MANAGED BY:
SABTU
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Sabtu, 04 Juli 2020 10:56
Di Tengah Pandemi Menjaga Keberlangsungan Investasi

Tiga Tahun Perjalanan BI di Kaltara (3-habis)

QRIS: Pekan QRIS pada Maret lalu sebelum pandemi. Kini QRIS menjadi solusi akan transaksi keuangan di tengah pandemi./BANK DATA/RADAR TARAKAN

Selain itu untuk menjaga likuiditas di masyarakat, secara kebijakan Bank Indonesia juga telah menurunkan suku bunga acuan BI7DRR menjadi 4,25 persen dari yang sebelumnya 4,5 persen. Lebih lanjut BI juga telah melonggarkan rasio giro wajib minimum (gwm) untuk bank umum dan syariah masing-masing 3 persen, dengan harapan perbankan dapat memperoleh likuiditas yang dapat disalurkan ke masyarakat.

Dari sisi nontunai, BI dan industri melakukan upaya dalam meningkatkan transaksi nontunai. Penggunaan nontunai melalui uang elektronik, mobile banking, internet banking dan QRIS, mendukung program WFH dan social distancing. Termasuk melalui perpanjangan masa berlakunya MDR QRIS, khusus usaha mikro, sebesar 0 persen yang berlaku hingga 30 September 2020 dan penurunan biaya SKNBI yang berlaku efektif sejak 1 April 2020 sampai dengan 31 Desember 2020.

“BI akan terus mendorong penggunaan pembayaran nontunai serta mendukung program-program pemerintah dalam menyalurkan dana bantuan sosial melalui pembayaran nontunai,” ujar Kepala KPw BI Kaltara, Yufrizal.

BI Kaltara melakukan pengkondisian terhadap setoran uang yang diterima dari perbankan/PJPUR berupa karantina selama 14 hari dan dilanjutkan dengan proses penyemprotan disinfektan sebelum dilakukan pengolahan dan didistribusikan kembali kepada masyarakat.

Selain itu, BI Kaltara juga memperkuat higienitas dari SDM dan perangkat yang digunakan dalam pengolahan uang rupiah serta melakukan koordinasi dengan perbankan/PJPUR untuk menerapkan langkah-langkah dalam pengolahan uang Rupiah dengan memerhatikan aspek K3 dari sisi SDM maupun perangkat pengolahan uang rupiah.

Dari sisi makroekonomi, BI senantiasa berkoordinasi dalam TPID Kaltara dan TPID Tarakan untuk pemantauan pasokan bahan pangan agar inflasi senantiasa dapat dikendalikan serta melakukan koordinasi, kajian, dan analisis makroekonomi untuk menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 19 Oktober 2020 14:04

Kini dari Swaran ke Kota Hanya 15 Menit

Tentara manunggal membangun desa (TMMD) di Tarakan, dampaknya mulai dirasakan…

Rabu, 14 Oktober 2020 10:31

Kekurangan Bukan Halangan Dalam Mengembangkan Minat dan Bakat

Komunitas Difabel Tarakan sangat terbantu dengan adanya Rumah Batik Disabilitas…

Selasa, 13 Oktober 2020 15:01

Melihat Peringatan HUT Tanjung Selor dan Bulungan di Tengah Pandemi

Ritual adat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-230 Kota Tanjung…

Senin, 12 Oktober 2020 14:49

Lebih Mudah Mencerna Melalui Lagu

Komunitas Wahana Pendidikan Perbatasan (WPP) hadir di Nunukan. Lembaga tersebut,…

Sabtu, 10 Oktober 2020 16:28

Melihat Aksi Berbagi Nasi Gratis Tiap Jumat

Berbagi atau sedekah tidak menunggu kaya. Dngan berbagi pun tidak…

Sabtu, 10 Oktober 2020 16:20

Cerita ‘Pahit-Manis’ Tantangan Jurnalis di Lapangan (2-habis)

Kritik berdatangan dari aliansi mahasiswa di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara),…

Kamis, 08 Oktober 2020 14:45

Melihat Upaya Menyukseskan Pilkada di Kaltara

Pelaksanaan pemilihan serentak tahun 2020 berbeda dengan pemilihan-pemilihan sebelumnya. Tahun…

Rabu, 07 Oktober 2020 14:07

Melihat Bentuk Kearifan Lokal yang Terjaga di Desa Pimping

Tidakcukup banyak yang tahu, sampai saat ini kearifan lokal di…

Senin, 05 Oktober 2020 14:31

Mengenal Komandan Korem 092/Maharajalila

Brigjen TNI Suratno, S.IP sejak kecil sudah memiliki keinginan menjadi…

Senin, 05 Oktober 2020 13:37

Anak Petani yang Lama Jualan Ketoprak

Kehidupan manusia bak roda yang selalu berputar. Kadang, derajat kehidupan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers