MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 07 April 2020 10:34
Waspada, Ada Tim Penyemprotan Disenfektan Palsu, Mereka Menghipnotis

Hipnotis Bukan Ilmu Kejahatan

Ilustrasi.

PROKAL.CO,  TARAKAN – Rabu (1/4) lalu, warga Tarakan sempat dibuat gelisah dengan adanya audio beredar perihal hipnotis berkedok tim penyemprotan disinfektan ke rumah warga.

Diketahui audio berantai yang berisikan percakapan korban terhipnotis, disebarkan salah seorang warga RT 26, Kelurahan Karang Anyar, dengan maksud mengimbau agar masyarakat Tarakan lebih selektif saat adanya petugas yang mengaku ingin melaksanakan penyemprotan disinfektan.

Seperti yang dikatakan Ketua RT 26, Karang Anyar, Syamsuri kepada Radar Tarakan.

“Itu maksudnya warga saya mau mengimbau, kalau ada orang seperti yang di audio itu jangan diterima, diperjelas dulu petugas dari mana, karena ada berita seperti itu. Tapi bukan kejadiannya di RT 26, tapi mengimbau ke grup-grup,” katanya saat dikonfirmasi.

Dia mengatakan sebelum melakukan penyemprotan disinfektan, petugas yang melaksanakan wajib melapor ke ketua RT setempat.

“Kalau orang yang tidak kita kenal, dipertanyakan dulu dari instansi mana, melapor ke RT. Harus jelas, karena kalau tidak jelas dan nantinya ada apa-apa, bagaimana,” lanjutnya.

Dia pun meminta agar warga yang melihat orang mencurigakan segera melapor ke ketua RT setempat. Apalagi dipermudah dengan komunikasi digital, sehingga melapor lebih cepat. “Kami ada grup, kalau ada apa-apa sampaikan saja jadi kami tahu, tidak perlu ke rumah dulu. Kami sudah beberapa kali dilakukan penyemprotan, tapi petugasnya jelas semua, seperti dari PMI, dan ada warga juga yang menyemprotkan sendiri,” katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Praktisi Hipnosis dan Hipnoterapi Indonesia (Prahipti) Kalimantan Utara, Nur Ali, S.Ag, IBH, CI, NLP, hipnotis bukan tindak kejahatan atau kriminal.

Namun kejahatan yang mirip hipnotis adalah gendam, yang memengaruhi pikiran seseorang menggunakan kekuatan doa, mantra dan ritual khusus untuk mendapatkan ilmu tersebut.

“Gendam itu tidak perlu adanya kesepakatan antar dua belah pihak, jadi bukan termasuk hipnotis,” katanya kepada Radar Tarakan.

Dia mengatakan orang yang dapat dihipnotis harus melewati tiga syarat, yang disepakati kedua belah pihak. Yakni memiliki kemampuan fokus yang baik, bersedia dihipnotis secara pikiran dan perasaan, serta merasa pasrah dihipnotis.

“Jadi kalau berkomunikasi alam bawah sadar, dan sugesti orang yang menghipnotis itu masuk karena dia mau dan pasrah, maka tubuh fisiknya pun terikut. Jadi kalau tidak ada kesepakatan, maka itu tidak berhasil. Kalaupun mulutnya bilang iya, tapi kalau hatinya bilang tidak mau dihipnotis, maka itu juga tidak bisa,” jelasnya.

“Semakin dia cerdas, semakin mudah dihipnotis karena pikirannya fokus. Beda sama orang stres, orang banyak pikiran, dan orang tua, itu sulit dihipnotis karena pikirannya kacau, tidak fokus,” sambungnya.

Dijelaskannya, hipnotis ada 20 jenis dan dapat dimanfaatkan di dalam kehidupan sehari-hari. Seperti hypnotherapy untuk menyembuhkan orang yang memiliki gangguan jiwa atau pikiran. Kemudian hypnoteaching yang dapat digunakan dalam dunia pendidikan, agar pelajaran yang disampaikan guru dapat dimengerti anak muridnya.

Adapula hypnosport untuk motivasi para atlet, hypnobrithing sebagai metode relaksasi dan menenangkan saat proses persalinan, hypnoslimming sebagai teknik khusus bagi orang yang ingin menurunkan berat badan.

“Ada juga hypnogiving itu supaya orang senang berbagi atau bersedekah, ada juga hypno communication agar lebih percaya diri saat berkomunikasi. Jadi hipnotis itu ada banyak jurusan, dan banyak manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari. Makanya bukan untuk tindak kejahatan. Kita se-Indonesia ada sekitar 2.000 alumni, dan itu ada wadahnya yang berdiri di Jakarta, tahun 2002. Jadi itu bukan ilmu jalanan,” tutupnya.

 

PAKAI ATRIBUT

Sekretaris PMI Tarakan Amrin, S.E, menyampaikan bahwa khusus dari PMI setiap kali melakukan penyemprotan melewati beberapa prosedur. Dari pihak yang bersangkutan sebelumnya harus menelepon dulu ke PMI, nantinya dari PMI akan mengatur jadwal penyemprotan, dan pihaknya akan melakukan konfirmasi ketika akan melakukan penyemprotan.

“Untuk mengetahui tim PMI yang melakukan penyemprotan, setiap melakukan tugas  akan selalu menggunakan atribut dari PMI. Mulai dari baju sampai dengan tangki penyemprotan akan melekat lambang PMI. Hal ini kami lakukan, karena sekarang banyak masyarakat yang juga melakukan penyemprotan, bagi masyarakat yang membutuhkan layanan penyemprotan agar mengambil gambar dari oknum yang bersangkutan,” tegasnya.

PMI menyampaikan bagi masyarakat yang ingin melakukan penyemprotan agar berkomunikasi sebelumnya kepada pihak PMI pada saat akan melakukan penyemprotan.

“Sampai pada tanggal 2 April, kami dari PMI Tarakan sudah melakukan penyemprotan sebanyak 206 titik, di mana titik tersebut tersebar di empat kecamatan di seluruh Tarakan, tempat ibadah 112, kantor pemerintahan 22, yayasan atau pondok pesantren 12, fasilitas umum 2, bank 18, instansi lain 32, rumah pribadi 2 dan rumah dinas 2, jadi, sampai saat ini kami melakukan penyemprotan di semua lokasi tersebut,” ujarnya.

Persediaan disinfektan masih cukup hingga seminggu ke depan. PMI juga sangat terbuka jika ada yang ingin meyampaikan bantuan

“Alhamdulillahdonasi yang masuk saat ini masih tetap mengalir, dan total dana yang masuk ke rekening PMI Tarakan sebanyak Rp 20.594.500, dan anggaran ini sebagian sudah digunakan untuk pembelian APD, disinfektan serta kebutuhan-kebutuhan pendukung dilapangan. Jadi kami maksimalkan setiap donasi yang masuk untuk kegiatan di lapangan,” tutupnya.

 

BELUM ADA PELAPOR

Satreskrim Polres Tarakan masih melakukan penelusuran terhadap rekaman suara terjadi tindakan pencurian, dengan modus dilakukan penyemprotan disinfektan rumah warga. Hingga kemarin (3/4), belum ada masyarakat Kota Tarakan yang melaporkan kejadian tersebut.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira, melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Iptu Muhammad Aldy mengatakan, pihaknya masih terus mengupayakan mencari kebenaran dari informasi itu. Pasalnya, rekaman itu sudah beredar di sejumlah grup media sosial dan dianggap sangat meresahkan masyarakat.

“Kami terkendala karena informasi itu viral dan sudah banyak yang menyebarkan. Kemudian sumbernya sudah terlalu banyak,” katanya, kemarin (3/4).

Beberapa orang yang dimintai klarifikasi, mengakui bahwa mendapatkan rekaman itu dari pihak lain. Namun pihaknya memastikan akan terus mencari kebenaran informasi itu. Pihaknya berharap masyarakat tetap waspada dengan situasi saat ini. Apalagi modus yang digunakan para pelaku, denga cara berpura-pura sebagai petugas untuk menyemprotkan disinfektan di rumah warga. “Makanya kalau petugas yang ingin melakukan penyemportan disinfektan, pihaknya berharap agar identitas petugas itu dipastikan terlebih dahulu,” ucap pria berpangkat balok dua ini.

Untuk menghindari kejadian seperti itu, peran ketua RT sangat dibutuhkan. Selama adanya imbauan masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah, Aldy menuturkan pihaknya masih saja menerima beberapa laporan aksi kejahatan. Terutama kasus pencurian. Meski saat ini rumah jarang ditinggalkan dalam keadaan kosong, namun masih ada beberapa modus lain yang harus diwaspadai oleh masyarakat.

“Kemudian kelau ada kejadian masyarakat harus langsung membuat laporan ke pihak kepolisian, agar secepatnya dilakukan penindakan,” tutupnya. (*/one/agg/zar/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 10:11

DUH..!! Tenaga Kesehatan di Tarakan Terkonfirmasi Covid-19

KABAR menyedihkan kembali disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan.…

Sabtu, 06 Juni 2020 09:18

Perkantoran Sudah, Menyusul Pelonggaran Toko dan Pasar

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya merilis tahapan pelonggaran…

Jumat, 05 Juni 2020 14:49

Tiga Terdakwa Sabu 2 Kg Divonis 18 Tahun Penjara

  TARAKAN – Tiga terdakwa perkara sabu 2 kg yaitu…

Jumat, 05 Juni 2020 13:35

BREAKING NEWS! Seorang Nakes Positif Covid 19

TARAKAN - Gugus Tugas Covid-19 Tarakan kembali menyampaikan kabar terkait…

Jumat, 05 Juni 2020 13:30

Tenggelam, Ditemukan dengan Cara Dijaring

TARAKAN – Salah seorang warga Pantai Amal, Tarakan Timur pada…

Jumat, 05 Juni 2020 13:26

Tak Diperkenankan Imam/Khotib di Luar Lingkungan

TARAKAN - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Tarakan memastikan seluruh…

Jumat, 05 Juni 2020 13:24

Penyesuaian Tarif Menunggu Usulan

 TARAKAN - Belum ada angka pasti penyesuain tarif yang akan…

Jumat, 05 Juni 2020 13:21

Biaya Mahal, Dilema Pengusaha

 SEBAGIAN pengusaha di Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Tarakan menyambut baik…

Jumat, 05 Juni 2020 11:59

Polri Siap Kawal New Normal, Kapolda : Masyarakat Harus Bisa Disiplin

TARAKAN- Kapolda Kaltara Irjen Pol Indrajit kembali menegaskan TNI-Polri siap…

Jumat, 05 Juni 2020 11:57

Transportasi Laut Dibuka 8 Juni, Wali Kota Maunya Kurangi Penumpukan di Pelabuhan

TARAKAN- Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, mengharapkan, semua masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers