MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 22 Mei 2020 14:04
Melebih HET, Pedagang Akan Disanksi

Di Nunukan, Pasokan Sembako Dibantu dari Malaysia

PANTAU HARGA: Harga daging ayam dan daging sapi di pasaran cukup bervariasi dengan HET daging ayam Rp 45 ribu per kilogramnya./PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara dan Disperindagkop dan UMKM Bulungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Tanjung Selor, Kamis (21/5).

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Disperindagkop dan UKM Kaltara Hj. Hasriani mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memantau harga komoditas daging ayam dan daging sapi. Dari hasil pemantauan untuk daging ayam cukup bervariasi, mulai Rp 45 ribu hingga Rp 47 ribu per kilogram (kg). Keterangan dari pedagang daging ayam ada yang didatangkan dari Berau dan Tarakan.

“Kalau Pak Nawi tadi kan dari Tarakan. Setiap malam ada 2.000 ekor ayam hidup yang datang,” ujarnya.

Dari Tarakan ayam hidup itu Rp 25 ribu dengan perhitungan biaya pengangkutan dan sebagainya. Akhirnya, harga di pasaran Rp 45 ribu per kg. “Jadi, kami minta ke pedagang kalau bisa bertahan di angka Rp 45 ribu karena sudah sesuai HET (harga eceran tertinggi), kalau bisa sampai hari H lebaran,” harapnya.

Di tengah pandemi Covid-19, pihaknya memperkirakan daya beli masyarakat akan menurun. Namun fakta di lapangan tidak seperti itu. Karena masih banyak dari masyarakat yang berbelanja di pasar. Untuk daging sapi, Dinas Pertanian sudah ada yang mengusulkan untuk penetapan HET. “Sekarang ini harga daging sapi kan bervariasi,” bebernya.

Bahkan ada satu pedagang yang menjual daging sapi Rp 160 per kg. Kalau untuk yang di perusahaan daerah (Perusda) dijual dengan harga Rp 145 per kg. “Dari Dinas Pertanian mengusulkan agar ada HET untuk lokal,” bebernya.

Sebenarnya di aturan pihaknya hanya mengatur daging beku dengan harga Rp 80 ribu per kg sampai ke konsumen. Untuk daging lokal kesepakatan dengan menghitung secara teknis. “Teknis penghitungan itu yang lebih paham dari OPD teknis,” ujarnya.

Informasi dari OPD teknis penghitungan sebenarnya sudah dilakukan dan pedagang sudah mau menyepakati harga daging sapi ke konsumen Rp 135 per kilogram. “Penghitungan itu sudah bagus, karena pedagang untung,” sebutnya.

Apabila nantinya sudah ada kesepakatan pemerintah, maka pedagang harus mengikuti aturan. Dalam hal ini konsumen juga diminta untuk selalu menawar ke pedagang. “Selama ini kan konsumen menerima saja harga yang sudah ditetapkan pedagang, karena harga jual di pedagang itu bervariasi,” ujarnya.

Hasriani menambahkan, pedagang juga diharapkan tidak melebihi HET yang sudah ditetapkan, karena kalau sampai melebih HET maka pedagang bisa saja dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan izin. “Tetapi terkait izin itu kewenangannya ada di kabupaten,” ungkapnya.

Selain daging ayam dan daging sapi, pihaknya juga menekankan kepada pedagang lainnya agar tidak memanfaatkan kondisi sekarang ini untuk mendapatkan keuntungan lebih.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Wahyuni Nuzband menambahkan, sebenarnya berdasarkan data yang DPKP ketersediaan sapi siap potong masih mencukupi jika dibandingkan permintaan saa ini. “Tetapi ketika pedagang memilih untuk membeli sapi dari luar, lagi-lagi ini hukum pasar, apalagi harganya juga lebih murah,” bebernya.

Peternak lokal juga tidak akan melepas sapi miliknya di harga yang tidak sesuai dengan keinginannya. Karena masih ada pilihan. Misalnya, di saat lebaran haji. Sehingga hal ini yang menjadi permasalahan. “Nah, untuk mengantisipasi kenaikan harga daging sapi yang lebih tinggi kami sudah melakukan penghitungan,” bebernya.

Sementara, menyoal bagaimana pengawasan kesehatan sapi dari luar masuk ke Kaltara, Kepala Seksi Kesehatan Hewan, DPKP Kaltara, Supardi mengatakan, sapi dari luar Kaltara sebelum masuk sudah melalui pemeriksaan kesehatan dari dokter hewan. “Jadi sampai di sini (Kaltara) dokumen pemeriksaan sudah lengkap,” ujarnya.

Bahkan sebelum disembelih hewan akan kembali diperiksa kembali untuk memastikan kesehatan hewan. “Nah, kalau sudah dipotong bagian dalam akan diperiksa lagi,” jelasnya.

 

Bupati Sidak ke Pasar

Memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) dan harga, Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan dan instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar.

Juru Bicara Pemkab Nunukan, Hasan Basri mengatakan sidak tersebut adalah upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam pengendalian harga dan ketersediaan sembako di sejumlah pasar sebelum dan sesudah lebaran.

Dari hasil sidak di lapangan, Hasan mengaku untuk persediaan sembako masih cukup aman. Sebab, Nunukan hingga kini masih dibantu ketersediaan bahan pangannya dari negara tetangga Malaysia. “Ya, karena masih ada yang masuk untuk membantu persediaan pangan di kita, walaupun yang dari Sulawesi dan Surabaya sebelum lebaran ini sudah tidak ada lagi. Tapi ketersediaan sembako untuk sekarang masih cukup. Itu juga untuk beberapa pekan ke depan,” ujar Hasan.

Di samping itu, untuk harga, diakui Hasan memang ada kenaikan di pasar meskipun menurutnya kenaikan tidaklah terjadi secara signifikan. Hasan menjelaskan, memang biasanya pada saat mendekati hari-hari besar, kecenderungan kenaikan harga itu memang wajar terjadi di semua daerah, bukan hanya di Nunukan saja.

“Kalau hasil sidak di pasar tadi (kemarin, Red) kenaikan harga antara seribu sampai 2 ribu rupiah saja. Seperti gula harganya Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu di atas harga normal yang biasanya Rp 13 ribu,” beber Hasan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan, Dian Kusumanto juga memastikan bahwa kebutuhan bahan pokok di tengah wabah Covid-19 dipastikan aman menjelang Idulfitri mendatang. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya secara rutin, kebutuhan pokok seperti, beras, gula pasir, minyak goreng, telur dan daging ayam stoknya sangat cukup aman. Begitu juga dengan sayur-sayuran dan buah-buahan.

Dirinya juga memastikan Disdag akan berkomitmen untuk menjaga pasokan bahan pokok yang aman bagi masyarakat. Meski beberapa waktu, stok sejumlah bahan pokok seperti telur, tomat, lombok dan bawang sempat menipis.

Tak hanya stok, Disdag bersama Satgas Pangan dari TNI dan Polres Nunukan juga rutin melakukan pemantauan ke pedagang untuk memastikan tidak ada yang melakukan penimbunan. Pemantauan harga sejumlah pangan di pasar terus dilakukan. Jika ada hal yang dianggap merugikan masyarakat dari pihak distributor dan agen, maka ada teguran atau sanksi yang diberikan. (*/jai/raw/eza)

Melebih HET, Pedagang Akan Disanksi

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 10:52

PDP Warga Tanjung Palas Berusia 15 Tahun Meninggal

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Bulungan dr. Heriyadi Suranta membenarkan…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:51

Syukurlah..!! 5 Pasien Klaster Gowa di Bulungan Sembuh Covid-19

TANJUNG SELOR- Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menerima…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:37

Polres Siapkan Personel Jelang Pilkada

TANJUNG SELOR – Sejak ditetapkan pesta demokrasi berlangsung pada 9…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:36

Tahap II, Data Penerima BST Berubah

TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil evaluasi penyaluran bantuan sosial tunai…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:34

Temukan Jemaah dengan Suhu Tubuh di Atas Normal

TANJUNG SELOR – Hari pertama pelaksanaan salat Jumat berjemaah di…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:32

Diduga Korsleting, Mobil Terbakar

TANJUNG SELOR - Satu kendaraan roda empat (R4) terbakar di…

Jumat, 05 Juni 2020 14:51

Kayu Tanpa Dokumen Diamankan

TANJUNG SELOR – Setelah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan…

Jumat, 05 Juni 2020 14:24

Tak Sesuai Protap, Rumah Ibadah Bisa Ditutup

TANJUNG SELOR – Kerinduan umat beragama untuk dapat kembali melaksanakan…

Jumat, 05 Juni 2020 14:21

DAK Rp 400 Juta ‘Jalan di Tempat’

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM…

Jumat, 05 Juni 2020 14:19

Hari Ini, 50 Persen ASN Wajib Ngantor

TANJUNG SELOR - Penerapan sistem work from home (WFH) atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers