MANAGED BY:
SELASA
29 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 06 Agustus 2020 10:36
Perkara Pengeboman Ikan Masuk Tahap Satu
Hamzah Kharisma./ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

Tarakan – Penyidik Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan akhirnya melimpahkan berkasi perkara pengeboman ikan yang terjadi di perairan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim atau dalam arti hukum masuk tahap satu.

Dalam perkara itu, PSDKP Tarakan mengamankan seorang pria berinsial NU, yang melakukan penangkapan ikan dengan cara mengebom pada 17 Juli lalu.

Kepala Stasiun PSDKP Tarakan, Ahmadon melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran, Hamzah Kharisma mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu arahan terkait berkas tersebut dari Kejati. Usai dinyatakan lengkap, berkas perkara itu akan tahap dua kemudian menjalani persidangan. “Dalam perkara ini hanya satu tersangka, karena saat kita tangkap dia hanya posisi seorang diri di atas kapal,” kata Hamzah kemarin (5/8).

Pelaku beraksi tidak jauh dari Pulau Derawan. Adapun bahan baku yang didapatkan pelaku, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap dari mana pelaku mendapatkan bahan baku itu. “Dari pengakuan pelaku, ia sudah enam bulan melakukan hal itu,” imbuhnya.

Saat ini kapal pelaku dalam penyitaan untuk dijadikan barang bukti. Selain itu juga diamankan bubuk putih yang diduga pupuk matahari, yang digunakan untuk meracik menjadi bahan peledak. Untuk bahan peledak seperti itu, seharusnya penjualannya memiliki izin. Maka dari itu pihaknya masih mendalami dari mana pelaku mendapatkannya. “Ini kita kerja sama teman-teman dari kepolisian, mudahan bisa dipantau bahan-bahan baku ini dari mana. Pelaku mengaku mendapatnya dari Berau,” sebut Hamzah.

Dibeberkan Hamzah lagi, selain pupuk yang bisa digunakan menjadi bahan peledak, pihaknya juga menemukan bubuk korek api. Dari situ niat pelaku sudah ada untuk melakukan penangkapan ikan dengan cara mengebom. “Untuk pasal yang kita terapkan yaitu pasal 84 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 Undang-Undang Perikanan dengan ancaman 5 tahun,” jelasnya. (zar/ash)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 29 September 2020 10:08

LSI Denny JA: Irianto Masih Unggul Jauh

TARAKAN - Dr. H. Irianto dinilai paling mampu urus ekonomi.…

Selasa, 29 September 2020 10:05

Longsor di Tarakan, 11 Meninggal, Maria dan Intan Kehilangan Tiga Keluarga

TARAKAN - Hujan deras yang mengguyur Tarakan sejak pukul 00.30…

Selasa, 29 September 2020 10:02

Diduga Korsleting Listrik

TARAKAN - Kebakaran kembali terjadi di Jalan Hang Tuah, RT…

Senin, 28 September 2020 13:03

Melihat Aktivitas Warga Binaan Lapas Kelas II-A Tarakan (3-habis)

Pernah berbuat kesalahan fatal di masa lalu, bukan berarti akhir…

Senin, 28 September 2020 12:53

Masih Ada Aktivitas Balapan Liar Selama Pandemi

TARAKAN - Selama pandemi Covid-19, Satlantas Polres Tarakan masih menemukan…

Senin, 28 September 2020 12:10

BREAKING NEWS!! Jumlah Korban Meninggal Sudah Mencapai 14 Jiwa

TARAKAN -  Data korban yang meninggal akibat bencana longsor di…

Senin, 28 September 2020 11:20

Di Tengah Guyuran Hujan, 4 Rumah Ludes Terbakar

TARAKAN - Kebakaran kembali terjadi di Jalan Hang Tuah, RT…

Senin, 28 September 2020 08:34

BREAKING NEWS!! 7 Korban Meninggal Dunia di Dua Lokasi Longsor

TARAKAN - Curah hujan yang tinggi tidak hanya menyebabkan banjir…

Senin, 28 September 2020 08:23

BREAKING NEWS!! Longsor, Tiga Korban Meninggal di Juata Permai

    TARAKAN- Curah hujan  tinggi yang terjadi Bumi Paguntaka…

Sabtu, 26 September 2020 09:48

Usulan Pembangunan KUA Melalui Kanwil

TARAKAN - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan akan mendapatkan bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers