MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 20 Maret 2020 14:51
30 Calon PMI Batal ke Malaysia
Calon PMI yang gagal berangkat.

PROKAL.CO, NUNUKAN – Setidaknya ada 30 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang batal berangkat ke Malaysia atas dampak lockdown yang dilakukan pemerintah Malaysia. Seluruhnya pun terpaksa ditampung untuk sementara waktu sampai Malaysia mencabut status lockdown.

Calon PMI untuk sementara ditampung Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indoesia (PJTKI) di Nunukan. Selama berada di Nunukan, seluruh keperluan calon PMI akan ditanggung PJTKI.

Itu ditegaskan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan, Kombes Pol. Hotma Victor Sihombing kepada Radar Tarakan.  

“Selama di sini, mereka (calon PMI, Red) ditanggung perusahaan,” ujar Hotma. Calon PMI tersebut, sebelumnya adalah bagian dari 297 orang PMI deportasi Malaysia ke Nunukan Maret lalu. Sebelum kembali menjadi calon PMI prosedural, tentu telah diperiksa kesehatan di Nunukan dan menyelesaikan kelengkapan dokumen keimigrasian serta kelengkapan administrasi lainnya.

Status lockdown yang dilakukan Malasyia, membatal niat mereka kembali bekerja di Malaysia. Namun, Hotma memastikan, pasca Malaysia mencabut status lockdown, seluruh calon PMI langsung diberangkatkan ke negara tetangga yang saat ini juga sudah terjangkit Covid-19.

“Sementara kita tidak berikan izin, karena Malaysia lockdown. Nanti kalau sudah dicabut status lockdown, baru diberangkatkan,” beber Hotma.

Sementara itu, mantan staf pengelola PJTKI PT. Muhdi, Muhammad Amin mengatakan, menundaan pemberangkatan PMI adalah hal biasa dalam bisnis jasa pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Terlambat atau ditunda pengiriman PMI keluar negeri sudah menjadi risiko perusahaan.

“Itu sudah biasa, saya dulu pernah sampai dua pekan menampung,” ujar Amin.

Hal itu memang harus dilakukan perusahaan ketika ada kebijakan yang merugikan perusahaan seperti dilakukan lockdown oleh Malaysia. Menampung calon PMI tentu akan mengeluarkan dana tidak sedikit. “Semua kita tanggung, makan dan sebaganya, bisa sampai puluhan juga habis kalau nampung dua pekan. Tapi ya itulah resikonya,” pungkas Amin.

Pastikan Pelabuhan Tradisional Terpantau Tim

Sementara pelabuhan tradisional di Nunukan tentu menjadi dilema bagi tim Satgas Covid-19. Kenapa tidak, jalur itu tentu dipastikan juga akan dilalui WNI dari Malaysia. Namun, Juru Bicara (Jubir) Tim Satgas Covid-19 memastikan pelabuhan tradisional juga terpantau.

Jubir Tim Satgas Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan, pihaknya tidak hanya memantau pelabuhan internasional di Tunon Taka Nunukan, namun juga pelabuhan lokal termasuk pelabuhan tradisional. Ia memastikan di pelabuah tersebut juga ada tim yang melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum orang tersebut masuk ke Nunukan.

“Itu sudah sejak Rabu (18/3) dilakukan. Pelan-pelan kita counter semua titik rawan perlintasan orang,” ungkap Aris kepada pewarta harian ini kemarin (19/3)

Sementara itu, Aris mengaku, sejak Kamis (19/3), jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Nunukan sudah menyusut menjadi 4 orang saja. Memang diakuinya sebelumnya jumlah mencapai 883 orang, namun seluruhnya sudah dipulangkan dan pulang ke daerahnya masing-masing.

Dijelaskan Aris, jumlah ODP sebanyak 883 tersebut adalah jumlah ODP tertanggal 27 Januari hingga 18 Maret kemarin. ODP tersebut meliputi deportan PMI dari Malasyia yang berjulah lebih dari 300 orang, Warga Negara Asing (WNA) yang transit di Nunukan berjumlah 200 orang serta warga Nunukan yang pernah berada di negara yang terjangkit selama 14 hari.

“Hasil survery di lapangan, seluruhnya sudah dikembali ke kampung halamannya, sisanya sudah selesai menjalani pemantauan,” jelas Aris.

Sementara 4 orang yang benar-benar menjadi ODP saat ini, berada di Kecamatan Seimenggaris, Sebatik dan Nunukan. Salah satunya adalah keluarga orang dalam pengawasan (ODP) di Tarakan yang tinggal di Sungai Nyamuk, Sebatik.

Aris sendiri meminta status ODP dan PDP di tambah mengingat wilayah Nunukan daerah perbatasan. Misalkan, lanjut Aris, penambahan status menjadi orang dalam resiko (ODR). ODR ini dimana adanya warga yang memang perlu perhatian walaupun bentuknya edukasi, seperti orang yang baru datang dari Tawau dan tidak punya gejala, dan berada di Nunukan.

Orang tersebut seharusnya juga dalam pengawasan minimal diberikan edukasi.

“Ya setidaknya kita kasi edukasi, jika punya gejala, segera melaporkan atau memeriksakan diri. Usulan penambahan status ini, sudah kita sampaikan,” beber Aris.

Sementara itu, Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Imigrasi Kelas II Nunukan, Karel mengatakan, pemerintah Malaysia akhirnya memberi kebijakan kepada WNI di Malaysia untuk kembali ke Indonesia. Dengan begitu, setidaknya ada 108 orang WNI dari Tawau Malaysia, tiba di Nunukan melalui Pelabuhan Internasional Tunon Taka Nunukan, Kamis (19/3). “Total 108 orang hari ini datang dari Tawau,” ujar Karel. (raw/ana)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 03 April 2020 13:32

Ratusan Eks Penumpang KM Lambelu Dilacak

NUNUKAN – Ratusan eks penumpang Kapal Motor (KM) Lambelu akan…

Kamis, 02 April 2020 14:08

20 Koli Kepiting Bakau Nyaris Lolos ke Malaysia

NUNUKAN – Di tengah polemik Covid-19 di perbatasan dengan masih…

Selasa, 31 Maret 2020 11:44

Nunukan Kaji Rencana Isolasi

NUNUKAN- Melalui surat edaran (SE) Kemendagri, kepala daerah akhirnya bisa…

Selasa, 31 Maret 2020 11:39

TKI dari Malaysia Dikarantina di Nunukan, Ini Kata Laura

NUNUKAN- Bupati Nunukan Asmin Laura menyebutkan, seusai arahan Gubernur Kaltara…

Minggu, 22 Maret 2020 15:22

Lockdown Dibuka Dua Hari, Malaysia Terus Pulangkan WNI

Sebanyak 297 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia…

Jumat, 20 Maret 2020 14:51

30 Calon PMI Batal ke Malaysia

NUNUKAN – Setidaknya ada 30 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)…

Kamis, 19 Maret 2020 15:21

8 WNI Positif Corona di Sabah, Penyeberangan Internasional Lumpuh

TAWAU- Kepala Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengatakan, di…

Kamis, 19 Maret 2020 10:24

Keluarga PDP Covid-19 Dipantau

NUNUKAN- Sejumlah keluarga PDP yang tengah dirawat di RSUD Tarakan…

Selasa, 17 Maret 2020 13:35

Gubernur Usulkan RS Rujukan Covid-19 di Nunukan

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan, dalam…

Selasa, 17 Maret 2020 13:30

Sudah 8 Orang Positif Covid-19 di Tawau

SETELAH dirawat selama 4 hari sejak Kamis (12/3) lalu, deportan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers