MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 09 April 2020 12:17
Lagi, Rapid Test 4 Eks Jemaah Positif
SAMPAIKAN PERKEMBANGAN: Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, menyampaikan laporan perkembangan Covid-19 di Kota Tarakan, kemarin (7/4). FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, BERTAMBAHNYA jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Tarakan, membuat tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan harus bekerja lebih ekstra. Dari hasil laporan rilis pada Selasa (7/4), diketahui saat ini pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 5 orang dan sebanyak 129 orang berstatus orang dalam pemantauan (OPD).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, menyampaikan pasien terkonfirmasi positif masih 9 orang.

“Pemantauan dilakukan oleh puskesmas sesuai wilayah tempat tinggal OPD 99 orang, ODP yang selesai menjalani pemantauan dan dinyatakan sehat sebanyak 30 orang,” ujarnya, (7/4).

Terkait orang tanpa gejala (OTG), ia menjelaskan sejauh ini Gugus Tugas masih melakukan pemantauan pada 118 orang yang tersebar di Kota Tarakan. Selain itu, sejauh ini juga terdapat 24 OTG yang telah selesai menjalani pemantauan.

“Jumlah kumulatif OTG 142 orang, yang masih dipantau 118 orang dan yang telah selesai dipantau 24 orang. Kemudian dari 12 sampel jemaah tablig yang dikirim, pada Jumat (3/4) dan Sabtu (4/4), didapatkan 8 positif dan hari ini 7 April didapatkan 4 hasil negatif,” tukasnya.

Lanjutnya, sejauh ini pihaknya telah melakukan rapid test (tes cepat) pada 170 orang. Meski angkanya cukup besar, namun ia menjelaskan jika jumlah tersebut bukanlah dari jumlah keseluruhan OTG di Tarakan. Mengingat tidak semua OTG dilakukan rapid test.

“Namanya juga orang tanpa gejala, itu adalah orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif, itu juga dilakukan rapid test. Tapi tidak semua OTG dilakukan rapid test hanya beberapa saja yang dinilai berisiko tinggi. OTG saat ini jumlahnya terus bertambah,” ungkapnya.

Mengenai masyarakat yang sudah melaporkan ke hotline (nomor layanan) Gugus Tugas, berjumlah 581 orang. Selain itu, ia menerangkan jika uji rafid test kepada 22 jemaah tablig pada lokasi karantina, 4 positif dan selanjutnya akan menjalani swab.

“Kemudian masyarakat yang melaporkan ke hotline Gugus Tugas berjumlah 581 orang dan akan terus dilakukan pemantauan. Selanjutnya pada hari senin 06 April dilakukan screaning RTD kepada 22 jemaah Tabligh Akbar yang ada di gor. Dan didapatkan 4 hasil RTD positif. 10 jemaah yang tidak sehat dilakukan rujukan ke RSU Kota Tarakan hari ini untuk dilakukan pengambilan swab kepada 10 orang jemaah Tabligh cluster Lambelu,”tukasnya

Terkait banyaknya keluarga dan orang terdekat pasien positif, pihaknya memastikan telah melakukan tracing (penelusuran). Meski demikian, ia belum dapat memastikan total jumlah orang yang sudah di-tracing.

jIka nantinya hasil rapid test pada ODP atau pun OTG menunjukkan positif, maka pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mudah panik dan khawatir. Hal itu dikarenakan hasil positif dari rapid test belum tentu positif terjangkit Covid-19.

“Kalau rapid test positif itu bukan berarti dia positif Covid-19, tapi bisa jadi dia bisa terinfeksi virus lain seperti demam berdarah, atau virus lainnya. Seperti kejadian saat kami melakukan rapid test kepada yang kontak dengan positif pada kasus pertama, itu kan rapid tesnya positif. Tapi begitu uji swab-nya hasilnya negatif,” pungkasnya.

 

ADA 400 PENUMPANG LAMBELU

Setidaknya ada 400 lebih eks penumpang KM Lambelu yang terdeteksi turun di Nunukan, Sabtu 28 Maret lalu. Seluruhnya akan dihubungi oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan data tersebut diterima dari PT Pelni Cabang Nunukan.

“Kami akan hubungi satu per satu dan kami berikan edukasi,” ujar Aris, kemarin (7/4).

Di samping itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk memberitahukan ketika mengetahui ada penumpang KM Lambelu yang belum melapor. Apalagi tim meyakini masih banyak OTG yang tidak menyadari bahwa dirinya adalah OTG.

16 ODP di Rusunawa Sedadap akan dilakukan pengambilan swab. Berikut 4 pasien yang diisolasi di RSUD Nunukan.

“Besok (hari ini, Red) kami akan lakukan pengambilan swab lagi, sekalian besok (hari ini, Red) kami kirim ke Tarakan dan diteruskan ke Surabaya,” tambah Hasan.

Selasa (7/4) OTG bertambah 13 orang menjadi 33 orang. Mereka merupakan eks penumpang KM Lambeu. Sebanyak 33 berstatus OTG dan 77 orang berstatus ODP melakukan isolasi mandiri. “OTG  dipastikan akan bertambah terus, apalagi kita sudah dapatkan manifest dari pihak pelni,” beber Aris.

 

EMPAT HASIL LAB NEGATIF

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, pihaknya kembali menerima hasil uji sampel dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya pada Selasa (7/4).

“Informasi baru ada 4 sampel yang dikirimkan ke BBLK Surabaya sudah keluar hasilnya dan dinyatakan negatif. Semua itu dari klaster jamaah tablig di Tarakan,” katanya.

Selain itu, juga sudah dikirimkan sebanyak 17 sampel yang sekarang dalam proses pemeriksaan di BBLK Surabaya. Jumlah itu terdiri dari 4 sampel dari Tarakan, 4 sampel dari Bulungan, 3 sampel dari Malinau, dan dari 6 sampel dari Nunukan.

“Kemudian dari rumah sakit di kabupaten/kota juga baru saja mengambil sampel, terutama pada kontak erat jemaah tablig di Nunukan 20 sampel, di Bulungan 23 sampel,” sebutnya.

Termasuk juga pengambilan sampel dari klaster lain di Tana Tidung dan Malinau yang saat ini dirujuk di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor.

Sementara, untuk positif yang ditemukan pertama di Tarakan dengan inisial M, sudah diambil sampel kedua yang sekarang dalam proses pemeriksaan di BBLK Surabaya. Demikian juga dengan pasien positif di Bulungan dengan inisial S juga sudah diambil sampel dan sekarang dalam proses pengiriman.

“Termasuk juga di Nunukan satu pasien positif diambil sampelnya dan dikirim ke BBLK Surabaya. Harapannya, semua pasien positif di Kaltara ini hasil sampelnya jadi negatif sehingga dapat dinyatakan sembuh,” pungkasnya.

 

GUNAKAN MASKER

Meski Presiden Joko Widodo secara resmi sudah mewajibkan penggunaan masker bagi siapa pun yang keluar rumah, sebagai upaya memutus rantai penularan kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker ketika keluar rumah.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara dr. Franky Sientoro, Sp.A, mengatakan, potensi terjangkiti Covid-19 sangat tinggi pada warga yang keluar rumah tanpa menggunakan masker.

“Mengapa semuanya wajib menggunakan masker saat keluar rumah, karena untuk menghindari terjangkiti Covid-19 dari OTG. OTG ini tidak menyadari bahwa dirinya terkena Covid-19, sehingga dia nantinya bisa menjadi media penyebar penyakit ini,” ungkapnya, Selasa (7/4).

Kebijakan Jokowi mewajibkan seluruh orang menggunakan masker dilandasi oleh anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Jumlah penderita sudah semakin banyak dan transmisi cepat terjadi.

“Saya memastikan bila masyarakat mematuhi saran pemerintah untuk kewajiban penggunaan masker ketika keluar rumah, penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir,” ujarnya.

Mengapa penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir dengan menggunakan masker, dikarenakan penggunaan masker yang merata oleh semua orang bisa memutus rantai penularan Covid-19 dari OTG.

“Karena kita tidak tahu di ketika keluar rumah menemukan OTG, atau diri sendiri juga bisa masuk OTG. Mengigat tidak ada gejala yang ditimbulkan, sehingga antisipasinya masing-masing menggunakan masker untuk pencegahan penyebaran Covid-19 yang terjadi melalui droplet,” tuturnya.

Adapun masker yang digunakan adalah yang bersifat water resistant. Tenaga kesehatan dianjurkan menggunakan masker bedah dan N-95. Sementara untuk masyarakat umum dianjurkan menggunakan masker kain.

“Bisa gunakan masker kain asalkan tetap memperhatikan kebersihannya, dengan mencucinya setelah digunakan, maksimal dalam sehari untuk menggunakan masker kain itu 4 jam,” pungkasnya. (*/zac/raw/iwk/jnr/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:49

Nol PDP, Tren ODP dan OTG Menurun

TARAKAN – Seorang yang sebelumnya ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan…

Jumat, 29 Mei 2020 09:45

Rumah Ibadah Kembali Dibuka

TANJUNG SELOR – Dua bulan terakhir, warga tidak dapat melakukan…

Kamis, 28 Mei 2020 18:34

Mendagri: Pilkada Serentak Dimajukan

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian memastikan pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers