MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 17 April 2020 13:24
Putra Perbatasan, Waketum DPP Demokrat

Yansen: Saya Juga Terkejut Menerima Amanah Ini

AMANAH: Wakil Ketua DPP Demokrat, Yansen, TP. FOTO: DOKUMEN

PROKAL.CO, MALINAU – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Yansen Tipa Padan (YTP) mendapat amanah baru dari Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Demokrat periode 2020-2025.

Terkait amanah baru tersebut, Yansen yang juga dikenal sebagai Bupati Malinau ini mengaku terkejut dan tak pernah membayangkan apalagi merencanakan atau mengomunikasikan hal-hal yang berkaitan dengan dirinya untuk menjadi salah satu unsur waketum.

“Jadi rasanya saya juga terkejut mendapat amanah ini. Namun sebagai pribadi yang memang sudah berkomitmen untuk berkontribusi dalam dunia politik, ya kepercayaan itu menjadi sebuah amanah untuk saya,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Kamis (16/4).

Sebagai orang yang beragama, tentu dirinya mensyukuri apa yang telah dipercayakan dan ia menganggap itu adalah ramhat dari Tuhan. Kemudian, lanjutnya, kepercayaan yang diberikan oleh ketum dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepadanya juga menjadi sebuah beban.

Sebab, selama ini dirinya hanya berpikir dalam lingkup daerah, namun sekarang diajak dalam lingkup nasional.

“Saya kira ini juga menjadi sebuah tantangan tersendiri dari gaya berpikir lokal atau regional, menjadi berpikir nasional. Ini kan tentu membutuhkan sebuah kesempatan untuk pembelajaran dan penyesuaian diri,” katanya.

Tapi terlepas daripada persoalan itu, menurutnya bagaimana pun juga selama ini ia bersama kader Demokrat Kaltara juga sudah membangun wawasan berpikir masyarakat Kaltara sendiri khususnya, di mana Partai Demokrat berlandaskan nasionalis religius. Sehingga dari awal Demokrat Kaltara sudah terbangun konteks berpikir nasionalis relegius itu.

“Mudah-mudahan amanah ini bisa saya emban dan secara tidak langsung juga saya mewakili masyarakat Kalimantan diberi kepercayaan dan juga wakil dari jajaran pemerintahan,” ucapnya.

Kenapa dia sampaikan diberi amanah? Karena mewakili dari unsur kader yang beraktivitas di pemerintahan.  Karena memang salah satu indikator dirinya dilibatkan di samping sebagai kader yang dinilai mampu menghidupkan partai serta  memiliki track record yang cukup panjang di partai. Juga punya pengalaman di bidang pemerintahan.

Selain itu, sesuai yang disampaikan AHY, bahwa para waketum yang dipilih merupakan representasi enam wilayah besar di Indonesia yang salah satunya Kalimantan. Kemudian, Yansen juga merupakan waketum yang saat ini menjabat sebagai kepala daerah, sedangkan yang lain adalah anggota DPR RI.

Seperti, adik kandung AHY, yaitu Edhie Baskoro Yudhoyono dan nama-nama tenar kader Demokrat lainnya. “Mudah-mudahan amanah ini bisa saya jalankan dengan baik mewakili masyarakat Kaltara dan masyarakat Kalimantan pada umumnya,” ucapnya sekali lagi.

Saat ditanya apakah ada komunikasi sebelumnya terkait yang diamanahkan? Yansen mengaku tidak ada jika secara langsung. Termasuk saat Kongres Demokrat beberapa waktu lalu. Karena, pada waktu itu seperti biasa dalam kongres, DPD-DPD diminta urun rembug memikirkan bagaimana langkah-langkah partai ke depan, terutama menghadapi peralihan generasi kepemimpinan di Demokrat.

“Ya kita (DPD Demokrat Kaltara) salah satu yang memang memberi pandangan bahwa Partai Demokrat memang harus melihat ke depan sekarang. Ya kalau ke belakang, itu era-era yang sudah kita rasakan dan ke depan itu membutuhkan satu karakter kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi riil perkembangan ke depan,” bebernya.

Namun, dirinya tidak menduga jika ia salah satu yang dilirik partai untuk masuk dalam lingkup kepengurusan DPP.

Memang, lanjutnya, ada komunikasi. Tetapi komunikasi biasa saja dan tidak menjurus kepada mengajak untuk masuk kepengurusan dan sebagainya.

“Memang hari H (pengumuman nama pengurus) kemarin memang dikomunikasikan ke kita, bagaimana pendapat kita tentang ini. Tetapi kita kan tidak tahu kenapa kita ditanya seperti itu. Jadi setelah kemarin diumumkan (AHY) baru saya ngerti oh rupanya itu maksudnya,” terangnya seraya mengatakan AHY hanya meminta pendapat bagaimana kepentingan partai ke depan, namun dirinya tidak tahu maksud dari pertanyaan AHY tersebut.

“Jadi tidak kamu saya percayakan ini, tidak ada,” tegas pria yang mengaku sudah lama mengikuti partai berlambang mercy ini.

Sejak 2004 dia mengaku sudah mengikuti Parta Demokrat, terlebih adik sepupunya pada tahun 2004 menjadi ketua Demokrat pertama di Tarakan. Namun saat itu dirinya masih berstatus pegawai negeri sipil (PNS), maka tidak boleh masuk partai.

“Nah kemudian ketika sudah lepas tugas (pensiun dini jadi PNS), saya masuk partai. Tapi perjalanan Demokrat itu sudah saya ikuti sejak dari awal,” ungkapnya.

Untuk menjabat pimpinan partai, yaitu berawal dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Malinau tahun 2010, kemudian di Tahun 2016, dirinya dipercaya mengemban amnaah ketua DPD Kaltara.

Dengan posisi dirinya sebagai salah satu waketum, saat disinggung soal pemilihan kepala daerah (pilkada) Kaltara, ia mengaku itu bagian yang terpisahkan dari amanah baru ini. Tapi, terlepas dari pada mekanisme pilkada, di mana partai juga akan menentukan, maka tergantung bagaimana kondisi riil yang di Kaltara nanti.

“Saya kira sebagaimana yang sudah disampaikan secara langsung, baik oleh Pak SBY sebagai ketua dewan kehormatan maupun Pak AHY sebagai ketum, beliau mempertegas bahwa membesarkan partai itu harus dimulai dengan membesarkan kader-kadernya,” katanya.

 Artinya, sudah jelas bahwa partai memberi peran kepada kader-kadernya. Sebab, jika kader-kadernya kuat, partai juga kuat.

“Oleh sebab itu saya kira tidaklah jauh dari apa yang beredar selama ini bahwa Partai Demokrat tentu lebih memprioritaskan kader,” pungkasnya. (ags/ana)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers