MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 26 Maret 2020 14:57
2.000 Set APD Diterima Pemprov di Jakarta

PROKAL.CO, DARI 125 ribu rapid test kit (alat tes cepat) untuk mendeteksi antibodi dalam tubuh, 2.400 di antaranya akan dibagikan ke Kalimantan Utara (Kaltara). Prioritas pemerintah pada 3 rumah sakit, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dan RSUD Nunukan.

Juru Bicara (Jubir) Kewaspadaan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy mengatakan, seluruh provinsi di Indonesia akan menerima rapid test dari pemerintah pusat. Untuk Kaltara akan mendapatkan jatah 2.400 unit.

“Informasi dari pusat, jatah untuk kita (Kaltara) sudah dalam proses pengiriman. Kalau saya lihat daftar yang ada, kita dapat segitu (2.400 pcs),” ujarnya kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Rabu (25/3).

Dikatakannya, untuk sebuah rapid test, hanya untuk mengetes satu orang atau hanya untuk sekali pemakaian. Oleh karena itu, rapid test yang diterima Kaltara nanti akan digunakan untuk yang prioritas, dalam hal ini masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP).

Artinya, untuk orang-orang yang tidak ada gejala terinfeksi virus corona atau Covid-19, itu tidak dites. Salah satu alasannya, karena alat tersebut jumlahnya sangat terbatas.

“Alat ini (rapid test) tidak sensitif untuk mereka yang tidak ada gejala. Jadi sayang saja alatnya kalau digunakan untuk yang tidak ada gejala apa-apa. Makanya alat itu nanti akan diprioritaskan untuk yang ODP,” katanya.

Dijelaskannya, rapid test ini digunakan untuk penegakan apakah orang yang ditest itu positif Covid-19 atau negatif. Guna memanfaatkan alat tes ini dengan baik, makanya diprioritaskan kepada orang-orang yang sudah ada risiko seperti ODP, supaya penanganannya tidak terlambat.

“Setelah dilakukan pengetesan menggunakan rapid test, jika tidak ada arah positif, maka dia cukup monitoring atau isolasi diri. Tapi kalau ternyata positif, maka akan diarahkan kepada pemeriksaan lanjutan,” sebutnya.

Jadi, negatif atau positifnya seseorang itu akan terlihat dari rapid test tersebut. Namun demikian, tidak semua bisa terdeteksi dengan baik, karena semua itu tergantung lagi dengan jumlah paparan virusnya. Artinya, ada tingkatan tertentu baru virus itu bisa terbaca oleh rapid test.

“Mungkin untuk yang baru terkena paparan virus dan belum berkembang banyak, saat diperiksa menggunakan rapid test, itu dia (virusnya) tidak kelihatan,” jelasnya.

Oleh karena itu, orang-orang yang dinilai ada risiko, namun saat dites negatif, maka arahan sementara akan dilanjutkan lagi dengan tes ulang beberapa hari berikutnya. Setidaknya, sepekan setelah dites itu, perlu dilakukan tes kembali.

Tapi, nantinya juga akan ada pedoman dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Saat ini sudah pedoman revisi ketiga. Tapi informasi terakhir, dalam waktu dekat ini akan diterbitkan pedoman revisi keempat, yang di dalamnya terdapat pengaturan tentang cara pemeriksaan menggunakan rapid diagnostic test (RDT) atau tes diagnostik cepat.

“Sementara ini kami masih tunggu pedoman itu,” sebutnya.

Selain itu, ia juga mengatakan sudah ada 9 pasien dalam pengawasan (PDP) di Kaltara. Jumlah itu terdiri dari 7 di RSUD Tarakan, dan 2 di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor.

“Ada tambahan satu PDP lagi dari Malinau yang saat ini diisolasi di RSD Tanjung Selor,” tuturnya.

Disampaikan Agust, Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie juga setiap waktu memperbarui data penderita Covid-19, khususnya di daerah yang berbatasan dengan Kaltara.

“Untuk kewaspadaan kita dengan melihat kasus di perbatasan. Pak Gub (Dr. H. Irianto Lambrie) selalu update (memperbarui) data yang di Sabah, kemudian Kaltim. Ini kewaspadaan bagi kita. Warga kita masih mobilitasnya bolak-balik dari provinsi tersebut. Kalau lainnya, yang pulang dari wilayah terjangkit kami tetap melakukan pengawasan,” sebutnya. Agust berharap mereka yang datang dari luar dapat melapor segera jika ada gejala batuk, atau sesak napas seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). “Di kedatangan domestik juga diperiksa, kemudian disemprotkan disinfektan. Keluar dari ruang tunggu (Bandara Juwata) langsung disemprot. Penerbangan internasional sudah tutup, Malaysia enggak buka lagi. Kami mengharapkan untuk mencegah risiko penularan, masyarakat sebaiknya membatasi diri untuk berkumpul dengan orang banyak,” jelasnya.

Selain itu membatasi perjalanan ke daerah terjangkit. “Kalau hanya sebagian orang yang menaati, dan lainnya tak mengindahkan, jadinya semua berisiko. Kalau sama-sama mengerti membatasi kontak, berinteraksi dengan orang, dalam jarak dekat, banyak di rumah saja, risiko lebih kecil,” urainya.

 

APD SIAP DIKIRIM

Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan selain rapid test kit, Pemprov Kaltara juga telah menerima melalui Kantor Penghubung di Jakarta alat pelindung diri, yang jumlahnya mencapai 2.000 set. APD tersebut akan segera dikirim ke Kaltara.

“Hasil komunikasi dan koordinasi saya dengan Kepala BNPB/Tim Gugus Nasional Covid-19, alhamdulillah Provinsi Kaltara memperoleh bantuan 2.000 APD, yang saat ini sudah diterima dan disimpan di Kantor Penghubung Jakarta. Insyaallah, besok, Kamis 26 Maret 2020 akan dikirim dgn pesawat Batik ke Tarakan,” jelasnya.

Dikatakan Irianto, Pemprov berusaha secara maksimal menjaga dan mempertahankan Kaltara 0 positif Covid-19, meskipun 4 provinsi lain di Kalimantan sudah terdapat positif Covid-19. Demikian juga negara tetangga terdekat Kaltara, Serawak dan Sabah. “Jadi, sesungguhnya Kaltara telah “terkepung” oleh positif Covid-19. Mengenai APD ini diutamakan untuk RSUD Tarakan, Tanjung Selor dan Nunukan,” tambahnya.

Gubernur menambahkan, jika sejumlah fasilitas perhubungan telah didukung ambulans, seperti pada bandara, pelabuhan, terminal, dermaga. “Ambulans stand by (siaga) dengan tenaga medisnya. Jika terdapat ODP, langsung dibawa ke RS,” terangnya.

 

RISIKO RENDAH

Dibandingkan social distancing, penerapan physical distancing dianggap lebih baik dalam meminimalisir penyebaran Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara dr. Franky Sientoro, Sp.A, kepada Radar Tarakan, Rabu (25/3). Dirinya menganggap bila menerapkan social distancing, potensi terkena Covid-19 masih tinggi mengingat penularannya melalui droplet.

“Social distancing ini kita masih berbicara dengan bertatap muka langsung, namun dengan jarak 1,5 meter hingga 2 meter, namun potensi penularannya melalui droplet masih ada. Kita masih berbicara secara tatap muka,” bebernya.

Berbeda dengan physical distancing penerapannya tidak dengan komunikasi secara tatap muka, yakni komunikasi dilakukan tanpa memperlihatkan wajah masing-masing atau saling membelakangi.

“Bila kita menerapkan physical distancing tentu risikonya sangat rendah terkena Covid-19. Memang hal ini dianggap tidak sopan atau komunikasi yang dilakukan nantinya tidak lancar karena tidak saling berhadapan, namun hal ini sangat efektif untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Pada dasarnya social distancing dan physical distancing merupakan upaya meminimalisir penularan Covid-19, sehingga dirinya mengimbau masyarakat bisa menyadari pentingnya pembatasan komunikasi dan jarak saat ini.

“Kita harus belajar dari Italia, jangan meremehkan apa yang sudah dianjurkan oleh pemerintah, hal tersebut merupakan upaya dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

IDI juga mengharapkan masyarakat dapat menuruti anjuran dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dengan mengurangi kegiatan di luar dan tidak membuat kegiatan yang mengundang keramaian.

“Jadi anjuran ini sudah jelas, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk meliburkan anak sekolah selama dua minggu. Tujuannya memutus rantai penularan Covid-19,” tuturnya.

Namun dirinya cukup menyesalkan adanya pelajar-pelajar yang masih ditemukan berkumpul dan nongkrong di saat diliburkan sementara dari sekolahnya. “Untuk anak muda mungkin kekebalan dan sistem imunnya masih kuat, sehingga terkena Covid-19 ini tidak terlalu berdampak signifikan. Yang dikhawatirkan anak-anak kita ini nantinya menjadi media sebagai tempat menularkan Covid-19. Di mana orang tua dengan usia 50 tahun ke atas dan memiliki penyakit paru-paru mempunyai potensi tinggi akan kematian,” ujarnya.

Dirinya sekali lagi meminta kepada masyarakat untuk belajar dengan kasus Covid-19 yang terjadi di Italia. Masyarakatnya meremehkan virus tersebut sehingga kondisinya saat ini menjadi negara dengan jumlah dan kematian kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

“Ini semua untuk kebaikan kita, mari kita saling mendukung apa yang dilakukan pemerintah saat ini,” pungkasnya. (iwk/jnr/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 03 April 2020 13:30

236 Narapidana Lapas Dibebaskan

TARAKAN – Upaya preventif penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di dalam…

Jumat, 03 April 2020 13:28

Kembali Dapat Tambahan 114 Batang Sabun Lagi

TARAKAN – Pembagian sabun cair olahan yang dilakukan oleh Komando…

Jumat, 03 April 2020 13:23

8 Hotel Memilih Tutup Sementara

TARAKAN - Wabah Coronavirus Disease (Covid-19) bukan hanya menghambat jalannya…

Jumat, 03 April 2020 12:26

Berawal dari Obat Empiris, Jadi Penangkal Hama dan Covid-19

Merebaknya pandemi Covid-19 di seluruh Indonesia, membuat masyarakat meramu sendiri…

Jumat, 03 April 2020 11:59

Iwan Pimpin PDAM Andalkan Ilmu Bisnis

Akhirnya Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, melantikan 5 direktur…

Jumat, 03 April 2020 11:57

2.992 Liter Sabun Cair Terdistribusi

TARAKAN - Setelah menerima sabun batang dari ditributor, Kodim 0907…

Jumat, 03 April 2020 11:55

Empat Eks Ijtima Gowa Positif

PASIEN positif Covid-19 di Kaltara bertambah 4 orang menjadi 6…

Rabu, 01 April 2020 14:09

KJRI: Perbatasan Sebatik Bocor

TARAKAN – Di tengah upaya menekan penyebaran virus Covid-19, di…

Rabu, 01 April 2020 13:59

Petambak Ditemukan Mengapung

TARAKAN - Sempat dilaporkan menghilang pada Senin (30/3) sekitar pukul…

Rabu, 01 April 2020 13:57

Puluhan Ribu Disinfektan Disemprotkan

Seluruh jajaran Polri di seluruh Indonesia melakukan penyemprotan disinfektan. Hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers