MANAGED BY:
JUMAT
03 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 05 Oktober 2020 13:59
Relokasi Warga Terdampak Pembangunan PLTA Mentarang Induk Harus Hati-Hati
LOKASI DAM: November 2019 lalu investor, Pemkab Malinau dan pihak terkait lainnya meninjau lokasi rencana dibangunnya dam PLTA Mentarang Induk di Sungai Mentarang, Kabupaten Malinau.

MALINAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau sangat serius menanggapi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang Induk yang rencananya akan dibangun oleh PT. Kayan Hydropower Nusantara (KHN). Terutama terkait relokasi warga yang desa atau wilayahnya terdampak.

Karena itu, saat rapat secara virtual, Sekretaris Daerah (Sekda) Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM bersama beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, mengharapkan ada pertemuan khusus secara langsung agar dapat penjelasan secara teknis oleh PT. KHN. Sebab secara virtual tak bisa mendapatkan dan melihat secara detail.

“Pada saat relokasi kita mau lihat kawasan tempat siapa mereka direlokasi. Bisa saja ternyata kalau kita lihat ternyata hutan lindung atau mungkin hutan di mana kawasan yang tidak boleh dikelola atau nggak nanti pada saat relokasi ternyata ada pemilik kawasan hutan adat. Jadi kita harus hati-hati,” ujar Sekda Kabupaten Malinau Ernes Silvanus, Rabu (30/9) lalu di ruang kerjanya.

Semua kata Ernes harus dipikirkan, misalnya relokasi ditempatkan di mana, jumlah orangnya, kapan dan kemudian bagaimana mempersiapkannya dengan baik. Seperti sarana prasarana juga harus disiapkan dengan baik karena yang direlokasi pasti harus tetap hidup dari pindah tempat lokasi lama ke tempat lokasi yang baru.

Saat rapat bersama PT. KHN, lanjutnya, ada disampaikan dua simulasi, yaitu antara dipindahkan segera sambil ditata atau diata baru dipindah. Namun, menurutnya lebih baik ditata terlebih dahulu baru dipindahkan agar pada saat proses pemindahan masyarakat tidak kaget dengan situasi baru. “Nah pada saat kita pun menata, mereka ada peran (dilibatkan) dalam penataan ini. Itu juga harus kita bangun akses mereka kepada kawasan baru,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, daerah-daerah yang nantinya menjadi daerah genangan atau tutupan juga diperhitungkan atau didata kembali, khususnya aset-aset yang ada di dalamnya, baik aset desa, aset kecamatan, aset pemerintah daerah (pemda), provinsi ataupun aset dari pembangunan yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Contohnya aset desa itu mungkin semua kegiatan yang pernah dibangun dengan dana desa dan atau dengan dana Gerdema (Gerakan Desa Membangun) atau RT Bersih. Itu kan jadi aset. Nah itu harus diperhitungkan, karena nanti itu menjadi catatan tetap di pemerintah karena itu aset daerah,” katanya.

Untuk akses jalan dan apapun yang mungkin menuju ke pemukiman warga di tempat relokasi yang baru, itu menjadi tanggung jawab perusahaan yang membangun dan itu harus dipisahkan antara tanggung jawab dan aset pemerintah atau negara. “Nah ini tidak mudah makanya tadi kita minta kepada mereka supaya nanti ini betul-betul bisa dibicarakan secara teknis, belum lagi bicara tentang akuisisi tanah,” bebernya.

“Memang harus hati-hati kita supaya nanti jangan begitu kita kerjakan ternyata ada kesalahan,” sambungnya. Lebih lanjut, yang menurutnya juga harus dipikirkan yaitu soal peninggalan atau sehubungan dengan hal-hal sejarah, cagar budaya atau makam yang harus betul-betul didata. Kalaupun nanti di lokasi terdampak betul ada makam/kuburan, maka harus dihitung jumlah makamnya dan harus dipikirkan tindak lanjutnya.

Sebab, kata Ernes, di Malinau ada kampung-kampung lama yang ditinggal oleh masyarakat yang sebenarnya bekas kampung. “Kita harus betul-betul yakinkan bahwa pada saat nanti sudah dikerjakan terjadi tutupan air tidak ada yang terlepas dalam penilaian hal-hal yang sehubungan dengan budaya atau mungkin peninggalan orang ditempatan di situ,” tukas dia. (ags/fly)


BACA JUGA

Kamis, 02 Desember 2021 15:11

Evaluasi PTM Terbatas di Malinau, Empat Pelajar Dinyatakan Positif Covid-19

MALINAU - Terjadi penambahan kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten…

Jumat, 19 November 2021 10:00

Dahulu Benci Sama Polantas, Sekarang Jadi Kasat Lantas

PEREMPUAN bernama lengkap Iptu Angel Cristy Happy Grace Pontoh, S.T.K,…

Senin, 15 November 2021 15:52

Operasi Zebra 2021 Dilakukan Lebih Ketat dan Tegas

MALINAU - Kepolisian Resor (Polres) Malinau akan kembali melakukan Operasi…

Sabtu, 13 November 2021 10:25

Empat Penjabat Tinggi Malinau Dirotasi

MALINAU - Sejumlah perwira di Kepolisian Resor (Polres) Malinau menjalani…

Sabtu, 13 November 2021 10:25

Di Malinau Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19

MALINAU - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB)…

Jumat, 12 November 2021 14:54

Prokes Jalani PTM Harus Ditingkatkan

MALINAU - Wakil Bupati Kabupaten Malinau, Jakaria meminta kepala seluruh…

Jumat, 12 November 2021 14:53

Forum Germas Integrasikan Program Kesehatan

MENINDAKLANJUTI Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat…

Minggu, 07 November 2021 11:48

Tak Kuat Menanjak, Mobil Masuk Ke Jurang di Desa Taras, Kecamatan Mentarang

MALINAU - Lantaran diduga tidak kuat menanjak, sebuah mobil berwarna…

Rabu, 03 November 2021 18:13

Dua Bangunan di Malinau Rata dengan Tanah Dilahap si Jago Merah

MALINAU - Kebakaran kembali terjadi di Bumi Intimung, kali ini…

Selasa, 02 November 2021 19:58

Diduga Sungai Tercemar Limbah Perusahaan, Warga Langap Unjuk Rasa ke DPRD Malinau

MALINAU - Puluhan warga Desa Langap, Kecamatan Malinau Selatan melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers