MANAGED BY:
RABU
21 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 09 September 2020 11:13
Cerita Guru Elin, 5 Tahun Mengajar Tak Pernah Diupah
MEMPRIHATINKAN: SMP Budi Luhur di Sebakis, Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku, terlihat memperihatinkan dengan plafon sekolah yang terlihat sudah bolong./YUDHA UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Keluhan melalui Media Sosial (Medsos) kembali disampaikan oleh salah satu akun Facebook dimana dirinya mengeluhkan perhatian pemerintah soal tidak diupahnya seorang guru yang sudah mengabdi selama 5 tahun.

Diwawancarai media ini, akun facebook bernama Yudha tersebut mengatakan, guru tersebut adalah istrinya sendiri bernama Elin. Yudha menjelaskan, Elin sudah mengajar selama 5 tahun di SMP Budi Luhur, Sebakis, Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan.

Soal belum dibayarnya upah istrinya Elin yang mengabdi menjadi guru di SMP tersebut, diakuinya memang belum diupah selama hampir 2 tahun lebih. Ia sendiri belum tau pasti penyebab tidak dibayarkannya upah istrinya tersebut. “Itu kan yang kelola kepala sekolah, pasti dana BOS itu kan diserahkan ke kepala sekolah, tapi saya kurang tahu juga gimana itu, istri saya gajian hanya baru dua kali, itu pun hanya setahun sekali gajinya diberikan sejak 2 tahun lalu. Gajinya istri saya setahun hanya Rp 2 juta,” ujar Yudha, ketika diwawancarai melalui telepon seluler, Selasa (8/9).

Alasan istri Yudha tetap ingin mengajar di sekolah tersebut, diakuinya karena sang istri kasihan dengan keadaan sekolah yang minim guru. Namun ada sejumlah pelajar yang harus mendapatkan ilmu pengetahuan. Apalagi kebetulan rumah Yudha bersama istrinya tidak jauh dari sekolah.

Yudha mengaku, istrinya Elin adalah warga Sebatik yang masih menempuh pendidikan salah satu perguruan tinggi di Sebatik. Elin saat ini juga sedang mengandung anak dengan usia kandungan 3 bulan. Keadaan itulah yang membuat Yudha memintanya istrinya istirahat dahulu mengajar di sekolah.

“Memang kebetulan selama pandemi Covid-19, anak sekolah baru masuk sekolah lagi kurang lebih sepekan berjalan di sini. Jadi sempat saya tanya, tidak usahlah mengajar dulu, tapi dia yang memang kasihan kepada anak-anak di sekolah tidak ada yang mengajar. Dia sendiri memang tidak pernah tanyakan gajinya, dia tidak berharap gaji, hanya ikhlas membantu,” tambah Yudha.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Oktober 2020 14:07

90 Pasien Positif Masih Dirawat

SATUAN Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat masih ada…

Kamis, 15 Oktober 2020 15:57

Sikap DPRD Akan Disampaikan Lewat Paripurna

NUNUKAN - Setelah melakukan mediasi bersama mahasiswa yang menolak UU…

Selasa, 13 Oktober 2020 14:55

Hanura Nunukan Mendukung Omnibus Law

NUNUKAN – Di Nunukan, aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja…

Senin, 12 Oktober 2020 14:44

WADUH..!! 173 Patok Perbatasan Hilang karena Faktor Alam

NUNUKAN – Faktor alam membuat patok perbatasan Indonesia - Malaysia…

Sabtu, 10 Oktober 2020 16:23

Cuma Dua Fraksi Menolak UU Cipta Kerja

NUNUKAN - Setelah aksi demonstrasi pertama yang dilakukan pada Kamis…

Kamis, 08 Oktober 2020 11:34

Camat Lumbis pun Minta Maaf

SETELAH viral dengan video menggendong pasien bayi 4 bulan yang…

Kamis, 08 Oktober 2020 11:13

Giliran Mahasiswa PMII Nunukan Lakukan Aksi Demonstrasi

NUNUKAN - Menolak UU Omnibus Law, puluhan mahasiswa yang terhimpun…

Selasa, 06 Oktober 2020 14:04

Dapur Rumah Kayu Ambruk

TERDAMPAK angin kencang hingga hujan pada Senin (5/10) malam, dapur…

Senin, 05 Oktober 2020 13:45

KPU Tetapkan Danni-Nasir sebagai Paslon

NUNUKAN – Setelah melalui verfikasi berkas dan memenuhi syarat calon…

Rabu, 30 September 2020 10:59

Ratusan APK Paslon Ditertibkan Bawaslu

NUNUKAN – Setidaknya sudah ratusan Alat Peraga Kampanye (APK) dan …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers