MANAGED BY:
SELASA
27 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 08 September 2020 09:58
Pasca Dideportasi, Deportan Melahirkan

Ungkap Perlakuan di Malaysia yang Tak Wajar

DI PENAMPUNGAN: Alma Punyenko, deportan asal Tana Toraja, Sulsel yang melahirkan pasca dideportasi ke Nunukan dari PTS di Malaysia, Kamis (3/9) lalu./RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO,

NUNUKAN - Pernah ditempatkan di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau, Malaysia, deportan asal Tana Toraja, Sulsel, mengaku jika diperlakukan tidak wajar.

Deportan bernama Alma Punyenkon tersebut, mengaku PTS yang ditempatinya saat itu, seperti tidak selayaknya ditempati. Kenapa tidak, Alma mengaku ada ratusan orang yang ditampung di dalam satu ruangan dengan ukuran sempit. Itu membuat suasana kurang sehat dan serasa pengap.

Padahal saat itu ia hamil tua. Hanya ada pelayanan makanan dan minuman saja, tak layak diberikan kepada PMI yang berada di TPS. Bahkan, untuk minum, PMI bisa meminum air dari bak mandi tanpa proses dimasak lebih dulu. Hal itu, membuat banyak PMI di PTS menderita penyakit gatal-gatal.

“Makanannya tidak ada rasanya. Kadang-kadang minum air bak mandi. Kami di dalam ruangan itu sangat sumpek, tidur bersusun bersebelahan,” ujar Alma menceritakan pengalaman di TPS saat diwawancarai, dipenampungan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2PMI) Nunukan, Senin (7/9).

Alma 41 hari di PTS. Dirinya akhirnya dideportasi bersama 131 PMI pada Kamis (3/9) lalu. Alma bersama suaminya sudah bekerja selama 8 tahun di Lahad Datu sebagai buruh pabrik pupuk. Mereka ditangkap karena sudah 3 tahun berstatus ilegal di Malaysia dan tidak lagi memiliki dokumen ketenagakerjaan.

Berada di Nunukan sejak Kamis (3/9), Alma memang sedang hamil tua. Pada Sabtu (5/9) lalu, saat dirinya sudah berada di Rusunawa Nunukan Selatan, dirinya mengeluhkan sakit pada bagian perut.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 26 Oktober 2020 14:47

Melanggar PKPU, APK Ditertibkan

NUNUKAN – Masih banyak yang melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum…

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:59

29 Reaktif di Kantor Bupati

SETIDAKNYA ada 29 orang yang terdeteksi reaktif dari hasil pemeriksaan…

Jumat, 23 Oktober 2020 14:11

Rapid Test Massal setelah ASN di Kantor Bupati Positif

NUNUKAN - Dampak dari seorang ASN di Kantor Bupati Nunukan…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:07

90 Pasien Positif Masih Dirawat

SATUAN Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat masih ada…

Kamis, 15 Oktober 2020 15:57

Sikap DPRD Akan Disampaikan Lewat Paripurna

NUNUKAN - Setelah melakukan mediasi bersama mahasiswa yang menolak UU…

Selasa, 13 Oktober 2020 14:55

Hanura Nunukan Mendukung Omnibus Law

NUNUKAN – Di Nunukan, aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja…

Senin, 12 Oktober 2020 14:44

WADUH..!! 173 Patok Perbatasan Hilang karena Faktor Alam

NUNUKAN – Faktor alam membuat patok perbatasan Indonesia - Malaysia…

Sabtu, 10 Oktober 2020 16:23

Cuma Dua Fraksi Menolak UU Cipta Kerja

NUNUKAN - Setelah aksi demonstrasi pertama yang dilakukan pada Kamis…

Kamis, 08 Oktober 2020 11:34

Camat Lumbis pun Minta Maaf

SETELAH viral dengan video menggendong pasien bayi 4 bulan yang…

Kamis, 08 Oktober 2020 11:13

Giliran Mahasiswa PMII Nunukan Lakukan Aksi Demonstrasi

NUNUKAN - Menolak UU Omnibus Law, puluhan mahasiswa yang terhimpun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers