MANAGED BY:
RABU
21 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 01 Agustus 2020 11:37
Seluruh Lokasi Karantina Ditutup, Yang Positif Bisa Karantina Mandiri
Karantina yang sempat diberlakukan di Tarakan kepada pasien positif Covid-19.

PROKAL.CO,

KASUS konfirmasi Covid-19 di salah satu perusahaan swasta di Malinau, menjadi pembelajaran bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Meski begitu, pada penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal life mulai hari ini, proses screening (pemeriksaan) di pintu-pintu masuk Kota Tarakan sudah tidak diberlakukan. Tak hanya itu, orang konfirmasi Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) pun hanya diwajibkan menjalani karantina mandiri di rumah.

Kepada Radar Tarakan, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan sebelum memasuki Agustus 2020, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada seluruh ruang lingkup masyarakat. Pihaknya sudah tidak melakukan penjagaan di pintu-pintu masuk Tarakan, sehingga setiap penumpang yang datang boleh tiba di Tarakan dan melaksanakan karantina mandiri.

“Penjagaan basis utama itu di RT (rukun tetangga). Jadi masyarakat harus sadar sendiri untuk melakukan karantina mandiri, kalau mau langsung beraktivitas ya langsung PCR (tes polymerase chain reaction) saja. Apalagi kami (Pemkot) sudah menyiapkan PCR dengan harga yang terjangkau,” bebernya.

Jika hasil PCR negatif, maka masyarakat dapat langsung beraktivitas. Namun jika hasil positif, maka masyarakat diwajibkan untuk melakukan karantina mandiri.

“Sekarang karantinanya enggak harus di rumah sakit. Jadi kalau tidak ada gejala atau kategori ringan dan sedang, maka bisa dirawat di rumah. Tapi di-assesment oleh puskesmas. Jadi kalau hanya gejala begitu tidak dirawat di rumah sakit, ini sesuai dengan keputusan pemerintah pusat dan WHO sampai virus itu melemah,” jelasnya.

Sehingga antisipasi tersebut dikatakan Khairul telah disampaikan kepada perusahaan-perusahaan pada 23 Juli 2020 dan pada 28 Juli 2020 disampaikan kepada pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Tarakan. Kendati demikian Khairul menegaskan bahwa pihaknya tidak bersikap lepas tangan sehingga tetap menerapkan emergency break policy (kebijakan rem darurat) jika perlu. “Tapi saya yakin kalau pelaksanaan ibadah sesuai protokol kesehatan, maka akan aman termasuk industri,” ujarnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Oktober 2020 14:57

2030, Targetkan 1 Juta BOPD dan 12 Ribu MMSCFD

 TARAKAN - Eksplorasi penemuan besar (road to giant discovery) pada…

Rabu, 21 Oktober 2020 14:51

Pos Pembelian Udang Nyaris Ambruk

TARAKAN – Sebuah bangunan pos pembelian udang yang berada di…

Rabu, 21 Oktober 2020 14:50

Merambah Hutan Lindung, Dijadikan Petani Kayu Putih

Minyak kayu putih cap “Burung Kenawi” adalah produksi asli para…

Rabu, 21 Oktober 2020 14:44

Bantuan Beras PKH Hampir Rampung

TARAKAN - Bantuan beras selama tiga bulan Agustus hingga Oktober…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:29

Merajut Asah di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi pelaku usaha mikro kecil dan…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:15

Disebut Nihil Catatan, Kasus Mantan Kades Bergulir

TARAKAN - Pengawasan terhadap penggunaan dana desa kian menjadi sorotan…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:09

Armada Tujuan Malinau Akan Ditambah

TARAKAN - Adanya peningkatan jumlah penumpang tujuan Malinau, membuat Gabungan…

Selasa, 20 Oktober 2020 11:44

Perbaikan Pasar Tenguyun, Ditarget Rampung Akhir Tahun

TARAKAN - Pembangunan perbaikan Pasar Tenguyun Bom Panjang yang sudah…

Senin, 19 Oktober 2020 14:36

Empat Rumpon Nelayan Filipina Diamankan

TARAKAN - Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP)…

Senin, 19 Oktober 2020 14:33

Dominan Ikut Pusat, Tarakan Kirim Penolakan

AKSI demonstrasi berlangsung di 3 tempat di Kaltara, Tarakan, Tanjung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers