MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 06 April 2020 14:41
Penyebaran Meluas, Pesan 1.000 Rapid Test

Siapkan Rp 30 M untuk Penanganan Covid-19

ANTISIPASI: Pemeriksaan terhadap kontak erat pasien positif Covid-19 merupakan salah satu kegiatan yang ‘menelan’ biaya dari realokasi APBD Bulungan. FOTO: IWAN KURNIAWAN/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Stok rapid test yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sebanyak 200 stik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini sudah menipis.

Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono mengatakan, jika melihat kondisi penyebaran Covid-19 yang kian meluas saat ini, tentu rapid test yang ada tidak cukup. Sehingga perlu dilakukan pengadaan secara mandiri oleh Pemkab Bulungan.

“Kami sudah melakukan pengecekan menggunakan rapid test terhadap kontak erat pasien positif. Saat ini stok yang ada di kami masih sangat terbatas, sehingga perlu segera disikapi,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor pekan lalu.

Ia mengatakan, saat ini sudah cukup banyak rapid test yang digunakan. Jadi, selain berharap dengan adanya bantuan dari pemprov maupun pusat, saat ini pihaknya juga telah melakukan pemesanan rapid test secara mandiri. 

“Kami melakukan pengadaan. Kami telah memesan sekitar 1.000 stik (rapid test). Ini kami pesan dengan rekanan kami di pusat,” katanya.

Dikatakannya, untuk per stik rapid test itu harganya cukup tinggi, yakni di atas Rp 500 ribu. Jadi untuk yang satu kotak isi 20 stik, itu mencapai Rp 11 juta. Artinya tinggal dikalikan berapa anggaran untuk pengadaan 1.000 rapid test tersebut. “Jika kita lihat kondisi yang ada saat ini, tentu kebutuhan akan rapid test itu mengalami peningkatan,” sebutnya.

Namun, jika ingin dilakukan rapid test massal, ia menegaskan tentunya perlu adanya dukungan ketersediaan rapid test dari pemerintah pusat dengan jumlah besar jika memang hal itu ingin dilakukan. 

“Memang secara nasional itu (rapid test massal, Red) sempat disampaikan. Tapi, ini tentu perlu anggaran. Sementara, untuk rapid test yang dipesan rencananya awal April ini baru akan sampai di Bulungan,” sebutnya.

Ia mengaku, kesulitan dalam hal pengadaan rapid test itu, selain karena masalah anggaran, juga karena ketersediaan barang yang agak sulit didapatkan. Untuk rapid test yang ada akan diprioritaskan untuk mengecek orang-orang yang masuk kriteria. 

Untuk diketahui, data terakhir yang diterima, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Bulungan sebanyak 35 orang, orang tanpa gejala (OTG) 49 orang, pasiean dengan pengawasan (PDP) satu orang, dan yang positif Covid-19 tiga orang.

Sementara itu, dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Bupati Bulungan, H. Sudjati mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan realokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 yang kemudian akan dipergunakan untuk biaya penanganan Covid-19 di Bulungan.

“Karena kami pasti butuh anggaran yang besar untuk penanganan Covid-19, baik untuk melengkapi fasilitas kesehatan, logistik untuk yang dikarantina, hingga kebutuhan tenaga medis,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Minggu (5/4).

Realokasi anggaran itu diambil dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Mulai dari anggaran perjalanan dinas hingga anggaran kegiatan lainnya yang dinilai bisa dialihkan, seperti anggaran rapat.

“Tapi ini (Rp 30 miliar, Red) belum termasuk anggaran pilkada (pemilihan kepala daerah) tahun ini yang rencananya ditunda. Informasi terakhir, anggaran yang belum digunakan akan dialihkan ke pencegahan dan penanganan Covid-19,” sebutnya.

Artinya, anggaran yang belum digunakan oleh penyelenggara pemilu, itu dikembalikan ke pemerintah daerah masing-masing untuk direalokasikan ke pencegahan dan penanganan Covid-19. Nanti, jika sudah ditentukan kembali, baru dialokasikan kembali.

“Ini (anggaran pilkada) belum tahu lagi berapa yang sudah dan berapa yang belum digunakan. Pastinya itu nanti akan dihitung dan dibuat ulang laporan administrasi penggunaannya sesuai apa yang dikerjakan,” sebutnya.

Namun, realokasi anggaran itu juga akan dikondisikan sesuai dengan kebutuhan dan penanganannya ke depan. Jika yang ada saat ini sudah cukup, kemungkinan tidak diganggu. Disebutkannya, anggaran sekitar Rp 30 miliar yang disiapkan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 itu tidak mengganggu kegiatan fisik yang dianggarkan melalui APBD Bulungan tahun ini. 

“Kemungkinan nanti yang dari DAK (Dana Alokasi Khusus). Tapi sejauh ini kami belum melakukan realokasi anggaran dari DAK. Baru yang APBD saja,” sebutnya.

Untuk sementara, anggaran Rp 30 miliar itu dinilai cukup untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 di Bulungan. Tapi, jika nanti anggaran itu masih kurang, maka pihaknya akan melakukan realokasi anggaran lagi. 

 

Kebutuhan Pangan Aman Hingga Juni

Bupati Bulungan, H. Sudjati juga memastikan untuk kebutuhan pangan di Bulungan masih terbilang aman hingga beberapa bulan ke depan. Namun, untuk mengantisipasi agar tidak terjadinya penumpukan orang yang membeli kebutuhan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melakukan berbagai strategi.

Selain masyarakat umum, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bulungan juga turut menjadi sasaran sebagai orang-orang yang harus mendapatkan kebutuhan pangan yang cukup. “Artinya, kita punya hitungan itu, jika terjadi hal yang tak diinginkan, kita sudah siap. Termasuk misalnya seperti kebutuhan pangan dari luar daerah,” jelasnya.

Dalam hal ini, Bupati sudah meminta Perusda Berdikari untuk melakukan pendataan, terutama ASN. Jadi nanti mereka langsung diantarkan ke rumahnya masing-masing. Ini merupakan salah satu upaya untuk melakukan physical distancing.

“Jadi, misalnya per orang ASN itu 10 kilogram. Nah, itu bisa diantarkan langsung ke rumahnya masing-masing. Tapi, untuk sementara ini kebutuhan itu masih terbilang aman kalau sampai Juni nanti,” sebutnya.

Masyarakat juga diminta untuk tidak panik, tapi tetap waspada dan jaga kesehatan dengan mengikuti anjuran pemerintah yang sudah ditetapkan dalam protokol kesehatan. Setidaknya masyarakat juga memiliki peran untuk terlibat bersama-sama dalam mencegah meluasnya wabah Covid-19 ini. (iwk/eza)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 10:38

Masa Pandemi, Nihil PAD di Sektor Objek Wisata

TANJUNG SELOR – Jika selama ini sektor objek wisata diandalkan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:32

15 Jabatan Akan Dilelang

TANJUNG SELOR - Beberapa kursi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama…

Jumat, 29 Mei 2020 10:28

MANTAP..!! Ruas Jalan Krayan-Malinau Selesai Sebelum 2024

TANJUNG SELOR – Berdasarkan paparan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:14

New Normal, Pengunjung Wajib Pakai Masker

TANJUNG SELOR – Di masa pandemi CoronaVirus Disease 2019 (Covid-19), Kementarian…

Kamis, 28 Mei 2020 14:35

Ombudsman Anggap Penting Siagakan APD di Posko

TANJUNG SELOR - OmbudsmanRI Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menilai…

Kamis, 28 Mei 2020 14:33

Fenomena Matahari Tepat di Atas Kakbah

TANJUNG SELOR – Fenomena matahari berada tepat di atas Kakbah…

Kamis, 28 Mei 2020 14:30

Puluhan Desa Mulai Salurkan BLT-DD

TANJUNG SELOR – DinasPemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bulungan…

Kamis, 28 Mei 2020 14:27

Rapid Test Satu Keluarga Reaktif

TANJUNG SELOR – Satu keluarga di Kelurahan Tanjung Selor Hulu,…

Kamis, 28 Mei 2020 14:07

Tes PCR Paling Lambat Awal Juni

JIKA tak ada aral, akhir Mei atau paling lambat awal…

Kamis, 28 Mei 2020 12:20

Dimulai 15 Juni, Tahapan Pilkada Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

TANJUNG SELOR - Komisi II DPR RI bersama Mendagri, KPU…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers