MANAGED BY:
SELASA
19 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 27 Juni 2020 09:34
Satgas Pamtas dan Polhut Temukan Barak Pembalak Liar

Kayu 7 Ton, Nihil Penghuni

PERUSAKAN HUTAN: Satgas Pamtas Yonif 623/BWU bersama Polhut Nunukan menemukan barak diduga milik pembalak liar di kawasan perbatasan RI-Malaysia, Selasa (23/6) lalu./SATGAS PAMTAS

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Satgas Pamtas Yonif 623/BWU bersama Polisi Kehutanan (Polhut) Nunukan menemukan barak diduga milik pembalak kayu liar yang digunakan untuk kegiatan illegal logging di wilayah perbatasan RI-Malaysia, Selasa (23/6) lalu.

Di area barak tersebut, ditemukan sebanyak 7 kubik kayu pembalakan liar. Sayang petugas tidak menemukan seorang pun di barak tersebut, bahkan tidak ada tanda-tanda atau bekas yang ditinggalkan.

Wakil Komandan Satgas Pamtas Yonif 623/BWU, Kapten Inf Priya Firmansyah mengatakan, pihaknya bersama Polhut Nunukan memang sengaja melakukan operasi gabungan guna meminimalisir terjadinya illegal logging di daerah kawasan rawan akan pembalakan liar. “Jadi dengan adanya bekas yang ditemukan di lapangan, Satgas Pamtas Yonif 623/BWU dan Polhut  Nunukan berkomitmen akan terus melaksanakan patroli gabungan, sebagai upaya mencegah terjadinya pembalakan liar atau illegal logging di wilayah perbatasan RI-Malaysia ini lagi,” ujar Priya merilis berita acara, Jumat (25/6).

Dijelaskan Priya, terungkapnya aktivitas pembalakan liar atau yang kerap disebut illegal logging tersebut sendiri, bermula dari tindak lanjut di lapangan dari hasil laporan masyarakat dan satuan intelijennya, masih marak kegiatan illegal logging di kawasan tersebut.

Alhasil, saat tim patroli gabungan melakukan penyisiran, ditemukanlah barak beserta tumpukan kayu tak bertuan, yang diduga kuat kayu tersebut merupakan hasil aktivitas pembalakan liar. Setelah dihitung, tumpukan kayu olahan hasil pembalakan liar yang ditemukan tersebut, totalnya ada sebanyak 7 kubik kayu berjenis bangkirai dengan berbagai ukuran.

“Jadi untuk proses penanganan lebih lanjut, barang bukti yang ada dibawa dan diserahkan kepada pihak Polhut Kementerian Kehutanan Provinsi Kaltara melalui UPT Polhut Nunukan,” tambah Priya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Minggu, 17 Januari 2021 15:23

Lima Kecamatan Terdampak Banjir Kiriman dari Malaysia

NUNUKAN - Banjir kiriman yang menimpa lima kecamatan di Kabupaten…

Sabtu, 16 Januari 2021 09:27

Banyak Pengungsi Kehilangan KTP dan KK

NUNUKAN – Setelah diungsikan di Pasar Pujasera, Liem Hie Djung…

Jumat, 15 Januari 2021 09:40

Nunukan Usul 525 P3K Formasi Guru

NUNUKAN - Setidaknya ada 525 kuota untuk pegawai  pemerintah dengan…

Kamis, 14 Januari 2021 11:20

Miras Tak Bertuan Diserahkan ke Bea Cukai

NUNUKAN – Setidaknya ada 360 botol minuman keras (miras) yang…

Rabu, 13 Januari 2021 11:32

Situasi Darurat, 29 KK Diungsikan ke Pujasera

NUNUKAN – Menghadapi cuaca tidak menentu, pengungsi korban kebakaran RT…

Selasa, 12 Januari 2021 10:12

Api dari Kompor, Motif Pelaku Pembakaran Itu Didalami

 NUNUKAN - Hingga kini, motif pelaku melakukan penimpasan terhadap sejumlah…

Senin, 11 Januari 2021 11:41

Dipersiapkan Lebih Awal, SOA ke Krayan Disiapkan Rp6 Miliar Lebih

NUNUKAN - Penerbangan bersubsidi ke wilayah Krayan dipersiapkan lebih awal…

Senin, 11 Januari 2021 10:49

Vaksin Sinovac Cukup Aman

SETELAH tibanya vaksin Sinovac di Kaltara beberapa hari lalu, kini…

Senin, 11 Januari 2021 10:47

Di Nunukan, Pembatasan Sosial Berskala Lokal Lebih Efektif

MENGHADAPI gelombang Covid-19 dengan varian barunya, Pemkab Nunukan masih kukuh…

Senin, 11 Januari 2021 10:42

Ribut dengan Istri, Timpas 7 Orang Lalu Bakar Rumah

NUNUKAN – Kebakaran besar melanda Pasar Sentral Inhutani sekira pukul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers