MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 06 April 2020 12:27
Sasar Korban PHK dan UKM

21 Ribu Kartu Prakerja Disiapkan

BERAKTIVITAS: Pekerja di sektor informal yang mengandalkan penghasilan harian tetap beraktivitas di luar rumah dengan menerapkan physical distancing. FOTO: DOKUMEN

PROKAL.CO, TARAKAN - Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh dunia usaha. Beberapa pengusaha pun harus memutar otak hingga merumahkan karyawan. Pemerintah pun menyikapi, akan menanggung mereka yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK), melalui program kartu prakerja.

Muhammad Zulfikar, memiliki dua kafe di Jalan Kusuma Bangsa dan Jalan Bhayangkara yang kandas dikarenakan tidak adanya pemasukan sejak akhir Maret lalu. “Jadi saya punya dua kedai karena adanya peraturan dilarangnya berkumpul akhirnya kami tutup, satu awalnya. Sekarang sudah hampir tiga minggu tutup, kedai kedua kami juga ikut menyusul karena memang sangat sepi. Tidak ada pengunjung akhirnya selama dua pekan juga tutup,” tandasnya.

Biasanya untuk satu kedainya saja, Zulfikar bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp 700 ribu. Sejak pandemi corona dan membuat beberapa ekonomi terhambat. Pemasukan sehari hanya Rp 95 ribu. Zulfikar pun telah merumahkan dua karyawannya.

“Memang pendapatan kami cuma berputar di bahan baku saja dan gaji pegawai. Kalau kami paksakan, terus kami tidak ada keuntungan sama sekali sampai saat ini,” tegasnya.

Meski memaksakan membuka kedainya, Zulfikar akui Jumat (3/4) lalu ia mencoba membuka kedainya, dengan konsep yang berbeda. Seperti sistem take away dan membatasi pengunjung yang hendak bersantai. “Ya, bagaimana bisanya kita mengakalinya saja,” kata dia.

Lain Zulfikar, lain juga Amir, diketahui sudah membangun kafe yang berada di Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah. Ia awalnya berencana membuka kedai itu pada April, namun kemudian diundur. “Sebenarnya kami sudah mulai pembangunan sudah hampir beberapa bulan, namun sejak ada edaran pemerintah akhirnya gagal. Kami sudah mengeluarkan modal sangat besar tapi akhirnya seperti ini,” lanjutnya.

Amir juga mengatakan, harusnya pemerintah bisa tegas, pasalnya saat ini masih ada saja beberapa tempat makan yang membuka dagangannya di beberapa jalan utama. “Kayak kafe itu kan tempat makannya juga ada,” ujarnya.

Eddy, seorang pengusaha di bidang kuliner juga mengakui sejak beredarnya wabah corona di Tarakan tempat usahanya yang berada di Jalan Kusuma Bangsa mulai sepi pengunjung. Pada akhir Maret lalu ia memutuskan untuk menutup total tempat usahanya tersebut. “Jadi sekarang ini bagaimana membantu pemerintah lah, untuk mencegah terutama memutuskan penularan virus corona ini, terutama di Tarakan. Karena usaha terpaksa kita tutup, agar menghindari adanya kerumunan masyarakat,” lanjutnya.

Bahkan Eddy juga akui dari beberapa karyawannya hanya tersida dua orang saja. “Karena kami sudah tidak ada pemasukan sama sekali, akhirnya kami rumahkan beberapa karyawan. Bahkan bahan baku sudah ada yang naik lagi. Harusnya bisa ditekan sama pemerintah. Ditambah lagi menjelang Ramadan ini kita tidak tahu bisa buka atau tidak,” aku Eddy.

Rahma, salah seorang karyawan di sebuah perusahaan saat ini tengah dirumahkan. Ia berharap pemerintah bisa membantu para karyawan yang dirumahkan. Pasalnya dengan tidak adanya pekerjaan maka penghasilan pun tidak ada. “Ya kita pikir makan sehari-hari seperti apa saat ini, sedangkan penyebaran corona semakin meluas, bahkan di Tarakan pulau kecil saja ada yang terjangkit. Harusnya semua dipikirkan bagaimana solusinya, terutama bagi kami para karyawan yang saat ini masih di rumah tanpa pekerjaan maupun gaji,” tambahnya.

 

DUNIA USAHA WASWAS

Pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa saja terjadi.

Wakil Ketua Umum Bidang Ilmu Teknologi dan Industri Kreatif pada Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Kaltara, Effendy Gunardi, S.E, mengatakan, PHK menjadi salah satu pilihan karena dampak pembatasan kegiatan produksi perusahaan.

“Contoh di Jawa karyawan perusahaan sudah banyak yang dirumahkan, namun tetap menerima gaji 50 persen. Ini membenani perusahaan karena kewajibannya untuk membayar cicilan di bank juga tetap jalan, sementara barang yang diproduksi tidak maksimal karena kebijakan untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah,” tuturnya, Sabtu (4/4).

Instruksi work from home (WFH) atau kerja dari rumah dinilai efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun tidak semua pekerja bisa WFH, ada juga pekerja yang memperoleh hasil dengan harus melakukan kerja fisik seperti di perusahaan industri.

“Yang jadi masalah ini pekerja yang menggunakan fisik, bila di rumah dengan menerima gaji 50 persen, tentu membebani perusahaan. Belum lagi kewajibannya membayar cicilan di bank, dampak buruknya pastinya PHK hingga perusahaan tersebut bangkrut,” ucapnya.

Terkait PHK, dirinya menegaskan bahwa hal tersebut merupakan hal yang perlu dihindari oleh setiap perusahaan. Mengingat PHK bukanlah solusi saat ini.

“Kadin pusat hingga Kadin di daerah berusaha agar anggotanya tidak melakukan PHK terhadap karyawannya. Bila dilakukan tentunya akan memutus rezeki orang lain, terlebih orang yang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari bersama keluarganya,” ujarnya.

Keringanan kredit oleh Presiden Joko Widodo hingga maksimal satu tahun, bisa membantu perusahaan menengah ke bawah untuk mengatasi kondisi saat ini.

“Itu untuk menengah ke bawah, sebenarnya dampak besar juga dirasakan oleh perusahaan besar, sehingga kita harapkan ada juga penundaan pembayaran kredit untuk perusahaan besar yang memiliki karyawan lebih banyak di masa pandemi ini,” ungkapnya.

Sementara khusus secara umum di Kaltara pendemi Covid-19 sudah sangat memengaruhi berbagai sektor, seperti pariwisata, perhotelan, pariwisata, transportasi, restoran dan terutama sektor perikanan yang menjadi unggulan Kaltara.

“Sebelum Maret kami sudah merasakan kesulitan ekspor dan impor di sektor perikanan  terutama udang. Pangsa pasarnya di Tiongkok dan beberapa negara di Asia tutup akibat Covid-19,” ujarnya.

Meski ada pilihan di pangsa pasar Eropa yang kebanyakan meminta udang windu,  namun kondisinya sudah sama seperti Tiongkok dan beberapa negara Asia.

“Di Eropa tidak hanya dibatasi saja, ada juga negara Eropa yang ekspor dan impornya sudah ditutup akiibat Covid-19,” ujarnya.

Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara nasional akan terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. “Tidak hanya ekonomi nasional saja, ekonomi dunia juga terkena imbasnya, Amerika yang merupakan negara yang super power juga harus kebingungan menghadapi Covid-19, semoga semua sehat dan Covid-19 segera dapat teratasi. Amin,” pungkasnya.

 

KARTU PRAKERJA

Korban PHK akibat pandemi Covid-19 akan diperhatikan pemerintah. Di Kaltara rencananya korban PHK akan menerima kartu prakerja. Sehingga tanggungan biaya makan per bulan, akan diberikan oleh pemerintah.

Kepada Radar Tarakan, Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnaker Tarakan Hanto Bismoko mengatakan sejumlah hotel  di Tarakan terpaksa merumahkan sejumlah karyawannya sebagai dampak Covid-19.

Tak hanya PHRI, namun cold storage seperti sementara tidak beroperasi lantaran jumlah permintaan dari luar negeri yang tidak sebanyak dulu. Akan tetapi, perusahaan agen penyalur dan produksi triplek masih berjalan.

“Jadi imbas terbesarnya ini ada di bidang perhotelan. Makanya kami terus berkomunikasi, agar jika ada dampak dari corona ini dapat disampaikan dan dilaporkan,” jelasnya.

Setiap perusahaan wajib melaporkan apabila ada kendala dikarenakan penyebaran Covid-19. Mereka yang di-PHK tetap akan ditanggung pemerintah.

“Kalau dulu namanya kartu prakerja untuk mencari kerja, ini akan dialihkan untuk pekerja-pekerja yang terdampak pada Covid-19 ini,” katanya.

Meski begitu, untuk kisaran yang akan diberikan dari kartu prakerja ini masih belum diketahui pihaknya. Prakerja itu akan menyentuh 21 ribu orang.

“Tapi itu data dari provinsi, makanya kami terus berkomunikasi agar data itu segera dikirimkan kepada kami kalau ada,” ujarnya.

Jika karyawan yang dirumahkan, maka tidak akan mendapat pesangon dari perusahaan. Sebab akan dipanggil kembali jika kondisi telah stabil. Lain halnya kepada karyawan yang di-PHK maka wajib mendapatkan pesangon.

“Pemerintah sudah ada solusi melalui kartu prakerja yang akan diberikan per bulan. Tapi yang dapat itu dikarenakan PHK dari virus corona ya, bukan yang lain,” pungkasnya.

Seperti diungkap Presiden Joko Widodo, Kamis (2/4), kartu prakerja dinaikkan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun untuk 5,6 juta pekerja informal, pelaku usaha mikro dan kecil. Penerima manfaat kartu prakerja akan mendapat insentif pasca pelatihan Rp 600 ribu dengan biaya pelatihan Rp 1 juta.

 

400 IKM-UKM DIUSULKAN

Pelaku industri kecil menengah (IKM) dan usaha kecil menengah (UKM) sedang dalam pengusulan kartu prakerja. Jumlah se-Kabupaten Nunukan yang diusulkan memperoleh program anyar pemerintah pusat ini sekitar 300 sampai dengan 400 IKM dan UKM.

“Jumlahnya di kisaran 300 sampai dengan 400. Kami sesuaikan dengan kemampuan kami sampai pada tenggat waktu pengusulan,” ujar Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (DKUKMP) Nunukan, H. Abdul Karim.

Menurutnya, waktu pengiriman data calon penerima kartu prakerja ini cukup singkat. Data usulan harus dikirim ke Provinsi Kaltara selambat-lambatnya Jumat (3/4) sore. Selanjutnya data diteruskan ke Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian.

Diungkap H. Karim, data usulan yang dikirim DKUKMP didominasi pelaku IKM. Hal ini dikarenakan IKM merupakan industri penghasil yang memiliki tenaga kerja satu hingga tiga orang per-IKM.

“IKM ini adalah sektor yang menghasilkan produk. Sementara UKM sebagai sektor yang memasarkan produk. Contoh misalnya, IKM memproduksi tempe, lalu UKM yang menjual tempe tersebut ke konsumen,” terangnya.

Selain IKM, lanjut H. Karim, sektor UKM yang memiliki merek dagang, tempat usaha dan mempunyai tenaga kerja, turut menjadi prioritas diusulkan mendapat kartu prakerja. Adapula sekitar 65 wirausaha pemula (WUP) masuk dalam usulan tersebut.

“Jumlah 400 yang kami usulkan itu mengakomodasi IKM, UKM dan WUP dari berbagai kecamatan. Harus kita akui bahwa sektor ini cukup banyak terdampak dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini,” imbuhnya.

Dalam tabulasi data DKUKMP Nunukan tercatat sebanyak 2.756 pelaku UKM di wilayah Kabupaten Nunukan. Namun untuk melakukan verifikasi terhadap UKM yang aktif maupun yang nonaktif, saat ini masih terkendala lantaran sedang diberlakukan pembatasan aktivitas di luar rumah.

Kendati jumlah yang diusulkan masih terbilang kecil di tengah terbatasnya waktu pengusulan, Karim berharap pemerintah pusat dapat membuka pintu usulan tahap dua. Hal ini diharapkan mampu mengakomodir lebih banyak pelaku usaha kecil untuk sama-sama mendapatkan kartu prakerja.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nunukan, Abdul Munir memastikan, sampai saat ini tenaga kerja pada sektor perkebunan masih dalam posisi aman. “Belum ada laporan PHK pada sektor perkebunan. Ini tentu menjadi konsen kami memantau situasi dan perkembangan tenaga kerja di sektor ini,” tegas Munir kepada media ini.

Sementara itu, usulan kartu Pra Kerja diprioritaskan bagi tenaga kerja di sektor perhotelan. Seluruh tenaga kerja perhotelan diusulkan untuk mendapatkan kartu Pra Kerja.

Menurut Munir, tenaga kerja pada sektor perhotelan sangat riskan kehilangan pekerjaaan di tengah pendemi Covid-19. “Semua pekerja hotel kami data dan diusulkan mendapat kartu Pra Kerja. Jumlahnya bisa diakses di kantor (Disnakertrans) saat hari kerja,” bebernya.

(puu/jnr/shy/raw/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:49

Nol PDP, Tren ODP dan OTG Menurun

TARAKAN – Seorang yang sebelumnya ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan…

Jumat, 29 Mei 2020 09:45

Rumah Ibadah Kembali Dibuka

TANJUNG SELOR – Dua bulan terakhir, warga tidak dapat melakukan…

Kamis, 28 Mei 2020 18:34

Mendagri: Pilkada Serentak Dimajukan

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian memastikan pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers