MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 01 April 2020 14:09
KJRI: Perbatasan Sebatik Bocor

7 PDP di Tarakan Dinyatakan Negatif

RILIS: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes saat melakukan press rilis online soal update kasus corona di Tarakan. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Di tengah upaya menekan penyebaran virus Covid-19, di perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara), tepatnya di Kabupaten Nunukan, warga negara Indonesia (WNI) terdeteksi masih saja keluar masuk Tawau, Sabah, Malaysia secara ilegal. Padahal di Tawau penderita Covid-19 diketahui terus meningkat. Data yang dirilis pemerintah setempat telah mencapai 63 orang positif Covid-19, 12 orang di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI). Angka itu terbesar di antara kota-kota di Negara Bagian Sabah.

Kepala Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengonfirmasi kondisi yang membahayakan itu. Bahkan ia mempertanyakan warga yang masuk itu dari Tarakan dan Nunukan kepada pemerintah daerah (pemda).  “Ya, banyak laporan masuk ke kami terkait masih adanya WNI masuk melalui Tawau,” ujar Djati.

Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya telah melayangkan surat permohonan agar WNI tidak memasuki daerah Tawau secara ilegal, baik dari Nunukan maupun Tarakan. Surat itu sudah dikeluarkan sejak Sabtu (28/3) lalu. Dalam surat tersirat inti permasalahan, kapal jongkong dari Sungai Aji Kuning dan Sungai Melayu masuk melalui pelabuhan domestik Tawau, membawa penumpang WNI dari Sebatik. “Padahal pihak keamanan Malaysia, sudah melarang kapal jongkong dari Aji Kuning dan Sungai Melayu masuk ke pelabuhan domestik Tawau,” tambah Djati.

Dengan tingginya kasus Covid-19 di Tawau yang juga sudah masuk dalam zona merah, pihaknya pun mengimbau WNI tidak lagi masuk melalui dermaga rakyat di Sebatik.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan Aris Suyono beralasan seluruh pintu keluar masuknya manusia baik di jalur legal maupun tradisional (ilegal, Red) terpantau tim. Sebab tim terbagi di seluruh daerah Nunukan hingga ke paling daerah rawan sekalipun.

Memang diakui Aris, Pulau Nunukan terdiri dari beberapa pulai yang terpisah oleh laut dan darat. Meski begitu, tidak menjadi kendala tim untuk melakukan penanganan serta antisipasi Covid-19 untuk di daerah paling hulu Nunukan sekalipun. “Semua daerah sudah dilengkapi tim mulai dari kesehatan, keamanan, perlintasan, semua lengkap untuk tangkal Covid-19,” ujar Aris.

Di Krayan misalnya. Daerah yang hanya bisa dijangkau dengan jalur udara itu, tetap punya tim lengkap penanganan Covid-19. Daerah Krayan juga sedikit diuntungkan dengan lockdown (karantina wilayah) yang dilakukan pemerintah Malaysia, sehingga pencegahan pun difokuskan ke bandara.

“Daerah Krayan, malaysia kan lockdown, jadi kita diuntungkan sementara, karena di Krayan hanya fokus di bandara,” ungkap Aris.

Sementara di Sebatik, daerah yang notabene punya jalur tradisional itu juga dijaga ketat, kata dia. “Sebatik juga begitu, kedatangan-kedatangan manusia sudah minim sekali di jalur tradisional, tapi tetap dipantau setiap harinya. Untuk itu, antisipasi lebih terfokus untuk kedatangan dalam negeri di pelabuhan legal,” jelas Aris.

Hingga Selasa (31/3), tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan merilis ada sebanyak 64 ODP sementara PDP ada sebanyak 2 orang. 2 Orang PDP yang diisolasi di RSUD Nunukan merupakan kluster jemaah tabligh. Nunukan sendiri masih paling mendominasi banyaknya ODP yang ada dimana sudah mencapai angka 29 orang dengan 2 PDP-nya tersebut.

 

PASIEN POSITIF MEMBAIK

Selasa (31/3), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan kembali mengumumkan perkembangan kasus di Kota Tarakan. Dalam laporan tersebut, 7 pasien dalam pengawasan (PDP) yang telah dilakukan uji laboratorium, hasilnya negatif.

“Sehubungan dengan penetapan pandemi global Covid-19 oleh WHO dan tanggap darurat bencana Kota Tarakan memberitahukan, jumlah PDP saat ini sebanyak 10 orang, jumlah PDP konfirmasi negatif sebanyak 7 orang. Dan positif 1 orang dan 2 orang masih menunggu hasil spesimen,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan yang juga Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, kemarin (31/3).

Saat ini pihaknya menunggu hasil uji laboratorium pada seorang pasien menunjukkan hasil positif pada rapid test (tes cepat). “1 pasien dari test rapid yang positif, itu sudah dimasukkan ke ruangan isolasi daerah dan saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium yang masih diuji di BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Surabaya,” tukasnya.

Dijelaskannya, sejauh ini di Kota Tarakan terdapat 108 orang yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 21 di antaranya dinyatakan sehat.

“Jumlah ODP sebanyak 108 orang. Pemantauan yang dilakukan puskesmas sesuai wilayah tempat tinggal ODP sebanyak 87 orang. Kemudian jumlah ODP usai melalui pemantauan sebanyak 21 orang dan dinyatakan kembali sehat,” tukasnya.

Kemudian, masyarakat yang telah melakukan konsultasi kepada tim Gugus Tugas sebanyak 430 orang. Selain itu pihaknya belum menerima adanya laporan masyarakat yang telah melakukan perjalanan jauh.

“Untuk masyarakat yang melaporkan diri ke hotline Dinas Kesehatan setelah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit nihil. Dan orang tanpa gejala dengan kondisi sehat sebanyak 430,” tuturnya.

Sebanyak 40 jemaah tablig yang sempat diisolasi usai melakukan pertemuan ijtima di Pakatto, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah dibolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Untuk 40 jemaah tablig akbar dengan riwayat perjalanan dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing pada pukul 13.00 hari ini (kemarin, Red). Jemaah juga dibekali surat karantina oleh Dinas Kesehatan Tarakan,” tukasnya.

“Pemerintah Kota Tarakan telah menerapkan bekerja dari rumah baik ASN maupun non-ASN  hingga tanggal 12 April 2020. Masing-masing perangkat daerah akan mengatur mekanisme pekerjaan selama WFH (work from home/bekerja dari rumah),” tukasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu melaporkan kepada tim Gugus Tugas yang jika baru melakukan perjalanan ke luar daerah. Sehingga dengan pelaporan yang tanggap Gugus Tugas dapat bergerak secara sigap.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan diri setelah habis bepergian dari luar daerah, agar kami dapat mengevakuasi orang tersebut. Sejauh ini beberapa kasus justru tidak menimbulkan gejala pada orang yang terpapar. Makanya kami tetap melakukan pemantauan bagi orang yang dianggap beresiko tinggi tertular,” terangnya.

 

TUJUH SAMPEL SPESIMEN BERPROSES

Setelah beberapa hari dilakukan isolasi, hasilnya kondisi dua pasien positif Covid-19, baik yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan maupun RSD dr. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor berangsur membaik.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan keduanya diisolasi hingga benar-benar dinyatakan sehat. Upaya penanganan lain mendeteksi orang-orang yang kontak dengan dua pasien positif yang terdiri dari pasien 01 di Tanjung Selor dan pasien 02 di Tarakan.

Untuk sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kaltara sebanyak 11 orang. dari jumlah itu, sudah ada empat sampel yang keluar hasil pemeriksaannya dari BBLK Surabaya dan dinyatakan negatif.

Pengambilan sampel dilakukan kemarin (31/3) dan hari ini (1/4).

“Untuk yang empat sampel negatif itu, terdiri dari tiga di RSUD Tarakan dan satu rujukan dari Malinau yang dirawat di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Ini baru tadi pagi (kemarin pagi) kami terima hasilnya,” sebut Agust.

Adapun perkembangan hasil pemeriksaan dari beberapa sampel yang masih berproses itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BBLK Surabaya.

Agust mengonfirmasi tenaga medis yang menangani pasien positif dan PDP Covid-19 dalam kondisi baik. “Alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan tenaga medis yang ada keluhan sakit. Semoga tidak ada yang sakit,” harapnya.

Demikian juga dengan peralatan dan bahan medis yang dibutuhkan dalam kondisi aman dan mencukupi. Namun demikian, tetap sambil diusahakan untuk penambahan, baik permintaan ke pusat maupun pengadaan oleh pemerintah daerah.

 

JEMAAH MASIH BERSTATUS ODP

Jemaah eks ijtima Gowa, Sulsel yang dikarantina di Sport Center, Kelurahan Kampung Empat, Tarakan Timur akhirnya dibolehkan pulang. Mereka masih berstatus ODP. Sehingga masih harus menjaga jarak dengan keluarga maupun orang-orang sekitar.

Kebijakan itu diambil setelah selama masa karantina, kesehatan jemaah tidak menunjukkan adanya gejala virus corona. Ditambah lagi, hasil uji sampel dari jemaah tablig yang sempat diisolasi di RSUD Tarakan karena sakit dinyatakan negatif Covid-19.

“Kawan kita yang di rumah sakit yang dua orang itu negatif. Dan saya dapat laporan juga bahwa perkembangan ada 14 orang yang kemarin sakit, itu juga sudah mulai membaik. Oleh karena itu pada hari ini (kemarin, Red) selepas makan siang, kami persilakan untuk kembali ke rumah masing-masing,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, menyampaikan arahan di hadapan jemaah, Selasa (31/3).

Namun, karantina tidak berhenti sampai di situ. Pria yang juga Wali Kota Tarakan meminta para jemaah untuk melanjutkan karantina secara mandiri di rumah masing-masing.

Tim Gugus Tugas tetap berpatokkan pada standar penanganan yang ditetapkan badan kesehatan dunia, WHO, di mana setiap orang yang habis bepergian maka dinyatakan sebagai ODP  hingga 14 hari.

Sedangkan data yang diperolehnya, masa berakhirnya karantina para jemaah tablig bervariasi, disesuaikan dengan waktu kedatangan mereka ke Tarakan. Disebutkan Khairul, ada yang berakhir pada 2 April, ada juga yang berakhir pada 4 April, adapula yang selesai 11 April.

“Apa yang harus dilakukan? Bapak-bapak nanti di rumah harus menyelesaikan karantina mandiri,” ujarnya.

Selama melaksanakan karantina mandiri di rumah, Khairul mengimbau jemaah untuk tetap menggunakan masker untuk mengantisipasi penularan virus corona kepada keluarga mereka. Khairul juga tidak melarang jika jemaah ingin keluar rumah. Namun, tetap menggunakan masker.

Selain itu, alat makan juga harus dipisahkan hingga selesai masa karantina. Hal itu untuk memastikan jemaah tidak terinveksi virus corona. Namun, Khairul mengimbau untuk sementara tidak bepergian lagi ke daerah terjangkit.

Jika selama karantina di rumah merasakan gejala virus corona seperti batuk dan demam, diimbau untuk tidak bergaul dulu dengan keluarga, termasuk memisahkan diri saat tidur dan tetap menggunakan masker.

Pemkot Tarakan telah menyiapkan aplikasi yang bisa dimanfaatkan bagi orang yang merasakan gejala virus corona. Masyarakat bisa mengecek kesehatannya melalui aplikasi tersebut.

“Bapak bisa cek sendiri statusnya apa di situ dan apa yang bapak harus lakukan. Apakah nanti memang cuma sakit biasa atau nanti naik lagi statusnya PDP, itu nanti sangat tergantung sampai 14 hari,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili jemaah tablig, Syaiful berterima kasih kepada Pemkot Tarakan yang telah memberikan peluang bagi mereka untuk bisa diterima di masyarakat.

“Kami sekali lagi Pak Wali minta maaf sebesar-besarnya telah merepotkan Pemkot dalam hal ini, kami mohon maaf sekali lagi, terima kasih atas segala apa yang diberikan kepada kami,” ujar Syaiful.

Ia menceritakan kilas balik kegiatan mereka. Bahwa kepergian jemaah menghadiri ijtima dunia zona Asia di Gowa, bukan mengindahkan arahan pemerintah pusat yang melarang berkumpul. Itu dilakukan ketika belum terbit maklumat dari pemerintah, di mana jemaah berangkat pada 13 Maret 2020.

Maklumat dari pemerintah pusat baru terbit ketika rombongan tiba di Gowa. Bahkan, acara yang sebelumnya akan dibuka, berubah menjadi penutupan dan jemaah diimbau untuk kembali ke masing-masing daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Syaiful juga mengkonfirmasi bahwa hanya satu jemaah tablig yang diisolasi di RSUD Tarakan. Hasilnya uji sampelnya pun sudah terkonfirmasi negatif.  (raw/*/zac/iwk/shy)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 10:11

DUH..!! Tenaga Kesehatan di Tarakan Terkonfirmasi Covid-19

KABAR menyedihkan kembali disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan.…

Sabtu, 06 Juni 2020 09:18

Perkantoran Sudah, Menyusul Pelonggaran Toko dan Pasar

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya merilis tahapan pelonggaran…

Jumat, 05 Juni 2020 14:49

Tiga Terdakwa Sabu 2 Kg Divonis 18 Tahun Penjara

  TARAKAN – Tiga terdakwa perkara sabu 2 kg yaitu…

Jumat, 05 Juni 2020 13:35

BREAKING NEWS! Seorang Nakes Positif Covid 19

TARAKAN - Gugus Tugas Covid-19 Tarakan kembali menyampaikan kabar terkait…

Jumat, 05 Juni 2020 13:30

Tenggelam, Ditemukan dengan Cara Dijaring

TARAKAN – Salah seorang warga Pantai Amal, Tarakan Timur pada…

Jumat, 05 Juni 2020 13:26

Tak Diperkenankan Imam/Khotib di Luar Lingkungan

TARAKAN - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Tarakan memastikan seluruh…

Jumat, 05 Juni 2020 13:24

Penyesuaian Tarif Menunggu Usulan

 TARAKAN - Belum ada angka pasti penyesuain tarif yang akan…

Jumat, 05 Juni 2020 13:21

Biaya Mahal, Dilema Pengusaha

 SEBAGIAN pengusaha di Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Tarakan menyambut baik…

Jumat, 05 Juni 2020 11:59

Polri Siap Kawal New Normal, Kapolda : Masyarakat Harus Bisa Disiplin

TARAKAN- Kapolda Kaltara Irjen Pol Indrajit kembali menegaskan TNI-Polri siap…

Jumat, 05 Juni 2020 11:57

Transportasi Laut Dibuka 8 Juni, Wali Kota Maunya Kurangi Penumpukan di Pelabuhan

TARAKAN- Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, mengharapkan, semua masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers