MANAGED BY:
KAMIS
30 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 21 September 2015 15:52
Berharap Segera Temukan Solusi
TRADISIONAL : Petani Malinau menanam padi masih menggunakan cara tradisional, dengan menggunakan Tibu (penjepit padi). Alasannya, lebih cepat dan tidak menyebabkan tangan terluka. Namun cara ini dinil

MALINAU - Program swasembada beras dan upaya mewujdukan ketahanan pangan di Kabupaten Malinau sedang diuji. Hasil diskusi peserta rembug tani yang dipimpin langsung oleh Plt Sekkab Malinau, Drs Hendris Damus Msi, di Ruang Laga Feratu, Kamis 27 Agustus lalu menghasilkan sejumlah rumusan strategis.

Rumusan ini bergulir seiring dengan masalah pertanian yang sedang dihadapi Kabupaten Malinau. Hasil rumusan rembug tani yang dibacakan oleh Hendris menggambarkan, akhir-akhir ini produktivitas sumber daya petani alami penurunan, disebabkan usia rata-rata petani Malinau sudah lanjut usia. Permasalahan sumber daya manusia ini dinilainya memerlukan regenerasi yang lebih produktif.

Disamping itu, produktivitas padi Malinau juga dipengaruhi oleh perilaku petani yang cenderung mempertahankan pola tradicional, dan sulit untuk merubah kebiasaan atau tradisi tersebut. Ditambah lagi kondisi lahan di Malinau yang belum memadai (banyak tunggul, berupa rawa) dan masih bergantung dengan musim (sawah tadah hujan).

Untuk menjawab permasalahan tersebut, dalam rangka meningkatkan produksi padi di Kabupaten Malinau, sarana yang harus segera dipenuhi adalah optimalisasisi lahan sawah, perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi, pembuatan jalan usaha tani, pengadaan Saprodi berupa benih padi, pupuk dan obat-obatan (Pestisida), pengadaan mesin Pertanian  Hand Tractor, alat perontok padi, dan mesin penggilingan padi. Juga pembuatan lumbung pangan dan lantai tempat menjemur padi.

Selain kebutuhan yang bersifat teknis, untuk memotivasi petani agar meningkatkan produksi padi, masih dalam paparan tersebut, juga perlu adanya kepastian pasar untuk menampung hasil produksi yang berpihak kepada petani.  Dalam hal ini, Pemkab Malinau melalui Perusda Intimung sudah siap menerima hasil produksi petani.

Namun Perusda memberi catatan, bahwa hasil produksi tersebut harus sesuai dengan stándar kualitas yang sudah ditentukan. Dalam agenda rembug tani yang juga dihadiri kelompok tani se-Kabupaten Malinau tersebut, pada dasarnya petani menyambut baik rencana program Beras Daerah (RASDA) yang diwacanakan oleh Pemerintah Kabupaten Malinau.

Namun demikian petani juga memiliki harapan agar nilai jual hasil produksi petani sesuai dengan stándar yang menguntungkan petani. Sehingga perlu adanya kendali melalui stándar harga yang diatur dalam standar harga Pemerintah Kabupaten Malinau.

Sementara itu, untuk mensukseskan ketahanan pangan di Malinau, tidak hanya kualitas SDM Petani butuh ditingkatkan. Tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama-sama Petani juga perlu diberi pelatihan secara berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dan PPL.

Pendampingan dari PPL dan tenaga terampil selama ini memang perlu dipertahankan dan ditingkatkan karena keberadaan mereka dirasa cukup membantu para petani. Pada rembug tani II yang digelar pada Rabu, 16 September lalu, hasil rumusan peserta rembug masih mengarah pada pembahasan rembug yang digelar sebelumnya.

Menindaklanjuti Pertemuan Rembuq Tani I  dan Rembug Tani II, diadakan pertemuan guna merumuskan masalah-masalah yang telah disampaikan terkait dengan kegiatan sektor pertanian dan perkebunan terutama pada sektor pangan, padi dan sawah.

Pertemuan ini dipimpin oleh Plt Sekkab Drs Hendris Damus. Juga dihadiri oleh Dandim 0910 Malinau, Letkol Inf Andy Mustafa Akad SE, asisten II Setkab Malinau Drs Kristian Radang,MSi,

Kadis Pertanian Ghiram Barshobedie, MAP, Kadis Perkebunan Lawing Liban, MSi,  Direktur Perusda Intimung Lewi L Mawa, Perwakilan SKPD, kelompok tani, Babinsa, PPL Pertanian dan Para Ketua Kelompok Tani.

Berdasarkan pertemuan-pertemuan tersebut, disaring beberapa permasalahan inti yang dihadapi para petani yaitu  masalah irigasi, SDM, pemasaran dan pasca panen.

“Diharapkan melalui pertemuan ini diperoleh solusi dan pemecahan permasalahan yang tepat untuk semua masalah tersebut,” ujar Hendris Damus. (*/umy)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 29 Juni 2022 13:45

BMKG Prediksi Malinau Diguyur Hujan Intensitas Ringan hingga Lebat

 Dari awal hingga akhir Juni tahun ini, Kabupaten Malinau lama…

Senin, 27 Juni 2022 10:10

Di Malinau, Satu Rumah dan Sekolah Terbakar

 Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Malinau, pukul 18.00 WITA, Minggu…

Sabtu, 25 Juni 2022 11:11

Belum Ada Penyesuaian Tarif Damri Jelang Iduladha

Jika menjelang Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah lalu terdapat penyesuaian…

Kamis, 23 Juni 2022 12:48

Sempat Blokir Jalan, Ini Tuntutan Warga Sempayang

 Penutupan jalan mobil truk batu bara PT. BDMS MA oleh…

Selasa, 21 Juni 2022 13:19

Sepekan 275 Pelanggaran Lalu Lintas di Malinau, Ini yang Mendominasi

Dalam Operasi Patuh Kayan 2022 yang masih berlangsung hingga saat…

Senin, 20 Juni 2022 10:43

Gegara Bakar Sampah, Aset Perusahaan Ini Ikut Terbakar

Gegara membakar sampah di lahan kosong, tempat penyimpanan ban bekas…

Sabtu, 18 Juni 2022 12:31

Bipartit Gagal, Karyawan Bersikukuh Minta Ini ke Perusahaan

Pertemuan bipartit antara karyawan dan pihak perusahaan PT. Hasta Panca…

Rabu, 15 Juni 2022 12:19

Ini Kata Kasatlantas Polres Malinau Soal Larangan Berkendara Pakai Sendal Jepit

 Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi…

Rabu, 15 Juni 2022 12:17

Kasat Reskoba Polres Malinau Minta Ini ke Pemerintah

Kasat Reskoba Polres Malinau, Iptu Marudut meminta dibentuknya Badan Narkotika…

Sabtu, 11 Juni 2022 13:02

Lahan Persawahan Rusak Digenangi Air, Ini Permintaan Petani Desa Tanjung Lapang

Petani di wilayah Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat membutuhkan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers