MANAGED BY:
JUMAT
07 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 01 Agustus 2020 11:37
Seluruh Lokasi Karantina Ditutup, Yang Positif Bisa Karantina Mandiri
Karantina yang sempat diberlakukan di Tarakan kepada pasien positif Covid-19.

PROKAL.CO,

KASUS konfirmasi Covid-19 di salah satu perusahaan swasta di Malinau, menjadi pembelajaran bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Meski begitu, pada penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal life mulai hari ini, proses screening (pemeriksaan) di pintu-pintu masuk Kota Tarakan sudah tidak diberlakukan. Tak hanya itu, orang konfirmasi Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) pun hanya diwajibkan menjalani karantina mandiri di rumah.

Kepada Radar Tarakan, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan sebelum memasuki Agustus 2020, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada seluruh ruang lingkup masyarakat. Pihaknya sudah tidak melakukan penjagaan di pintu-pintu masuk Tarakan, sehingga setiap penumpang yang datang boleh tiba di Tarakan dan melaksanakan karantina mandiri.

“Penjagaan basis utama itu di RT (rukun tetangga). Jadi masyarakat harus sadar sendiri untuk melakukan karantina mandiri, kalau mau langsung beraktivitas ya langsung PCR (tes polymerase chain reaction) saja. Apalagi kami (Pemkot) sudah menyiapkan PCR dengan harga yang terjangkau,” bebernya.

Jika hasil PCR negatif, maka masyarakat dapat langsung beraktivitas. Namun jika hasil positif, maka masyarakat diwajibkan untuk melakukan karantina mandiri.

“Sekarang karantinanya enggak harus di rumah sakit. Jadi kalau tidak ada gejala atau kategori ringan dan sedang, maka bisa dirawat di rumah. Tapi di-assesment oleh puskesmas. Jadi kalau hanya gejala begitu tidak dirawat di rumah sakit, ini sesuai dengan keputusan pemerintah pusat dan WHO sampai virus itu melemah,” jelasnya.

Sehingga antisipasi tersebut dikatakan Khairul telah disampaikan kepada perusahaan-perusahaan pada 23 Juli 2020 dan pada 28 Juli 2020 disampaikan kepada pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Tarakan. Kendati demikian Khairul menegaskan bahwa pihaknya tidak bersikap lepas tangan sehingga tetap menerapkan emergency break policy (kebijakan rem darurat) jika perlu. “Tapi saya yakin kalau pelaksanaan ibadah sesuai protokol kesehatan, maka akan aman termasuk industri,” ujarnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers