MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 04 April 2020 11:47
Perkembangan Corona di Kaltara, Delapan Positif, Satu Meninggal

Kesulitan Tracing Kontak Eks Jemaah Ijtima Gowa

Agust Suwandy

PROKAL.CO, TARAKAN- Sepakan sejak diumumkan adanya warga Kalimantan Utara (Kaltara) positif Covid-19, jumlahnya terus meningkat menjadi 8 orang. Satu di antaranya meninggal dunia. Persebaran penderita di Kabupaten Bulungan 3 orang, Nunukan 4 orang dan Kota Tarakan 1 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy menyampaikan, pada pasien yang akhirnya meninggal dunia, baru diketahui positif dari hasil uji laboratorium sampel swab oropharing (rongga mulut) dan swab nasofaring (rongga hidung) yang dikirim pada Rabu (1/4) lalu. Dalam hasil uji teranyar yang diterima juga terdapat seorang pasien lainnya yang dinyatakan positif.

“Sampel jenazah tersebut terindikasi positif Covid-19. Kemudian satu tambahan positif berinisial DS (20) seorang pria yang sedang dirawat di RSD dr. H Seomarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor sejak (28/3). Tambahan kasus dua sampel baru terindikasi positif,” ucap Agust Suwandy, kemarin (3/4).

Kemudian, data yang dihimpun dari gugus tugas kabupaten/kota, Kamis (2/4) total ada 304 orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian, Nunukan 76 orang, Malinau 65 orang, Bulungan 26 orang, Tarakan 92 orang dan Tana Tidung 45 orang. Kemudian, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) Nunukan satu orang, Bulungan empat orang, Tarakan lima orang.

Adanya dua kasus terkonfirmasi positif di Bulungan, harus disikapi bersama. Bagi masyarakat yang pernah kontak erat selama 14 hari terakhir agar berpartisipasi melaporkan diri ke dinas kesehatan (dinkes) setempat. “Langkah saat ini memfasilitasi yang kontak erat. Selain dari petugas, partisipasi mandiri masyarakat melapor ke dinkes setempat. Di wilayah Tanjung Selor Gugus Tugas membuka posko. Mulai Sabtu (hari ini) selama tiga hari di BPSDM Bulungan. Akan dilakukan screening (pemeriksaan) oleh tenaga kesehatan. Mohon masyarakat yang memiliki kontak erat dengan terkonfirmasi untuk berpartisipasi melaporkan dan memeriksakan diri,” jelasnya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bulungan H. Sudjati menambahkan, Kamis (2/4) Dinkes Bulungan telah menerima hasil tes dua PDP yang telah diisolasi sejak (28/3) lalu di RSD dr. H Seomarno Sosroatmodjo. Dua-duanya dinyatakan positif. Seorang PDP berusia 59 tahun meninggal dunia pada Rabu (1/4) pagi. “Berdasarkan pantauan Covid-19 hingga (2/4) jumlah pelaku perjalanan sebanyak 1.254 orang. Sedangkan ODP 26 orang, PDP 4 orang, positif 3 orang dan meninggal dunia 1 orang,” sebutnya.

Sementara, hasil penelusuran dari pasien yang dinyatakan positif di Bulungan atau orang tanpa gejala (OTG) terdiri dari jemaah tabliq eks ijtima Pakatto, Gowa, Sulawesi Selatan di Bulungan sebanyak 20 orang.

Gugus Tugas Bulungan mengambil langkah. Pertama, melakukan pelacakan pasien 02 dan 03 untuk menentukan kontak risiko tinggi dan risiko rendah. Kedua, menentukan rekomendasi hasil pelacakan untuk dilakukan rapid test (tes cepat) atau karantina mandiri. Ketiga, pelaksanaan rapid test dan screening kesehatan dilakukan selama 4 hari. Sejak 3 hingga 6 April mendatang di gedung BKSDM Bulungan dimulai pada pukul 09.00 WITA hingga 13.00 WITA bersama petugas kesehatan Kaltara dan Bulungan. Keempat, masyarakat yang telah kontak dengan pasien 02 dan 03 agar datang ke BKSDM Bulungan.

“Terakhir, mengimbau masyarakat yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah zona merah selama 14 hari terakhir silakan melapor di Dinkes (Bulungan) dan wajib melaksanakan protokol penanganan karantina mandiri,” pesannya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan Ali Patokah menambahkan, asrama di BKDSM Bulungan yang dijadikan tempat isolasi telah diisi sebanyak 21 orang. Dimulai sejak Kamis (2/4) sebanyak 18 orang kemudian mendapatkan tambahan tiga orang.

“Untuk sementara personel diistirahatkan melakukan penyemprotan. Karena perbatasan Berau tutup. Saat ini personel dikerahkan melakukan pembersihan di lingkungan BKSDM Bulungan,” pungkasnya.

 

PDP BERTAMBAH

Lima sampel jemaah tablig eks ijtima Pakatto, Gowa sudah dikirim ke BBLK Surabaya, Jumat (3/4) pagi.

Rencananya, 6 jemaah lainnya menyusul dilakukan pengambilan swab. Namun 11 jemaah tablig akbar ini sudah diisolasi di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), sejak Kamis (2/4) kemarin.

“Pagi ini sudah dilakukan pengambilan swab dan dikirim ada 5 sampel. Sisanya 6 orang kemungkinan Senin (6/4) dilanjutkan, karena dokter tidak bisa sekaligus dan tidak boleh terburu-buru,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes.

Dia mengatakan PDP Tarakan bertambah menjadi 12 orang, yang sebelumnya 10 orang. Tambahan dua orang tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki, memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit.

Menunjukkan gejala batuk dan sesak, kedua PDP ini dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Kamis (2/4).

“Yang satunya dari Balikpapan-Makassar, yang satunya juga sepertinya dari Makassar juga. Tapi mereka bukan keluarga. Usianya sekitar 30 tahun dan 40 tahun. Tapi belum diambil sampel, mungkin Senin (6/4). Jadi ada 10 PDP yang dirawat di RSUD Tarakan,” terangnya.

Lantas seperti apa perkembangan pasien M yang positif Covid-19? Dia mengatakan kondisi pasien M sudah membaik. Namun untuk dinyatakan sehat, setelah dilakukan dua kali pengambilan swab dengan menunjukkan hasil negatif. Namun sejauh ini belum dilakukan swab kedua dan ketiga, setelah diketahui positif pada Jumat (27/3) pekan lalu.

“Kalau kondisinya sudah benar-benar membaik, baru dilakukan swab. Sementara ini masih dirawat di ruang isolasi,” katanya.

Dilanjutkannya perkembangan Covid-19 di Tarakan per Jumat (3/4) kemarin, jumlah PDP sebanyak 12 orang. Yang terkonfirmasi negatif sebanyak 7 orang, dan 1 positif Covid-19 yakni pasien M, dan 4 orang masih menunggu hasil pemeriksaan spesimen.

“Sebelumnya kan dua orang menunggu hasil pemeriksaan, pengiriman sampelnya baru dilakukan dua hari lalu. Kemudian dua sampel tambahan kemarin belum diambil,” katanya.

Kemudian ODP bertambah dari 113 orang menjadi 117 orang. Sementara ODP yang selesai menjalani pemantauan sebanyak 25 orang dan dinyatakan sehat.

“ODP yang dipantau masing-masing puskesmas sesuai tempat tinggalnya ada 92 orang. Surat keterangan sehat bukan surat keterangan sehat Covid-19 ya, tapi kondisinya pada saat itu dan sudah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” lanjutnya.

Antusias masyarakat yang melaporkan diri melalui hotline Dinkes Tarakan meningkat menjadi 488 orang, yang sebelumnya 455 orang, tanpa gejala namun tetap dilakukan pemantauan.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan Aris Suyono mengatakan, PDP masih ada 1 orang yang dirawat di RSUD Nunukan. Kemudian orang yang dikonfirmasi positif, sebanyak 4 orang. “Di RSUD Nunukan, yang dirawat di ruang isolasi RSUD Nunukan, juga masih 8 orang masing-masing 4 yang terkonfirmasi positif, 1 orang PDP dan 3 orang ODP,” jelas Aris.

 

PENGALIHAN ANGGARAN

Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, berkomunikasi langsung dengan Mendagri Tito Karnavian menyangkut kebijakan penanganan Covid-19, Jumat (3/4). Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes menegaskan bahwa pihaknya akan mengalihkan seluruh anggaran yang tidak vital untuk penanganan Covid-19.

“Arahan dari pemerintah pusat adalah penanganan Covid-19 ini memang harus terkendali semua. Dari daerah, kabupaten/kota, provinsi sampai ke pusat. Jadi penanganannya harus satu bahasa dan satu langkah, termasuk penganggaran. Makanya seluruh anggaran kami yang tidak vital, harus dialihkan,” kata Khairul.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tengah merealokasianggaran hingga puluhan miliaran rupiah. Namun jika memungkinkan, dana alokasi khusus (DAK) dapat dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“DAK untuk estimasi 2020 ini Rp 28 miliar yang kemarin disuruh suspend (ditangguhkan). Hanya yang tidak boleh dialihkan adalah pendidikan dan kesehatan, di luar itu bisa. Tapi kami mau menanyakan dulu mekanismenya. Bisa ini apa saja? Karena memang secara fisik uangnya belum ada, baru tulisannya saja. Apalagi uangnya ini di pusat,” jelasnya.

Terkait tambahan anggaran dari pemerintah pusat yang memutuskan untuk menambah anggaran belanja sebesar Rp 405,1 triliun, dikatakan Khairul bahwa pihaknya tidak mengetahui persis tentang dana tersebut. Saat ini seluruh kepala daerah diminta untuk menyusun kebutuhan-kebutuhan penanganan Covid-19 termasuk ketersediaan masker dan sebagainya.

“Mungkin saja dana itu maksudnya agar kami menerima barang. Tapi yang pasti penambahan anggaran di dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) belum ada,” ungkapnya.

Di dalam Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona menyebutkan tentang realokasi anggaran penanganan Covid-19 yang mencapai Rp 405,1 triliun yang direncanakan untuk berbagai hal, seperti fokus pada Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial.

Untuk diketahui, di masa ini kebutuhan Gugus Tugas lebih kepada ketersediaan alat pelindung diri (APD), penambahan tenaga medis, ruang isolasi, biaya penanganan pasien. Sebab pasien yang berobat tidak ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) BPJS sehingga harus ditanggung pemerintah daerah. (akz/*/one/raw/shy/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:49

Nol PDP, Tren ODP dan OTG Menurun

TARAKAN – Seorang yang sebelumnya ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan…

Jumat, 29 Mei 2020 09:45

Rumah Ibadah Kembali Dibuka

TANJUNG SELOR – Dua bulan terakhir, warga tidak dapat melakukan…

Kamis, 28 Mei 2020 18:34

Mendagri: Pilkada Serentak Dimajukan

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian memastikan pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers