MANAGED BY:
SELASA
14 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 03 Juni 2020 10:32
Tim Petakan Daerah New Normal

Tim Diberi Waktu Sepekan Lakukan Analisa

RIKO.RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membentuk tim untuk mengevaluasi kondisi daerah hingga ke tingkat rukun tetangga (RT) di provinsi ke-34 ini dalam rangka menghadapi era new normal.

Gubernur Kaltara H. Irianto Lambrie mengatakan, evaluasi dilakukan sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang baru. Karena dalam keputusan itu sudah ditetapkan kriteria, indikator dan standar untuk suatu daerah bisa ditetapkan sebagai daerah yang bisa memasuki tahap new normal.
“Jadi daerah itu dipetakan, mana saja yang menerapkan new normal. Di sini sudah ada indikator terkait penyebaran pandemi Covid-19,” ujarnya kepada Radar Kaltara, Selasa (2/6).
Akan ada analisa kualitatif dan kuantitatif untuk melakukan pemetaan. Lalu diperhitungkan juga kemampuan daerah dalam menanggulanginya, termasuk seperti apa kemampuan daerah dalam percepatan pengurangan penyebaran virus ini.
“Tim ini diketuai Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra. Saya berikan waktu satu minggu untuk mereka bekerja. Setelah itu harus sudah keluar hasil analisisinya dalam bentuk laporan tertulis,” katanya.
Dari hasil analisa itu nanti akan dilakukan pemetaan. Sehingga diketahui kabupaten atau kota mana yang bisa menerapkan new normal. Bahkan jika bisa lebih detail pemetaannya dilakukan sampai ke kelurahan hingga RT.
“Jadi kita menetapkan new normal itu bisa menyeluruh. Dengan sistem ini, bisa saja RT di kelurahan A bisa menerapkan new normal, tapi RT di kelurahan B belum bisa. Kalau bisa seperti itu bagus,” bebernya.
Dalam hal ini, nanti akan ditetapkan daerah yang masuk zona hijau, zona kuning, dan zona merah. Dan penetapan zona berdasarkan indikator dan kriteria yang disusun dengan mengacu pada Keputusan Mendagri tersebut.
Jadi, setiap daerah termasuk Kaltara akan menetapkan standar yang ada itu. Selanjutnya baru didiskusikan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten/kota. Dalam hal ini tidak bisa sepihak, tapi harus bersama-sama.
Dengan hasil evaluasi, maka Gubernur akan menetapkan daerah yang memenuhi syarat untuk menerapkan new normal. Atau jika hal itu menjadi kewenangan pusat untuk menetapkan status new normal, maka itu akan diusulkan.
“Intinya di sini kita taati aturan saja. Waktu seminggu untuk tim ini bekerja terhitung mulai hari ini (kemarin). Jadi, Selasa (9/6) tim ini sudah harus melaporkan apa hasilnya ke Gubernur,” kata mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Timur (Kaltim) .
Ia memastikan laporan itu disusun berdasarkan laporan dari kabupaten/kota. Namun tetap harus melakukan peneropongan secara visual ke kabupaten/kota, baik dari data yang ada maupun turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan.
Menurut Irianto, banyak hal yang menjadi perhatian sebelum suatu daerah itu ditetapkan bisa menerapkan new normal. Untuk kasus di Kaltara ini sudah landai. Intinya penetapan zona hijau itu nilainya 100, lalu zona kuning 80-95, dan zona merah 50-75.
“Jadi kita lihat berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan tim nantinya. Seperti apa hasilnya, itulah yang akan menjadi patokan kita untuk menetapkan segala sesuatunya. Tidak bisa asal ditetapkan begitu saja,” pungkasnya. (iwk/ana)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers