MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 22 Mei 2020 13:54
PDP Reaktif Bertambah, Pasar Terancam Tutup

Tempat Keramaian Jadi Target untuk Rapid Test

PENCEGAHAN: Petugas melakukan pemeriksaan bagi pedagang dan pengunjung Pasar Induk, Tanjung Selor, Kamis (21/5)./PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP)  Coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Bulungan bertambah setelah hasil tes cepat atau rapid test delapan orang pedagang di Pasar Induk, Tanjung Selor dinyatakan reaktif. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan H. Imam Sujono menyampaikan, pihaknya menyiapkan 100 rapid test bagi pedagang dan pengunjung Pasar Induk.

“Kemarin (20/5), pedagang dan pengunjung di Pasar Sore juga sudah kami rapid test,” kata Imam kepada Radar Kaltara kala ditemui di Pasar Induk, Kamis (21/5).

Hasilnya, ada satu pengunjung dan satu pedagang yang reaktif Covid-19. Kemudian hari ini (kemarin,Red) ada tambahan lagi delapan orang pedagang dan pengujung Pasar Induk yang reaktif. “Delapan orang yang reaktif ini langsung dikarantina dan ditetapkan PDP,” bebernya.

Dengan adanya tambahan delapan orang ini maka jumlah pedagang yang reaktif di Pasar Induk berjumlah 13 orang. Jika diakumulasi secara keseluruhan PDP reaktif berjumlah 16 orang. “Di Pasar Induk 13 orang, di pasar sore dua orang dan satu di Bandara Tanjung Harapan,” bebernya.

Untuk swab lima orang yang sudah terlebih dahulu dikarantina, sudah diambil swab kemarin pagi dan akan langsung dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jakarta. “Kalau mau cepat sebenarnya bisa di Tarakan. Tapi karena mau Lebaran mereka tutup. Kemungkinan besar swab dikirim ke BBTKLPP Jakarta,” ungkapnya.

Menyoal apakah PDP reaktif boleh isolasi secara mandiri, Imam menjelaskan, jika hasil rapid test positif maka tidak diperbolehkan untuk isolasi secara mandiri. “Tetap harus dikarantina, kalau sampai Lebaran swab belum keluar mereka akan tetap dikarantina,” bebernya.

Imam menambahkan, selama tiga hari ke depan Dinkes akan terlebih dahulu melakukan analisis apakah dimungkinkan nanti diberlakukan pembatasan orang yang masuk ke pasar. “Kalau pembatasan. Iya, itu sudah pasti, tetapi sekarang ini kami masih menganalisis,” jelasnya.

Kalaupun pembatasan dinilai belum efektif maka tahap terakhir pasar akan ditutup sementara. Diakuinya, sebenarnya sudah sejak lama pihaknya bersama dengan OPD teknis menganalisis aktivitas di Pasar Induk dan memang sudah tidak terkontrol. “Hari ini (kemarin, Red) baru banyak yang menggunakan masker, kalau sebelumnya kan tidak seperti itu,” bebernya.

Selain di pasar, pihaknya juga akan merencanakan untuk melakukan rapid test di tempat perbelanjaan yang mengumpulkan orang banyak. “Sebelum Lebaran ini tempat keramaian akan menjadi target,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bulungan dr. Velix Toding Sima menambahkan, di pasar itu selain pedagang, pengunjung juga akan di-rapid test. Khususnya pengunjung yang tidak menggunakan masker. “Kami juga selalu menyosialisasikan kepada pedagang untuk selalu disiplin menggunakan masker,” ujarnya.

Selain di Pasar Induk sore ini pemeriksaan juga akan dilakukan di minimarket. “Seperti yang saya sampaikan di awal, pemeriksaan rapid test akan dilakukan secara random (acak),” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UKM Bulungan Murtina menambahkan, kalau penutupan pasar kemungkinan belum akan dilakukan dan yang lebih memungkinkan dilakukan yakni pembatasan pasar. “Kami mau nya ada pembatasan dan akan diusulkan ke gugus tugas,” bebernya.

Nantinya, pembatasan tidak hanya berlaku di Pasar Induk, karena Pasar Sore juga akan diterapkan hal yang sama. “Ya, kemungkinan nanti akan ada pembatasan sampai waktu boleh buka,” ucapnya.

Apabila hasil rapid test terus bertambah kemungkinan besar akan dilakukan penutupan pasar sementara seperti yang sudah diberlakukan di beberapa daerah di Pulau Jawa. “Tapi semua itu akan di bahas lebih lanjut bersama tim gugus terlebih dahulu,” pungkasnya.

273 OTG Jalani Pemeriksaan Dirapid Test

Sementara di wilayah Kabupaten Nunukan, setidaknya ada 273 Orang Tanpa Gejala (OTG) di Krayan akan menjalani pemeriksaan rapid test massal karena menjadi kontak erat pasien positif Covid-19 klaster Langap. Hingga Kamis (21/5) pemeriksaan masih berlangsung dan belum adanya ditemukan OTG yang positif atau reaktif.

Itu diungkapkan Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid -19 (TGC) Nunukan melalui Juru Bicara (Jubir) Covid-19, Aris Suyono saat melakukan konferensi pers, Kamis (21/5). Diakui Aris, memang OTG terbanyak berada di wilayah Puskesmas Long Bawan, Krayan, atas hasil tracing kontak erat pasien positif klaster Langap tersebut. “Karena memang untuk penderita positif tersebut sebelumnya sudah pernah aktif di berbagai kegiatan di wilayah Krayan, baik kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan dan kegiatan pertemuan yang dilakukan di instansi di wilayah Krayan. Jadi sangat banyak kontak eratnya,” ujar Aris.

Pada Rabu (20/5) kemarin, pihaknya sudah mengirimkan 200 unit alat rapid test ke Puskesmas Long Bawan. Rencananya Jumat (22/5) hari ini, tim TGC Nunukan akan kembali mengitimkan sebanyak 100 unit alat rapid test lagi. “Ya, sampai hari ini masih berproses pemeriksaan rapid test. Sampai sekarang juga belum ada laporan yang rapid test nya positif atau reaktif, dan memang hingga saat ini masih berjalan terus pemeriksaan rapid test massal itu,” tambah Aris.

Pada kesempatan itu, Aris juga menyampaikan Kamis (21/5) kemarin, tim TGC kembali mengirimkan 20 sampel orang ke RSUD Tarakan. Rinciannya 13 sample untuk follow up kesembuhan dan 7 untuk diagnosa Covid-19 untuk 2 PDP hasil surveilans aktif, 1 OTG kontak erat klaster Temboro, 2 ODP kontak erat klaster temboro dan 2 ODP dari hasil kegiatan Pantau Kesehatan Lansia (Pankesia). 

Di Nunukan sendiri, tercatat 43 kasus positif Covid-19, dengan 18 kasus sembuh, sehingga yang kini masih berada dalam perawatan medis ada 25 pasien dengan rincian 22 pasien dirawat di Nunukan, 2 pasien menjalani isolasi mandiri di rumah yaitu di RT 08 Desa Mansapa, dan 1 orang menjalani terapi medis di RSUD Malinau.

Aris juga menyampaikan, hingga Kamis (21/5) kemarin, belum ada perubahan kebijakan dari Gugus Tugas Nasional atau pusat, baik yang berhubungan dengan rencana relaksasi PSBB dan kebijakan lainnya. Sehingga TGC Nunukan tetap mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat Nunukan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan seperti tetap berada di rumah, keluar rumah hanya saat keadaan mendesak, selalu gunakan masker ketika berada di luar rumah, selalu menjaga kebiasaan cuci tangan menggunakan sabun dan tidak berkerumun, apalagi menyelenggarakan kegiatan yang mengakibatkan kerumunan banyak orang.

“Yang terpenting juga harus tetap lakukan sosial distancing dan physical distancing, menjaga jarak 1 sampai 2 meter, juga jangan lupa meningkatkan imnunitas masing-masing dengan konsumsi gizi yang seimbang,” imbau Aris.

Menjelang IdulFitri, TGC juga berharap masyarakat Nunukan agar tetap mematuhi imbauan atau seruan bersama dari Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD), Ssebab itu sangat penting guna mencegah penularan Covid-19 di  Nunukan. Itu juga tentu sangat menghambat munculnya klaster lokal yang bisa saja muncul di Nunukan mengibat di beberapa titik sudah ada penemuan penularan lokal. (*/jai/fly/raw)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 10:52

PDP Warga Tanjung Palas Berusia 15 Tahun Meninggal

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Bulungan dr. Heriyadi Suranta membenarkan…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:51

Syukurlah..!! 5 Pasien Klaster Gowa di Bulungan Sembuh Covid-19

TANJUNG SELOR- Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menerima…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:37

Polres Siapkan Personel Jelang Pilkada

TANJUNG SELOR – Sejak ditetapkan pesta demokrasi berlangsung pada 9…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:36

Tahap II, Data Penerima BST Berubah

TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil evaluasi penyaluran bantuan sosial tunai…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:34

Temukan Jemaah dengan Suhu Tubuh di Atas Normal

TANJUNG SELOR – Hari pertama pelaksanaan salat Jumat berjemaah di…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:32

Diduga Korsleting, Mobil Terbakar

TANJUNG SELOR - Satu kendaraan roda empat (R4) terbakar di…

Jumat, 05 Juni 2020 14:51

Kayu Tanpa Dokumen Diamankan

TANJUNG SELOR – Setelah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan…

Jumat, 05 Juni 2020 14:24

Tak Sesuai Protap, Rumah Ibadah Bisa Ditutup

TANJUNG SELOR – Kerinduan umat beragama untuk dapat kembali melaksanakan…

Jumat, 05 Juni 2020 14:21

DAK Rp 400 Juta ‘Jalan di Tempat’

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM…

Jumat, 05 Juni 2020 14:19

Hari Ini, 50 Persen ASN Wajib Ngantor

TANJUNG SELOR - Penerapan sistem work from home (WFH) atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers