MANAGED BY:
JUMAT
07 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Juli 2020 13:58
Rapid Test Rp150 Ribu, Direktur RSUD Nunukan : Kami Tak Cari Untung
ilustrasi

PROKAL.CO,

Di Nunukan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan mulai memberlakukan tarif rapid test seharga Rp 150 ribu. Itu ditegaskan Direktur RSUD Nunukan, dr. Dulman kepada Radar Tarakan. SE Kementerian Kesehatan, menjadi dasar pihaknya menerapkan batasan tarif rapid test hanya sebesar Rp 150 ribu. “Ya, kami sepakati Rp 150 ribu saja. Kami tidak cari untung di Covid-19,” ujar Dulman (9/7).

Untuk jenis rapid test, Dulman mengaku menggunakan rapid test sesuai rekomendasi atau standar World Health Organization (WHO). Tentunya juga masuk dalam urutan rapid test terbaik. Tarif pemeriksaan rapid test seharga Rp 150 ribu, juga berlaku untuk semua warga, baik warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Nunukan maupun KTP luar Nunukan.

Menurut Dulman, jika RSUD Nunukan melanggar keputusan menteri, tidak menutup kemungkinan akan menjadi masalah di kemudian hari. Namun jika diterapkan, meski tidak mendapatkan untung, tidak menjadi masalah bagi pihak RSUD Nunukan. Apalagi Dulman mengaku, sumber penghasilan RSUD Nunukan masih bisa didapatkan dari sektor lain.

Dulman juga beranggapan, tentu Kementerian Kesehatan punya pertimbangan atas SE tersebut, seperti melihat banyaknya keluhan masyarakat, tentang biaya rapid test. Apalagi di saat pandemi saat ini, tentu tidak sedikit masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Itu sejatinya pertimbangan Kementerian meringankan beban masyarakat, kami harus mendukungnya. Kami sendiri juga mengikuti arahan SE Kementerian Kesehatan ini, semua untuk kepentingan masyarakat Nunukan,” beber Dulman.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono menyambut baik keputusan RSUD Nunukan atas penerapan SE Kementerian Kesehatan. Mengenai harga rapid test yang dijual di sejumlah apotek, masih dengan harga di atas Rp 150 ribu, Aris menjawab, SE Kementerian Kesehatan, tidak mengatur pihak swasta.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 06 Agustus 2020 09:56

BB Penyelundupan Dimusnahkan

 NUNUKAN - Pasca menggagalkan masuknya media pembawa Hama Penyakit Hewan…

Selasa, 04 Agustus 2020 10:02

Penyaluran JPS Tahap II di Nunukan Terhambat

NUNUKAN – Bantuan jaring pengaman sosial (JPS) tahap II masih…

Sabtu, 01 Agustus 2020 11:40

Sabu Disimpan di Lubang Dubur, Ketahuan Juga...!!

NUNUKAN - Tiga orang tersangka kurir sabu jaringan internasional yang…

Kamis, 30 Juli 2020 18:07

Door to Door, Satgas Pamtas Ajar Murid Baru

NUNUKAN - Kepedulian Satgas Pamtas Yonif 623/BWU terhadap pendidikan anak-anak…

Kamis, 30 Juli 2020 17:58

Populasi Kerbau Krayan Terus Menurun

NUNUKAN – Dari tahun ke tahun populasi kerbau Krayan terus …

Kamis, 30 Juli 2020 17:38

Deklarasi ‘Amanah’, Hanura-Golkar Solid

NUNUKAN - Pasangan Calon (Paslon) Hj. Asmin Laura Hafid -…

Rabu, 29 Juli 2020 11:50

Sapi Lokal Cuma Dihargai Rp 12 Juta, Cuma Banyak yang Tak Minat

NUNUKAN - Pandemi memengaruhi masuknya hewan kurban ke Nunukan menjelang…

Rabu, 29 Juli 2020 11:48

Yang Zona Hijau, Pelajar Masuk Sekolah Dilakukan Bertahap

NUNUKAN - Memasuki zona hijau, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Rabu, 29 Juli 2020 09:56

Mayat Laki-laki dalam Karung Ditemukan di Pantai Sebatik

NUNUKAN - Sesosok mayat laki-laki ditemukan warga sekitar di Pantai…

Selasa, 28 Juli 2020 13:05

Mantan Dosen Selundupkan Sabu 7 Kg, Mau Dibawa ke Sulawesi

NUNUKAN – Personel Satgas Pamtas Yonif 623/BWU menggagalkan percobaan penyelundupan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers