MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 23 Maret 2020 15:44
Sudah 6 Dokter Meninggal

Masalah Utama pada APD

PENCEGAHAN: Seorang petugas menyemprot disinfektan pada angkutan penumpang di Pelabuhan Kayan, Tanjung Selor. FOTO: FIJAI PASARIJA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TENAGA medis salah satu elemen yang berada di garis depan menyelamatkan pasien corona atau Covid-19. Mulai dari dokter, perawat, dan tenaga medis lainnnya. Mereka menyadari tugas yang menyelamatkan para pasien itu bertaruh nyawa. Risiko terbesarnya adalah kematian.

Risiko itu ternyata benar adanya. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyatakan ada 6 dokter meninggal dunia saat bertugas dalam memberantas Covid-19. Para dokter tersebut tertular dari pasien yang mereka tangani.

“Iya (benar ada 6 dokter, Red) sudah di-publish (diumumkan) oleh PB IDI,” kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Moh Adib Khumaidi, Sp.OT, Minggu (22/3).

Mereka yang meninggal saat berjuang menyelamatkan pasien yang terinfeksi corona itu adalah dr. Hadio Ali, Sp.S, dr. Joko Judodjoko, Sp.B, dr. Laurentius P, Sp.Kj, dr. Adi Mirsaputra, Sp.THT, dr. Ucok Martin, Sp.P, dan dr. Toni D. Silitonga.

Moh. Adib Khumaidi menyatakan, salah satu catatan dalam penanggulangan pasien corona adalah keterbatasan alat pelindung diri (APD) bagi dokter dan tenaga medis lainnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto ikut angkat bicara atas meninggalnya para dokter. Atas nama pemerintah, Yuri mengucapkan rasa berduka kepada rekan sejawatnya itu.

“Pemerintah prihatin dan berduka cita yang mendalam, sedalam-dalamnya atas beberapa tenaga kesehatan yang terpaksa menjadi korban Covid-19. Kita semua bersedih ini menimpa kita, namun juga menghargai kerja luar biasa dan dedikasi para tenaga kesehatan yang sudah memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara,” kata Yuri.

“Pemerintah bersedih untuk ini dan belasungkawa. Yakinlah kita dalam pengabdian dan profesional, memberikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia,” tambahnya.

Salah satu dari 6 dokter yang meninggal dunia adalah dr. Hadio Ali, Sp.S. Selama hidupnya, Hadio dikenal sebagai dokter yang bertugas di RS Premier Bintaro. Hadio sempat dirujuk ke RS Persahabatan setelah kondisinya memburuk dan menggunakan ventilator. Hadio meninggal pada usia 34 tahun.

“Benar (almarhum bertugas di RS Premier Bintaro). Sudah di-publish di Instagram kami,” tutup Corporate Marketing Communication Aviv Ready.

 

MASALAH NASIONAL

Sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19, kebutuhan APD masih menjadi problem yang dihadapi petugas kesehatan. Tak terkecuali di Kaltara.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara dr. Franky Sientoro, Sp.A, menjelaskan para tenaga medis di Kaltara akhirnya menyiasati kekurangan APD degan jas hujan. Kendati sebenarnya tidak memenuhi syarat.

“APD ini single use (sekali pakai). Kecuali sepatu boots dan helm, masih bisa dipakai beberapa kali. Khusus sepatu bisa dibersihkan dengan disinfektan. Kalau masker, minimal N-95, dipakai menangani PDP saat ini. Masker bedah saat ini tidak melindungi dari virus,” tambahnya.

Pengadaan APD ini disuarakan ke pusat. Juga oleh institusi rumah sakit. Franky mengaku pihaknya sangat terbuka apabila ada yang ingin membantu pengadaannya,” imbuhnya.

Setidaknya ada belasan dokter spesialis yang terlibat dalam pengananan PDP di Kaltara.

“Dokter paru di RSUD Tarakan saat ini, dua ahli paru, 3 ahli anastesi, 3 penyakit dalam dan THT 2. Di Tanjung Selor, ada paru, THT, anastesi juga ada, dan penyakit dalam juga ada. Anastesi termasuk ada di lini depan, yang dikhawatirkan sangat rawan terpapar. Tugasnya itu ibarat menyentuh sarang tawon,” sebutnya.

Pihaknya pun terus menguatkan sesama petugas medis. Jika sewaktu-waktu kondisi yang tidak diinginkan terjadi, seperti petugas medis terpapar, maka akan dibantu dokter asisten, dokter umumt. “Mereka rerata punya pengalaman. Dan paramedis juga membantu, patologi klinik, dokter ahli rontgen, dan dokter jantung. Saat ini hanya kasus bedah yang emergency saja yang ditangani,” bebernya.

Ia menyebutkan saat ini tak ada pabrik yang memproduksi APD di Indonesia. “Kemarin ada pabrik di Solo yang membuat, namun kini sudah habis dan pabrik tersebut tidak bisa membuat APD lagi karena terkendala bahan baku pembuatan yang ternyata di impor dari Tiongkok,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan tidak adanya bahan baku dari Tiongkok merupakan imbas dari Covid-19 yang sebelumnya mewabah di negara tersebut, yang berakibat pada lockdown terhadap seluruh kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan ekspor dan impor bahan baku APD.

“Tapi di sana sudah mulai pulih dan pabrik-pabrik yang sebelumnya tutup mulai beroperasi, kami harapkan bahan baku APD ini sudah bisa diimpor lagi ke Indonesia,” tuturnya.

APD merupakan pakaian penting yang digunakan petugas kesehatan. “Harga APD ini sekitar Rp 1 juta, namun kemarin kami tawar dengan harga Rp 1,2 juta juga tidak ada yang bersedia menyediakan, karena memang kondisinya saat ini sedang kosong,” ucapnya.

Sebagai upaya pemenuhan APD, pihaknya berencana membuka donasi, tidak hanya untuk APD saja namun kebutuhan tenaga kesehatan lainnya juga diharapkan dapat dipenuhi dalam donasi tersebut.

“Satu dua hari ini kami buka donasi untuk internal saja dulu, namun setelah itu kami akan buka untuk masyarakat, kami harapkan partisipasi masyarakat di sini bisa ikut andil dalam membantu kami melawan Covid-19,” ujarnya.

Selain APD, dirinya berharap pemangku kepentingan terkait yang berada di perbatasan juga ikut berperan aktif mengawasi keluar masuknya orang, terutama dari Tawau, Malaysia.

“Kita ketahui sendiri bahwa jumlah kasus Covid-19 di Malaysia setiap harinya terus bertambah, sehingga perlu peranan stakeholder terkait dalam pengawasannya,” tuturnya.

Tidak hanya pengawasan yang melewati jalur resmi saja, namun pengawasan pada jalur ilegal juga harus diperketat kembali terutama di daerah perbatasan yakni Sebatik dan Nunukan.

“Sebatik dan Nunukan masih banyak jalur ilegal atau jalur tikus, sehingga hal ini juga bisa menjadi perhatian seluruh pihak yang ada di sana, jangan sampai lengah dalam hal pengawasan pencegahan penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Direktur Utama RSUD Tarakan dr. Muhammad Hasbi Hasyim mengaku pihaknya terus saling menguatkan dalam penanganan dengan memanfaatkan sumber daya secara maksimal. Kendati, pihaknya juga menemui beberapa keterbatasan.

“Kami sudah mengusulkan sejak awal (APD). Saat ada pertemuan Kemenkes di Jakarta kami sudah sampaikan. Ini memang menjadi masalah nasional, tiba-tiba semua orang butuh. Di Tarakan sudah pakai jas hujan. Sebelumnya, kami sudah memesan sesuai standar, tapi barangnya tak ada,” jelasnya.

Menurutnya, yang dilakukan RSUD saat ini dengan memberi dukungan untuk para dokter. “Saya turun langsung mengawasi penyiapan ruang isolasi yang baru. Tak lepas dari tanggung jawab saya, tanggung jawab pemerintah. Gubernur pun sudah menginstruksikan, agar ini ditangani dengan maksimal,” tambahnya.

Belum ada skenario lain jika sewaktu-waktu di antara dokter yang menangani PDP mengalami gangguan kesehatan. Menurutnya, yang bisa dilakukan hanya memaksimalkan sumber daya yang ada.

“Masalahnya semua (RS) butuh dokter. Saya mau ambil dokter dari Balikpapan, juga mengalami hal yang sama. Kalau nanti Tarakan, kalau memang butuh dukungan, kami minta dukungan. Sejauh rumah sakit lain ini tidak disibukkan dengan rutinitasnya. Ini juga menjadi masalah, sebaran dokter, kebanyakan di Pulau Jawa. Saya sudah 3 tahunan, berusaha mengajak teman-teman ke Kaltara. Apa pun itu harus dihadapi. Diusahakan maksimal,” imbuhnya.

RSUD juga tak menutup diri jikaada donatur yang ingin menyumbang APD, helm, sepatu boots atau semacamnya. “Silakan jika punya saluran pengadaan, kami sangat butuh, terbuka untuk itu. Sejauh ini kami mau mencari di mana pun, bingung. Yang jelas, saya tak ingin mempertaruhkan kesehatan petugas saya. Kalau dia apa-apa, siapa yang mau menolong. Alhamdulillah mereka peduli semua. Kami saling support (dukung), tenaga penunjang pun demikian,” terangnya.

Sementara itu Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie menyampaikan dukungan anggaran untuk penanganan Covid-19 dalam APBD 2020. Selain itu, ia juga menginstruksikan sejumlah organisasi perangkat daerah menindaklanjuti arahan pemerintah pusat.

“Sebagai Gubernur, saya memberikan persetujuan tertulis realokasi APBD 2020 sesuai arahan Presiden dan Mendagri serta menginstruksikan kepada sekda/kepala BPBD/kadis kesehatan/kadis PMD/Plt. kepala BPKAD/kepala bappeda untuk segera menindaklanjuti semua kebijakan dan arahan Presiden dan para Menteri terkait,” sebutnya. (mhv/jpg/jnr/eza/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 03 April 2020 13:30

236 Narapidana Lapas Dibebaskan

TARAKAN – Upaya preventif penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di dalam…

Jumat, 03 April 2020 13:28

Kembali Dapat Tambahan 114 Batang Sabun Lagi

TARAKAN – Pembagian sabun cair olahan yang dilakukan oleh Komando…

Jumat, 03 April 2020 13:23

8 Hotel Memilih Tutup Sementara

TARAKAN - Wabah Coronavirus Disease (Covid-19) bukan hanya menghambat jalannya…

Jumat, 03 April 2020 12:26

Berawal dari Obat Empiris, Jadi Penangkal Hama dan Covid-19

Merebaknya pandemi Covid-19 di seluruh Indonesia, membuat masyarakat meramu sendiri…

Jumat, 03 April 2020 11:59

Iwan Pimpin PDAM Andalkan Ilmu Bisnis

Akhirnya Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, melantikan 5 direktur…

Jumat, 03 April 2020 11:57

2.992 Liter Sabun Cair Terdistribusi

TARAKAN - Setelah menerima sabun batang dari ditributor, Kodim 0907…

Jumat, 03 April 2020 11:55

Empat Eks Ijtima Gowa Positif

PASIEN positif Covid-19 di Kaltara bertambah 4 orang menjadi 6…

Rabu, 01 April 2020 14:09

KJRI: Perbatasan Sebatik Bocor

TARAKAN – Di tengah upaya menekan penyebaran virus Covid-19, di…

Rabu, 01 April 2020 13:59

Petambak Ditemukan Mengapung

TARAKAN - Sempat dilaporkan menghilang pada Senin (30/3) sekitar pukul…

Rabu, 01 April 2020 13:57

Puluhan Ribu Disinfektan Disemprotkan

Seluruh jajaran Polri di seluruh Indonesia melakukan penyemprotan disinfektan. Hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers