MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 09 April 2020 14:13
Peluang Kesembuhan Pasien Positif Besar

Malinau Siapkan RS Rujukan

SUDAH SIAP: Tampak salah satu ruangan di RSUD Malinau yang dicek sejak sebulan lalu terkait persiapan penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Malinau. FOTO: AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, PASIEN dalam pengawasan (PDP) di Tarakan sebanyak 5 orang dan menunggu hasil pemeriksaan swab. Orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 171 orang, dan ODP yang sudah selesai menjalani pemantauan sebanyak 80 orang.

Sedangkan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 177 orang, yang dipantau sebanyak 153 orang dan yang selesai dipantau sebanyak 24 orang. “Pasien positif Covid-19 tetap 9 orang,” papar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes.

Lantas seberapa besarkah tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19 ini? Dia menjelaskan peluang kesembuhan 9 pasien positif ini sangat besar. Selama dirawat di rumah sakit, dan mematuhi arahan dokter yang merawat pun dapat mempercepat kesembuhannya. Namun sesuai dengan prosedur tetap (protap) Kemenkes RI, orang yang positif wajib melakukan 2 kali pemeriksaan sampel dan dinyatakan negative berturut-turut.

Selama pemeriksaan sampel pertama dan kedua setelah dinyatakan positif belum dilakukan, maka pasien tersebut tetap berada di ruang isolasi dan mendapatkan perawatan. Seperti perbaikan daya tahan tubuh, maupun perawatan keluhan penyakit lainnya.

“Pasien positif nomor 2 sampai 9 itu kan rata-rata masih muda, jadi tingkat kesembuhannya lebih cepat selama mematuhi anjuran dokter,” katanya.

Seperti pasien M (79) atau kasus positif pertama di Tarakan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan sejak 18 Maret lalu. Yang kemudian dinyatakan positif pada 27 Maret.

Kemudian dilakukan pengambilan swab pertama setelah dinyatakan positif bulan lalu, hasilnya negatif pada Minggu 5 April. Meski kondisi pasien M saat ini sudah membaik, dan riwayat penyakit seperti diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi sudah terkendali, pasien M tetap dirawat hingga dilakukan pemeriksaan swab terakhir dan hasilnya negatif.

“Pasien M kan masih menunggu hasil swab kedua lagi. Sedangkan pasien positif kedua sampai 9 itu baru masuk dan memang ada orang tanpa gejala (OTG), maka tetap dilakukan perawatan dan perbaikan kesehatan hingga saat dilakukan uji sampel pertama dan kedua lagi,” bebernya.

Untuk mem-back up lonjakan pasien kasus Covid-19 yang dirawat, Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) sudah dipersiapkan sejak awal Maret. Terdapat 6 ruangan dengan total 18 tempat tidur untuk PDP maupun OTG.

“Sekarang dipersiapkan lagi bila ada penambahan pasien. RSUKT digunakan sebagai rumah sakit rujukan awalnya pada saat 12 jamaah tabligh akbar itu, dan kita sudah buat surat ke provinsi agar bisa ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan di Kaltara,” jelasnya.

Lantas bagaimana pula kesiapan sumber daya manusia (SDM)-nya? dr. Devi mengaku sejujurnya berbicara perihal tenaga medis, masih sangat minim di tengah pandemi Covid-19 ini. Khususnya tenaga perawat.

“Jadi saat ini kami mengambil dari tenaga Puskesmas Juata, Mamburungan 1 orang, tenaga dari RS Bhayangkara ada 3 orang, Dinkes Tarakan juga diperbantukan 2 orang. Dokter dan perawat yang menangani Covid-19 itu sekitar 6 atau 8 orang,” katanya.

Dia mengatakan idealnya tenaga medis merawat seorang pasien positif Covid-19. Namun minimnya tenaga medis, pihak rumah sakit pun tidak dapat menerapkannya. “Kalau di ruang isolasi jam kerjanya lebih pendek karena pakai lengkap APD, 4 jam satu shift (giliran), maka butuh tenaga medis banyak. Kalau idealnya itu kan satu pasien, satu perawat,” tuturnya.

Sementara 10 pasien di RSUKT sudah dilakukan pengambilan swab Selasa (7/4) dan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. “Sambil menunggu hasilnya, tetap di RSUKT dan dilakukan perawatan untuk keluhan lainnya,” tutupnya.

 

MALINAU SIAPKAN RS RUJUKAN

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mengaku Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malinau siap menjadi rumah sakit (RS) rujukan penanganan wabah Coronavirus disease (Covid-19). Hal itu sesuai surat keputusan (SK) Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang telah menunjuk RSUD Malinau sebagai salah satu RS rujukan mengahadapi pandemi.

“Untuk RSUD Malinau dijadikan RS rujukan Covid-19, Pak Bupati sudah mengarahkan, bahwa pertama pemerintah daerah (pemda) sudah siap,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) dan sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, M.M, Rabu (8/4) di ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau.

Dikatakan Sekda, jauh sebelum itu ditunjuk, Pemkab Malinau sudah sangat mengantisipasi. Selasa (7/4), kata Ernes, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si, juga memerintahkannya untuk mengecek kembali ke rumah sakit.

Saat ini, sebutnya, ruang isolasi penanganan Covid-19 di RSUD Malinau sudah siap digunakan memilIki 12 tempat tidur (bed). Kemudian, juga disiapkan tambahan 2 ruang, yaitu Ruang Tulip dan Teratai 66 tempat tidur.

“Artinya, jika kondisi yang luar biasa RS sudah memiliki sekitar 12 bed ditambah 66 bed, berarti sekitar 78 bed untuk merawat penderita,” ungkap.

Dua ruang tambahan tersebut sudah pihaknya minta kepada Direktur RSUD Malinau disimulasikan. Walaupun mungkin saat ini masih ada satu atau dua pasien umum yang dirawat akan segera dipindahkan. Sebab, ruang tersebut segera dipersiapkan untuk jadi ruangan perawatan bagi penanganan Covid-19.

“Kalau dibilang untuk siap, sangat siap Malinau dalam rangka penanganan,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai asisten ekonomi dan pembangunan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Malinau ini.

Diakuinya, untuk mendukung RSUD Malinau, memang yang masih pihaknya upayakan adalah pengadaan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan. Memang di mana-mana mengalami kesulitan untuk pengadaan APD.

“Ini juga kalau memang nanti RSUD Malinau dijadikan rumah sakit rujukan, pemerintah provinsi juga bisa mendistribusikan APD-APD untuk petugas kesehatan kita,” katanya.  (*/one/ags/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:49

Nol PDP, Tren ODP dan OTG Menurun

TARAKAN – Seorang yang sebelumnya ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan…

Jumat, 29 Mei 2020 09:45

Rumah Ibadah Kembali Dibuka

TANJUNG SELOR – Dua bulan terakhir, warga tidak dapat melakukan…

Kamis, 28 Mei 2020 18:34

Mendagri: Pilkada Serentak Dimajukan

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian memastikan pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers