MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 01 April 2020 12:57
Neck Blast Gagalkan 300 Hektare Padi Siap Panen
PANEN PADI: Masa panen padi terganggu karena keberadaan Neck Blast. Namun, sebagian petani yang tak terdampak tetap memanen hasil padinya seperti biasanya. FOTO: RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, MASA panen padi menjadi suatu  yang paling dinantikan para petani. Namun, harapan penantian itu gugur lantaran kemunculam Neck Blast.

Neck Blast dikenal salah satu penyakit yang kerap menghantui padi petani jelang masa panen. Neck Blast berbentuk jamur bernama latin Pyricularia Grisea.

Tak tanggung-tanggung, dampak dari Neck Blast, setidaknya telah ‘menghancurkan’ padi yang hendak dipanen seluas 300 hektare  di Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan.

Hal ini pun dibenarkan oleh Mul (45) Ketua Kelompok Tani di daerah setempat.  Panen padi  kali ini gagal dan tak sesuai harapan para petani. Padahal, lewat panen, petani bisa menyambung hidup. “Ya, benar panen padi ini gagal karena Neck Blast atau patah leher,’’ ungkapnya singkat saat dikonfirmasi Radar Kaltara, kemarin (31/3).

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Andik Wahyunarto, saat dikonfirmasi, menambahkan bahwa memang kejadian itu tak dapat terelakkan lagi. Namun, menurutnya itu tak sepenuhnya dinyatakan gagal. “Ada juga yang bisa dipanen, tapi memang tak banyak,’’ ungkapnya melalui sambungan telepon pribadi.

Lanjutnya, Neck Blast atau patah leher ini menurutnya disebabkan karena adanya perubahan cuaca. Yaitu dari kemarau yang cukup panjang dan terjadinya intesitas hujan yang begitu tinggi. Ditambah, kondisi padi saat itu masuk pada masa generatif. “Karena perubahan cuaca itulah. Jadi, padi-padi di sana secara serentak terkena dampak dari Neck Blast,’’ ujarnya.

Disinggung mengenai upaya pencegahan dari Dinas Pertanian yang pernah dilakukan? Andi sapaan akrabnya menjelaskan bahwa hal itu sejatinya sudah acap kali dilakukan. Melalui WhatsApp Group petani pihaknya menyampaikan tentang perubahan cuaca itu. Termasuk, suhu udara rata-rata. Dan potensi kecenderungan dari penyakit yang sering muncul. “Mungkin ini menjadi perhatian kami lebih jauh, petani ada yang belum paham. Sehingga mereka tak mengindahkannya,’’ katanya.

Di sisi lain, mengenai adanya bibit padi yang cenderung mudah terserang penyakit. Ia mengatakan bahwa memang ada, dan padi yang terkena penyakit itu merupakan salah satunya. Yaitu jenis padi jenis cimelati. Berbeda dengan jenis padi lainnya atau dikenal trabas yang memiliki daya tahan terhadap penyakit. “Tapi, memang untuk padi cimelati ini berasnya nanti lebih pulen. Sehingga masyarakat atau petani lebih menggemarinya,’’ tuturnya.

Namun, di sebagian wilayah lainnya, panen padi tetap berlangsung dengan semestinya. Mereka memanen padi dengan produksi yang baik. “Untuk data luas padi dan produksinya nanti akan kami rekapnya,’’ pungkasnya.(omg/zia)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 10:38

Masa Pandemi, Nihil PAD di Sektor Objek Wisata

TANJUNG SELOR – Jika selama ini sektor objek wisata diandalkan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:32

15 Jabatan Akan Dilelang

TANJUNG SELOR - Beberapa kursi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama…

Jumat, 29 Mei 2020 10:28

MANTAP..!! Ruas Jalan Krayan-Malinau Selesai Sebelum 2024

TANJUNG SELOR – Berdasarkan paparan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:14

New Normal, Pengunjung Wajib Pakai Masker

TANJUNG SELOR – Di masa pandemi CoronaVirus Disease 2019 (Covid-19), Kementarian…

Kamis, 28 Mei 2020 14:35

Ombudsman Anggap Penting Siagakan APD di Posko

TANJUNG SELOR - OmbudsmanRI Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menilai…

Kamis, 28 Mei 2020 14:33

Fenomena Matahari Tepat di Atas Kakbah

TANJUNG SELOR – Fenomena matahari berada tepat di atas Kakbah…

Kamis, 28 Mei 2020 14:30

Puluhan Desa Mulai Salurkan BLT-DD

TANJUNG SELOR – DinasPemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bulungan…

Kamis, 28 Mei 2020 14:27

Rapid Test Satu Keluarga Reaktif

TANJUNG SELOR – Satu keluarga di Kelurahan Tanjung Selor Hulu,…

Kamis, 28 Mei 2020 14:07

Tes PCR Paling Lambat Awal Juni

JIKA tak ada aral, akhir Mei atau paling lambat awal…

Kamis, 28 Mei 2020 12:20

Dimulai 15 Juni, Tahapan Pilkada Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

TANJUNG SELOR - Komisi II DPR RI bersama Mendagri, KPU…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers