MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 06 April 2020 14:44
Rapid Test Negatif, Pemkot Luluh

Karantina Eks Jemaah Gowa Cuma 3 Hari

TRACING CONTACT: Seorang petugas menyambangi rumah warga di Tarakan Tengah guna melakukan rapid test, kemarin (5/4). Tes antibodi itu diyakini dapat mendeteksi penderita Covid-19 lebih awal. FOTO: IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pasien M atau pasien pertama yang dinyatakan positif dan diumumkan pada Jumat 27 Maret belum sembuh, namun pasien positif Covid-19 di Tarakan bertambah. Bertambah 2 orang menjadi 3. Dua tambahan pasien positif ini adalah jemaah eks ijtima di Pakatto, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tiba di Tarakan, Sabtu (28/3) pekan lalu dengan menumpang Kapal Motor (KM) Lambelu.

Saat tiba di Tarakan, kedua pasien positif ini bersama rombongan lainnya dikumpulkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Kompleks Sport Center, guna karantina dalam pemantauan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan.

Namun total sekitar 55 jemaah yang dikumpulkan di Sport Center ini, diklaim kondisinya membaik. Meski hanya 3 hari dikarantina di GOR, para jemaah dipulangkan berangsur dari Senin 30 Maret hingga Selasa (31/3) siang guna melanjutkan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Tapi, baru dua hari di rumah, 11 jemaah kembali dijemput tim Gugus Tugas guna diisolasi di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), Kamis (2/4) sore. Itu setelah adanya 4 jemaah eks ijtima Gowa di Nunukan terkonfirmasi  positif Covid-19. Kemudian Jumat (3/4) disusul 1 orang jemaah. Ke-12 jemaah ini merupakan satu rombongan dengan 4 pasien positif dari Nunukan, yang menumpangi KM Lambelu.

Alhasil, yang dikhawatirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, termasuk warga Tarakan, hasil pemeriksaan sampel 2 jemaah dinyatakan positif Covid-19.

Dalam keterangan Gugus Tugas sebelumnya, 5 sampel jemaah ini dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya pada Jumat (3/4) pagi. Dikatakan Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, dari 5 sampel tersebut, baru dua hasil yang keluar dan terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara 3 sampel lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Diketahui juga, 7 sampel jemaah lainnya menyusul dikirim Sabtu (4/4) pagi kemarin. Juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Sebanyak 2 orang terkonfirmasi positif, dari hasil swab yang dikirim ke Laboratorium (BBLK) Surabaya. Sampel yang lainnya masih menunggu, kami harapkan hasilnya negatif,” kata dr. Devi.

Dua pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki, dengan masing-masing berinisial S (39) warga Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah dan R (23) warga Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat.

Saat di GOR, kedua pasien ini awalnya tidak sehat dengan keluhan batuk. Setelah dilakukan pemeriksaan, juga rapid test (tes cepat) hasilnya negatif. Dengan alasan kondisi membaik, rombongan jemaah diperbolehkan pulang.

“Memang saat di GOR kedua orang ini ada keluhan batuk, tapi kondisinya sudah membaik dan sekarang pun tidak ada keluhan. Saat dilakukan pemeriksaan darah (di GOR) hasilnya negatif. Tapi kami tindaklanjuti karena ada kasus di Nunukan, tapi hasil swab-nya positif,” bebernya.

Bertambahnya 2 pasien positif ini pun gugus tugas lakukan tracing di lingkungan tempat tinggal masing-masing jemaah tersebut. Kemudian 2 pasien positif ini, yang sebelumnya diisolasi di RSUKT akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

“Begitu dinyatakan positif, kami akan kontak RSUKT merujuk ke RSUD Tarakan. Bertambahnya 2 pasien positif ini, artinya sudah ada 3 pasien positif di Tarakan,” simpulnya.

Mengenai rapid test, kata dia, ada beberapa syarat.  Kebijakan pemeriksaan rapid test ini tidak sesederhana yang dipikirkan seperti masyarakat pada umumnya. Dibeberkannya, untuk dilakukan rapid test saat ini diprioritaskan pada semua jemaah yang kontak erat dengan positif dan yang pernah tinggal di GOR.

 

TAK ADA ISOLASI MANDIRI

Radar Tarakan menemukan eks jemaah ijtima Gowa yang dibolehkan pulang oleh Gugus Tugas Covid-19 Tarakan pada Selasa 31 Maret justru tak melakukan isolasi mandiri di rumah.

S, istri salah seorang jemaah yang positif bertutur bahwa suaminya masih sempat bekerja sejak pulang dari karantina 31 Maret lalu. Di rumahnya, ada 7 anggota keluarga, termasuk ia dan sang suami.

“Tanggal 2 (2 April) itu sempat jalan, antar galon ke Jalan Lapangan (Jalan Mulawarman, depan Lanud Anang Busra). Kerja setengah hari. Karena di sana ada temannya yang kebetulan jemaah tablig juga,” jelasnya.

S mengaku kaget saat mengetahui suaminya dibolehkan pulang oleh Pemkot Tarakan. “Saya juga kaget kenapa langsung dipulangkan (dari karantina). Padahal bilangnya 14 hari,” ujarnya, kemarin (5/4).

Ketika sampai di rumah, suaminya pun berkumpul lagi dengan keluarga.  Selama berada di rumah, sang suami juga diketahui tidak memiliki keluhan apa pun.

“Saya komunikasi terus. Dua hari di rumah enggak ada keluhan. Pas dicek tenggorokan di rumah sakit, baru diketahui ternyata positif,” ucapnya.

 

Pemkot Tarakan mengaku keputusan membolehkan eks jemaah tablig untuk pulang pada tanggal 31 Maret, atau hanya lepas 3 hari dikarantina karena pertimbangan hasil rapid test (tes cepat) dan tidak adanya gejala. “Kalau enggak ada keluhan dan gejala, terus rapid test-nya negatif, maka tidak ada alasan untuk menahan. Tapi ternyata ada riwayat,” ungkap Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, kemarin (5/4).

Khairul juga percaya mengenai penuturan eks jemaah ijtima Gowa yang menyatakan adanya proses karantina di Sulsel sebelum dibolehkan berangkat menuju Tarakan. Saat karantina di GOR Tarakan, memang terdapat jemaah yang dalam kondisi batuk dan flu, kata dia. Hanya, setelah dilakukan perawatan keadaan yang bersangkutan membaik dan hasil rapid test negatif.

“Tapi dalam kondisi seperti itu, mereka diberi status orang dalam pemantauan (ODP),” jelasnya.

Dalam keputusan itu pula, Khairul meminta para jemaah mengisolasi diri secara mandiri di rumah. “Walaupun bukan jemaah, tapi karena satu kapal, jadi harusnya dilakulan pemeriksaan semua. Makanya kami langsung ambil lagi jemaahnya, itu pun yang diambil dari klaster KM Lambelu, karena satu kapal,” katanya.

Melalui hal tersebut, Khairul mengambil 12 orang jemaah untuk dikarantina kembali. Namun sisa jemaah sebanyak 30 orang harus diperiksa kembali, apalagi ada jemaah yang telah berakhir masa karantinanya. “Yang lain sudah ada yang berakhir dan duluan pulang. Tapi kami mau tanya lagi, apakah ada kontak dengan yang positif,” ujarnya.

 

TITIK KESEMBUHAN

Sementara itu, pasien M, kasus pertama positif Covid-19 di Tarakan pun sudah dilakukan pengambilan swab pertama sejak dinyatakan positif pada Jumat (27/3). Hasil pemeriksaan laboratorium tersebut, negatif. Namun sesuai prosedur tetap (protap) Kemenkes RI, pasien positif wajib melakukan 2 kali pemeriksaan laboratorium dan 2 kali hasilnya negative berturut-turut.

“Jadi baru satu kali dilakukan uji swab dan hasilnya baru datang kemarin, negatif. Satu kali lagi pemeriksaan dan negatif, baru bisa dikatakan sehat. Kondisinya otomatis berjalan seiring, misalnya gula darahnya bisa dikendalikan, maka penyakit yang lainnya juga bisa dikendalikan,” tambah dr. Devi, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Tarakan.

Di Nunukan, pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 2 orang. Pasien itu, merupakan orang dari kontak erat pasien konfirmasi positif Covid-19 yang masing dirawat di ruang isolasi RSUD Nunukan.

Dengan begitu, total jumlah PDP pun menjadi 3 orang, sebab sebelumnya hanya ada 1 orang saja. Tak hanya OPD, orang tanpa gejala (OTG) juga bertambah 5 orang. Dari yang sebelumnya hanya 15 orang, sekarang sudah 20 OTG. Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) masih sama seperti kemarin, sebanyak 82 ODP.

 

KESULITAN TRACING

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan Aris Suyono mengatakan, tim terus melakukan tracing atau pelacakan eks penumpang KM Lambelu yang pernah menjadi penumpang bersama dengan pasien positif Covid-19.

“Jadi ada kemungkinan, ada kontak dengan keluarga di rumahnya masing-masing,” ujar Aris kepada sejumlah awak media, Minggu (5/4).

Aris juga mengaku, kesulitan menelusuri penumpang lain di kapal yang sempat berlabu di pelabuhan. Sebab, memang tidak lengkapan alamat masing-masing penumpang di manifest kapal. Untuk itu, koordinasi ke pihak PT Pelni pun segera akan dilakukan.

Tim saat ini, membuka seluas-luasnya informasi dari masyarakat dan juga diharapkan ada laporan untuk warga yang kebetulan datang bersaaman di kapal pada tanggal 28 Maret lalu, apalagi hingga timpul gelaja ispa, demam, batuk, filek dan sejenisnya.

“Dalam 2 hari ini, kami sudah terima laporan, sudah ada 3 laporan yang memang adalah pelaku perjalanan dan dalam kondisi muncul gelaja,” tambah Aris.

Dilanjutkan Aris, seluruh orang yang menjalani karantina khusus di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Sedadap telah di-tracing ulang. Hasilnya hanya ada 43 orang yang merupakan kontak erat pasien positif.

“Ya, ada orang yang tidak masuk kontak erat, kami pulangkan ke wilayahnya masing-masing,” imbuh Aris.

Tindakan lanjutan yang dilakukan, tim telah menyampaikan persiapan untuk pengambilan contoh swab terhadap 43 orang tersebut. Dinkes Kaltara pun dalam proses pengiriman 100 swap untuk kebutuhan 43 orang yang diisolasi.

Sementara itu, kondisi 4 pasien yang masih berada di ruang isolasi RSUD Nunukan diketahui sudah semakin membaik. Minggu kemarin, RSUD melakukan pengambilan swab bersamaan dengan 6 paseian lainnya yang ada di RSUD Nunukan.

“Hari ini (kemarin, Red) contoh swab sudah dikirim ke Tarakan. Besok (hari ini, Red) akan dikirim ke BBLK Surabaya,” beber Aris. (*/one/shy/raw/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:49

Nol PDP, Tren ODP dan OTG Menurun

TARAKAN – Seorang yang sebelumnya ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan…

Jumat, 29 Mei 2020 09:45

Rumah Ibadah Kembali Dibuka

TANJUNG SELOR – Dua bulan terakhir, warga tidak dapat melakukan…

Kamis, 28 Mei 2020 18:34

Mendagri: Pilkada Serentak Dimajukan

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian memastikan pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers