MANAGED BY:
RABU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 13 Juli 2020 10:12
Pedagang Bentol Masih ‘Menjamur’

Penindakan, Satpol PP Tunggu Regulasi

MELANGGAR REGULASI: Pedagang bensin botolan masih banyak ditemui di sejumlah jalan protokol di Kabupaten Bulungan./PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Meski telah beberapa kali dilakukan penertiban, pedagang bensin botolan atau kerap dikenal bentol tak juga jera. Pasalnya, hingga saat ini pedagang bentol masih menjamur di Bumi Tenguyun.

Bupati Bulungan, H. Sudjati mengatakan, pedagang bentol ini masih bagian dari pengetap juga. Karena bahan bakar minyak (BBM) didapat dari pengetap. “Tidak ada regulasi yang memperbolehkan aktivitas pengetap maupun pedagang bentol,” ungkap Sudjati kepada Radar Kaltara, Sabtu (11/7).

Bahkan sesuai Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) nomor 06 tahun 2015 tentang Penyaluran Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan Pada Daerah Yang Belum Terdapat Penyaluran. Khususnya pada pasal 6 ayat g disebutkan bahwa lokasi yang akan dibangun sub penyalur secara umum berjarak minimal 5 kilometer (km) dari lokasi penyalur berupa agen penyalur minyak solar (APMS) terdekat atau 10 km dari penyalur berupa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terdekat atau atas pertimbangan lain yang dapat dipertanggung jawabkan. “Nah, kalau secara aturan saya rasa sudah jelas,” ujarnya.

Selain itu sub penyalur juga harus mendapatkan izin dari pemerintah daerah (pemda). Jika tidak ada izin tentu tidak diperbolehkan. “Kalau radius 10 kilometer dari SPBU boleh saja. Tetapi tetap bersyarat. Tidak bisa sembarangan membangun,” sebutnya.

Ia mengatakan, persoalan saat ini banyak pedagang bentol yang melanggar regulasi. Karena di sebelah SPBU masih ditemukan pedagang bentol. “Harusnyakan 10 kilometer. Tapi faktanya di sebelah SPBU ada pedagang bentol,” ujarnya.

Sebetulnya, pemerintah tidak pernah melarang. Asalkan sesuai aturan, apalagi aktivitas pedagang ini kan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kita paham untuk perut. Tapi kan masih ada pekerjaan lain selain berjualan bentol atau mengetap. Boleh berjualan bentol asalkan di luar radius 10 kilometer,” bebernya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Januari 2021 13:21

Pengunjung Positif Covid-19, Pasar Ditutup

TANJUNG SELOR – Sepekan pasca diresmikan, pasar modern di Desa…

Rabu, 20 Januari 2021 13:19

Zona Oranye, Harus Tetap Patuh Prokes

TANJUNG SELOR – Sempat menjadi wilayah zona merah (risiko tinggi)…

Rabu, 20 Januari 2021 13:18

Melihat Eksistensi Angkot di Tanjung Selor

JIKA dulu angkot merupakan salah satu transportasi yang cukup diandalkan.…

Rabu, 20 Januari 2021 13:06

Tambah Lagi 188 Positif, 77 Meninggal

TANJUNG SELOR – Jumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kaltara…

Selasa, 19 Januari 2021 13:55

3.000 Usaha Walet Tak Berizin

TANJUNG SELOR - Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan…

Selasa, 19 Januari 2021 13:54

Proses Vaksinasi di Sini Dinilai Kurang Sosialisasi

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bulungan telah…

Selasa, 19 Januari 2021 13:53

Covid-19 Kian Meluas, PTM Ditunda

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksanaan…

Selasa, 19 Januari 2021 13:52
Pelaku Buang Bayi Karang Cerita Temukan Bayi

Melahirkan di Hotel dengan Bantuan YouTube

TANJUNG SELOR - Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga.…

Senin, 18 Januari 2021 12:50

Pelaku Pembuang Bayi Diamankan

TANJUNG SELOR - Tidak butuh waktu lama bagi Satreskrim Polres…

Senin, 18 Januari 2021 11:25

Penyelesaian Revisi Perda GSB, Legislatif Tak Pasang Target

TANJUNG SELOR – Target penyelesaian revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers