MANAGED BY:
JUMAT
03 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 02 Juni 2020 14:28
Sisa 96 Orang yang Dikarantina
SIMULASI: Kodim 0907 Tarakan dan Polres Tarakan melakukan simulasi TGF untuk persiapan pengamanan pemberlakuan new normal, kemarin (1/6)./ELIAZAR/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Setelah sempat dipisahkan antara laki-laki dan perempuan, karantina kini dilakukan terpusat di satu lokasi saja. Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan memilih lokasi SMPN 1 Tarakan sebagai lokasi utama karantina.  Bagi laki-laki di lantai 3 gedung dan perempuan di lantai 2.

Koordinator Pengawasan BPBD Samsul Rizal yang bertugas di lokasi karantina menjelaskan saat ini proses karantina masih dikoordinasi oleh dua koordinator lapangan. Peserta dari SMPN 2 totalnya sekitar 64, dan peserta di SMPN 1 sekitar 32.

“Rencana sampai tanggal 6 Juni, tetapi kami juga masih menunggu imbauan dari Pemkot Tarakan, apabila dari Wali Kota (dr. Khairul, M.Kes) pada saat tanggal 6 nanti, sudah tidak lagi memberlakukan karantina bagi masyarakat yang masuk. Maka seluruh warga yang dikarantina bisa jadi akan bisa pulang ke rumah masing-masing, jadi hal ini tergantung dari Wali Kota Tarakan,” jelasnya, kemarin (1/6).

Sejauh ini ada beberapa kendala di lapangan, namun dalam skala kecil dan dapat diatasi petugas. Permasalahan yang lazim, misalnya kebutuhan air bersih, atau pengantaran makanan.

Setiap 3 hari, petugas dari Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kepada seluruh warga yang dikarantina.

“Yang banyak melakukan protes saat ini, adalah masyarakat yang hitungannya salah, ketika mereka diambil untuk dikarantina, mereka sudah melakukan perhitungan dari hari itu, yang seharusnya mereka menghitung hari esok. Seperti kemarin, mereka masuk tanggal 18 Mei dan memminta untuk dipulangkan kemarin, seharusnya pada hari ke 15 baru bisa keluar, jika memang dari Dinas Kesehatan sudah menyetujui,” jelasnya.

Tetapi, rata-rata yang masuk setelah usai Lebaran kali ini, kebanyakan masyarakat yang melakukan transit dari luar kota, dan hanya dilakukan karantina 1-2 hari.  Jadi biasanya yang seperti ini kebanyakan masyarakat yang bekerja di peusahaan tertentu dan sudah ada jaminan dari perusahaan.

 

TNI-POLRI GELAR TGF

Persiapan menuju tatanan new normal di Tarakan terus dilakukan oleh TNI-Polri. Kemarin (1/6), bertempat di Kodim 0907 Tarakan, TNI-Polri menggelar simulasi tactical floor game (TFG) akan penempatan personel di sejumlah titik nantinya.

Dandim 0907 Tarakan, Letkol Inf Eko Chandra Antoni Lestianto mengatakan, melalui TGF pihaknya ingin menyakinkan bahwa instruksi dari pimpinan bisa dilaksanakan semua personel yang akan bertugas nanti. Dalam hal penanganan, memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan langkah yang akan diambil nantinya.

“Segala kemungkinan akan kami antisipasi, baik di pasar, tempat ibadah dan di pelabuhan itu sudah kami latih prajurit kami,” katanya.

Sehingga dalam pelaksanaan pengawasan new normal oleh TNI-Polri, tidak ada yang akan bertindak sendiri. Dalam TGF itu, pihaknya sekaligus memberikan pengarahan terhadap 40 titik yang akan ditempatkan para personel TNI-Polri. Kemudian untuk penempatan jumlah personel, akan ditempatkan sesuai dengan situasi kondisi lapangan.

“Apabila itu ramai maka kami akan lakukan penebalan. Apabila itu landai-landai saja maka akan seperti biasa,” imbuhnya.

Diakui Dandim, pelaksanaan pengawasan pelaksaan new normal pihaknya tidak menginginkan adanya gangguan. Artinya masyarakat bisa beraktivitas normal, namun TNI-Polri akan memastikan masyarakat selalu mengikuti protokoler pencegahan Covid-19. Di antaranya selalu memakai masker, mencuci tangan dan menghindari terjadinya kerumunan massa.

Adapun TNI-Polri diturunkan untuk melakukan pengawasan, bertujuan ikut mencegah penyebaran Covid-19. Dandim menegaskan, masyarakat harus disiplin

“Kami komunikasi persuasif dan edukatif saja. Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat saja,” sebut pria berpangkat melati dua ini.

Dirinya pun bersama Kapolres Tarakan sudah memberikan arahan kepada personel yang akan bertugas nantinya. Bahkan nanti pihaknya akan siap melakukan evaluasi terhadap tingkat disiplin masyarakat, dalam beraktivitas seperti biasa. “Kita berharap masyarakat bisa mengerti dan memahami ini, sehingga bisa melaksanakan dengan keikhlasan. Dibutuhkan kesadaran dan ketaatan masyarakat dalam menjalankan protokoler kesehatan ini,” pungkasnya.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira mengatakan, pihaknya juga masih akan berkoordinasi dengan Pemkot Tarakan, terkait kebijakan apa saja yang akan berlaku selama tatanan new normal. Misalnya apakah masih ada pembatasan waktu beraktivitas dan upaya dari Pemkot agar tidak terjadi penumpukan massa di sejumlah fasilitas yang akan kembali dibuka.

“Namun untuk pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih akan tetap berjalan sampai 6 Juni mendatang,” ujarnya.

Pihaknya memberikan masukan pengamanan kepada Pemkot Tarakan. Apalagi TNI-Polri sudah menggelar TGF, sehingga semua personel TNI-Polri sudah siap melakukan pengamanan. “Tujuan kami agar masyarakat akan menjalankan protokoler kesehatan,” ucapnya.

Kapolres memastikan setiap personel yang bertugas akan memiliki stok masker. Apabila ada masyarakat yang tidak memakai masker, maka tidak akan diingatkan saja, namun diupayakan akan diberikan masker juga secara gratis. “Saat ini kami menghimbau pelaku usaha tetap mengikuti surat edaran dari pemerintah,” tutupnya. (agg/zar/lim)

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers