MANAGED BY:
SELASA
24 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Rabu, 14 Oktober 2020 10:31
Kekurangan Bukan Halangan Dalam Mengembangkan Minat dan Bakat

Senyuman Harapan Komunitas Difabel Tarakan di Rumah Batik Disabilitas

TETAP SEMANGAT: Meski memiliki keterbatasan, Komunitas Difabel Tarakan tetap besemangat dan antusias membatik di Rumah Batik Disabilitas, Selasa (13/10)./JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

Komunitas Difabel Tarakan sangat terbantu dengan adanya Rumah Batik Disabilitas yang diresmikan pada 14 Agustus lalu, dikarenakan di tempat tersebut penyandang disabilitas yang merasa minder dengan keterbatasan fisiknya, bisa berkarya dengan mengembangkan minat dan bakatnya.

JANURIANSYAH

CANDA tawa terlihat dari beberapa pemuda ketika saya mendatangi Rumah Batik Disabilitas yang berada di Jalan Pulau Nias, RT 3, Kelurahan Kampung Satu/Skip, Selasa (13/10) ketika saya menanyakan keberadaan Pak Sony Lolong yang merupakan pembina Rumah Batik Disabilitas, seketika para pemuda tersebut terdiam dan saling melihat, tanpa menjawab pertanyaan saya salah satu pemuda langsung masuk ke dalam rumah dan memanggi Pak Sonny.

Tidak ada jawabannya dari para pemuda tersebut ketika saya menanyakan keberadaan Pak Sony bukan tanpa alasan, dikarenakan para pemuda tersebut hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat atau tunarunggu. Hal tersebut saya ketahui ketika Pak Sony menjelaskan bahwa dari 22 orang yang setiap harinya melakukan pelatihan di Rumah Batik Disabilitas, 80 persen di antaranya merupakan tunarungu. “Iya rata-rata 80 persen di sini yang latihan membatik ataupun membuat produk UMKM lainnya merupakan tunarungu, sisanya tunadaksa dan tunagrahita,” tutur Pembina Rumah Batik Disabilitas, Sony Lolong.

Meski memiliki kekurangan, saya tidak melihat kekurangan yang ada tidak menjadikannya sebagai beban, hal tersebut terlihat ketika saya mengamati proses pembatikan, canda, tawa dan senyum bahagia terlihat ketika salah satu teman disabilitasnya menjahili teman lainnya yang sedang fokus membatik. “Mereka-mereka ini tidak saya pekerjakan, tapi datang untuk berlatih untuk mengembangkan minat dan bakatnya, jadi teman-teman difabel ini merupakan orang yang spesial yang juga memiliki potensi yang sama seperti orang lain pada umumnya,” ujarnya.

Dirinya menyebutkan kekurangan seseorang bukanlah menjadi tolok ukur dan menilai kemampuannya, potensi masing-masing individu semuanya sama asalkan memiliki niat dan keinginan kuat untuk berkembang menjadi lebih maju lagi. “Mereka ini sebenarnya memiliki kemampuan terpendam, hanya orang tidak mau meliriknya karena kekurangan yang dimiliki, jadi kami harapkan ketika berada di Rumah Batik Disabilitas, mereka bisa mengasah kemampuannya,” ucapnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 11:13

Persembahkan Tarian Daerah, Berlatih Hingga Empat Bulan

<p>Ada cerita lain pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan di ruang serba guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers