survive

TARAKAN - Bertambahnya layanan maskapai penerbangan di Bandara Juwata Tarakan…

Sabtu, 21 November 2020 11:18

Dokter Spesialis Positif Covid-19, Ini Kata Wali Kota Tarakan

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes mengatakan bahwa dokter spesialis…

Sabtu, 21 November 2020 10:15

ASTAGA..!! Tiga Dokter Spesialis Terpapar Covid-19, Tapi RSUD Tarakan Tetap Beroperasi

TANJUNG SELOR – Jumlah pasien konfirmasi positif di Kaltara terus…

Sabtu, 21 November 2020 10:11

Tarik Pajak Sarang Walet, Pemkot Masih Kesulitan

TARAKAN – Penagihan pajak sarang burung oleh BPPRD Tarakan masih…

Sabtu, 21 November 2020 10:11

Lakukan Simulasi Pemungutan Suara

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan melakukan simulasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers