MANAGED BY:
JUMAT
03 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 02 Juni 2020 14:11
Kurva Melandai, Covid-19 di Kaltara Terkendali

PENYEBARAN virus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2) di Ibu Kota Kaltara (Kaltara) diklaim Gugus Tugas Nasional sudah terkendali. Hal itu disampaikan Juri Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto.

Yuri mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima di wilayah Kaltara sudah tidak ada penambahan kasus Covid-19 yang signifikan. “Perluasan daerah terdampak juga sudah tidak ada, begitu juga dengan penularan transmisi lokal,” kata Yurinato kepada Radar Tarakan melalui sambungan telepon, Senin (1/6).

Secara nasional bukan hanya Kaltara saja yang sudah terkendali. Setidaknya ada beberapa provinsi lain yang dipantau pemerintah pusat sudah terkendali. “Kami sarankan daerah yang sudah terkendali untuk melakukan relaksasi,” bebernya.

Relaksasi, kata Yuri, tetap harus dilakukan sesuai protokol kesehatan. Sehingga nantinya tidak ada lagi kasus baru. “Protokol kesehatan harus tetap dilakukan seiring persiapan menuju new normal,” bebernya.

Di era new normal masyarakat sudah bisa beraktivitas seperti biasa, tetapi tetap harus mengedepankan upaya pencegahan penularan Covid-19 seperti jaga jarak fisik atau physical distancing serta rajin mencuci tangan dan memakai masker saat keluar rumah.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Bulungan dr. Heriyadi Suranta mengatakan, Bulungan memang sudah terkendali. Pihaknya meyakini Covid-19 di Bulungan tidak lagi penambahan kasus baru ke depannya. Soal relaksasi yang disarankan pemerintah pusat, ia belum mengetahui. “Saya belum tahu kalau soal itu,” ujarnya.

Namun demikian, adanya arahan seperti itu tentu akan dibahas lagi di dalam rapat bersama dengan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bulungan. “Yang tergabung dalam tim gugus Tugas ini kan bukan hanya dari kesehatan. Karena dari semua pihak terkait juga turut terlibat,” sebutnya.

Lanjut Heriyadi, per hari ini ada 17 pasien dalam pengawasan dengan swab negatif. Swab yang keluar sudah termasuk pedagang dan pengunjung pasar dan minimarket yang sebelumnya reaktif rapid test. “Mudahan saja tidak ada lagi kasus baru,” pungkasnya.

 

PASIEN BERKURANG

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, kemarin (1/6) pihaknya kembali menerima tambahan yang sembuh dari hasil analisa sampel oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

“Hari ini (kemarin) kami menerima tambahan yang sembuh dari kasus konfirmasi positif sebanyak 8 orang yang terdiri dari 2 di Tarakan, 5 di Bulungan dan 1 di Tana Tidung,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Senin (1/6).

Disebutkannya, untuk 2 pasien sembuh di Tarakan itu terdiri dari seorang laki-laki berinisial ARL (33) dari Klaster Gowa dan MDR (3) laki-laki yang merupakan kontak erat dari salah satu jemaah Klaster Gowa.

Sementara untuk yang 5 di Bulungan itu terdiri dari TA (41) dari Klaster GKII Langap, ADS (27) merupakan kontak erat pasien positif yang meninggal 1 April lalu, HR (12) kontak erat dari Klaster GKII Langap, serta EY (34) dan MT (76) dari Klaster Gowa. Lima orang ini semuanya berjenis kelamin laki-laki.

“Sedangkan satu yang di Tana Tidung berinisial IM (32) dengan jenis kelamin perempuan yang berasal dari transmisi lokal,” sebutnya.

Sementara untuk kasus konfirmasi positif di provinsi termuda Indonesia ini, belum ada tambahan hasil pemeriksaan dari BBLK Surabaya, yakni masih tetap 165 kasus.

Dengan bertambahnya 8 pasein yang sembuh tersebut, maka total pasien konfirmasi positif yang sudah sembuh di Kaltara menjadi 80 orang atau 48,5 persen dari total keseluruhan kasus konfirmasi positif yang ada.

“Untuk yang masih dalam proses perawatan hingga saat ini masih ada 83 orang, sebab dari 165 kasus yang ada, 80 di antaranya sudah sembuh dan dua lagi meninggal dunia,” jelasnya.

Desebutkannya, dari 5 kabupaten/kota yang ada di Kaltara ini jumlah pasien sembuh terbanyak ada di Tarakan yakni 25 orang, berikutnya Nunukan sebanyak 21 orang, sementara yang paling sedikit itu Tana Tidung yang tercatat baru satu orang.

 

KURVA LANDAI, SEPEKAN NIHIL

Di Tarakan, sudah lebih sepekan, tercatat tidak ada penambahan kasus baru. Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 sebanyak 44 orang. Angka ini tetap bertahan sejak 21 Mei. Kurva landai, dengan besarnya angka pasien sembuh sebanyak 25 orang. Sedangkan pasien yang masih berstatus positif 19 orang.

Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap waspada dan memperhatikan protokol kesehatan.

“Kota Tarakan akan menghadapi era new normal, maka bagi masyarakat yang memang harus keluar rumah, tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, kemarin (1/6).

Senin (1/6) juga tidak terdapat tambahan PDP. “PDP yang dirawat di rumah sakit sebanyak 3 orang (tetap). Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 223 orang yang dipantau. Sedangkan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 141 orang yang dipantau,” bebernya.

Terakhir Gugus Tugas mengirimkan 17 sampel. Termasuk pemeriksaan swab tambahan 2 kasus positif Covid-19 beberapa pekan lalu, dan pemeriksaan follow up (tindak lanjut) pasien positif terdahulu. “Ada yang pemeriksaan follow up kedua dan ketiga, jadi masih menunggu hasilnya,” tutupnya. (*/jai/iwk/*/one/lim)


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers