MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 04 April 2020 11:44
DUH BANYAK..!! Penumpang Kapal Lambelu Ada Positif Corona, Padahal Ada 1.009 Penumpang Lainnya
Kapal Lambelu yang membawa 1.009 penumpang. Diantara penumpang itu ada ADP Corona, karena mereka ikut dalam ijtima ulama di Gowa.

PROKAL.CO, GUGUS Tugas di Tarakan dan Nunukan harus bekerja keras melakukan pelacakan terhadap kontak eks penumpang KM Lambelu yang dinyatakan positif Covid-19.

Dalam kapal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tiba di Kalimantan Utara (Kaltara) pada 28 Maret 2020 itu diketahui ada 1.009 penumpang yang turun. Masing-masing 620 orang di Tarakan dan 389 orang di Nunukan.

Yusuf Hanura, kepala Bagian Operasi Pelni Tarakan menyampaikan penumpang di hari tersebut tiba pukul 00.30 WITA. Termasuk di dalamnya eks jemaah ijtima Gowa, Sulsel. “Jumlah jemaah yang turun di Tarakan pada tanggal 28 Maret 2020, berjumlah 41 orang, dan memang ada 40 orang yang sudah kami pisahkan jauh sebelum berangkat dari Makassar. Sebelumnya kami berkomunikasi dengan Pelni Makassar, karena ada pemberitahuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan yang mengutamakan jemaah dari Gowa,” ujarnya.

Di Pelabuhan Malundung Tarakan, 41 jemaah tersebut disambut tim terpadu. Dilakukan pemeriksaan kesehatan hingga dibolehkan meninggalkan kawasan pelabuhan.

“Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga sudah melakukan pemeriksaan kepada seluruh penumpang, dan lebih memprioritaskan jemaah. Setelah selesai dilakukan pemerksaan di kapal, para jemaah kemudian diturunkan untuk direlokasi ke tempat karantina oleh Dinas Kesehatan. Karantina Pelabuhan juga memeriksa seluruh penumpang yang turun dan yang melanjutkan perjalanan,” terangnya.

Oleh KKP, seluruh penumpang yang turun dinyatakan dalam kondisi sehat. Juga tak ditemukan adanya gejala mirip Covid-19.

“Sedangkan untuk penumpang yang turun dari Tarakan, dari Pelni tidak mengetahui pasti tujuan penumpang, apakah mereka tinggal di Tarakan atau melanjutkan perjalanan ke daerah lain. KKP di atas kapal membagikan selebaran kertas, dan semua penumpang menuliskan tujuan dan asalnya,” jelasnya.

Pelni juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan jika sifatnya tidak terlalu penting, maka ditunda untuk sementara. Juga diketahui beberapa pemerintah daerah telah menerapkan karantina wilayah. Seperti di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, kapal tidak diizinkan sandar.

 

LAPORKAN DIRI!

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan mengatakan telah melakukan contact tracing pada sejumlah jemaah eks ijtima Gowa yang turun dari KM Lambelu Sabtu (28/3).

“Kami harapkan penumpang kapal Lambelu melaporkan diri. Jangan takut, karena kami mau pastikan apakah ada gejala atau tidak. Kami tidak tahu penumpang ini menetap di Tarakan atau lanjutkan perjalanan ke Bulungan, Tana Tidung maka kami koordinasi dengan daerah lainnya, karena ada yang positif di Nunukan dan menaiki kapal yang sama,” terangnya Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, Jumat (3/4).

Dia belum dapat memastikan berapa total penumpang KM Lambelu yang turun di Pelabuhan Malundung, Sabtu (28/3) lalu. Tracing yang dilakukan pun lebih luas.

“Terkait list (daftar) penumpang Lambelu kami harus berkoordinasi dengan KSOP. Kami tetap waspada, karena kami belajar dari kasus di Nunukan. Awalnya seorang saja yang batuk-batuk, tapi setelah kontak eratnya dibuktikan ternyata keempatnya positif,” lanjutnya.

Setelah dilakukan tracing (penelusuran) terhadap seluruh penumpang KM Lambelu ini, penumpang yang menunjukkan gejala seperti demam tinggi, batuk, dan sesak napas maka akan dilakukan rapid test Covid-19.

Dijelaskannya, persyaratan melakukan rapid test dilakukan minimal setelah 7 hari kontak dengan pasien positif. Dalam artian, apabila orang tersebut terpapar virus corona, maka antibodi menunjukkan reaksi pada hari ketujuh. Namun adapula yang muncul pada hari kesepuluh.

“Kalau virus itu masuk, antibodi timbul pada hari ketujuh yang dihitung dari tanggal 28 Maret itu. Kalau lewat 7 hari tidak apa-apa, tapi minimal 7 hari. Karena kalau terlalu cepat kami lakukan rapid test, hasilnya negatif, padahal sebenarnya sudah terpapar virus. Tapi kalau tidak ada gejala atau hasilnya negatif, berarti antibodinya kuat,” jelasnya.

 

KESULITAN TRACING

Sementara di Nunukan, pelacakan berbuah hasil, setidaknya ada 4 orang yang diketahui punya kontak erat. Mereka sempat pulang dan akhirnya dibawa ke Rumah Saikit Umum Daerah (RSUD) Nunukan. Statusnya orang dalam pemantauan (ODP)

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan, setidaknya sudah ada 51 orang jemaah yang berada di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Sedadap yang menjalani karantina. 8 orang merupakan kontak erat pasien positif.

“Kalau hasil tracing (lacak, Red) belum ditemukan lagi, karena kami memang kesulitan menemukan mereka,” ujar Aris kepada pewarta harian ini.

Kendati begitu, Aris mengaku hasil pengumuman cukup direspons masyarakat. “Ya, sejauh ini ada (eks penumpang KM Lambelu) yang melaporkan, kami langsung periksa,” tambah Aris.

Tracing seluruh penumpang akan terus dilakukan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan. Sementara itu, ODP di Nunukan bertambah 7 orang. Total ODP saat ini sudah mencapai angka 83 orang. Sementara orang tanpa gejala (OTG) masih berjumlah 15 orang. (agg/*/one/raw/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:49

Nol PDP, Tren ODP dan OTG Menurun

TARAKAN – Seorang yang sebelumnya ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan…

Jumat, 29 Mei 2020 09:45

Rumah Ibadah Kembali Dibuka

TANJUNG SELOR – Dua bulan terakhir, warga tidak dapat melakukan…

Kamis, 28 Mei 2020 18:34

Mendagri: Pilkada Serentak Dimajukan

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian memastikan pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers