MANAGED BY:
SABTU
08 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 01 April 2020 14:09
KJRI: Perbatasan Sebatik Bocor

7 PDP di Tarakan Dinyatakan Negatif

RILIS: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes saat melakukan press rilis online soal update kasus corona di Tarakan. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

TARAKAN – Di tengah upaya menekan penyebaran virus Covid-19, di perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara), tepatnya di Kabupaten Nunukan, warga negara Indonesia (WNI) terdeteksi masih saja keluar masuk Tawau, Sabah, Malaysia secara ilegal. Padahal di Tawau penderita Covid-19 diketahui terus meningkat. Data yang dirilis pemerintah setempat telah mencapai 63 orang positif Covid-19, 12 orang di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI). Angka itu terbesar di antara kota-kota di Negara Bagian Sabah.

Kepala Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengonfirmasi kondisi yang membahayakan itu. Bahkan ia mempertanyakan warga yang masuk itu dari Tarakan dan Nunukan kepada pemerintah daerah (pemda).  “Ya, banyak laporan masuk ke kami terkait masih adanya WNI masuk melalui Tawau,” ujar Djati.

Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya telah melayangkan surat permohonan agar WNI tidak memasuki daerah Tawau secara ilegal, baik dari Nunukan maupun Tarakan. Surat itu sudah dikeluarkan sejak Sabtu (28/3) lalu. Dalam surat tersirat inti permasalahan, kapal jongkong dari Sungai Aji Kuning dan Sungai Melayu masuk melalui pelabuhan domestik Tawau, membawa penumpang WNI dari Sebatik. “Padahal pihak keamanan Malaysia, sudah melarang kapal jongkong dari Aji Kuning dan Sungai Melayu masuk ke pelabuhan domestik Tawau,” tambah Djati.

Dengan tingginya kasus Covid-19 di Tawau yang juga sudah masuk dalam zona merah, pihaknya pun mengimbau WNI tidak lagi masuk melalui dermaga rakyat di Sebatik.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan Aris Suyono beralasan seluruh pintu keluar masuknya manusia baik di jalur legal maupun tradisional (ilegal, Red) terpantau tim. Sebab tim terbagi di seluruh daerah Nunukan hingga ke paling daerah rawan sekalipun.

Memang diakui Aris, Pulau Nunukan terdiri dari beberapa pulai yang terpisah oleh laut dan darat. Meski begitu, tidak menjadi kendala tim untuk melakukan penanganan serta antisipasi Covid-19 untuk di daerah paling hulu Nunukan sekalipun. “Semua daerah sudah dilengkapi tim mulai dari kesehatan, keamanan, perlintasan, semua lengkap untuk tangkal Covid-19,” ujar Aris.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers