MANAGED BY:
MINGGU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 19 Maret 2020 15:21
8 WNI Positif Corona di Sabah, Penyeberangan Internasional Lumpuh
PELABUHAN SEPI: Pasca lockdownyang dilakukan Malaysia, aktivitas penyeberangan internasional di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan lumpuh total, kemarin (18/3).

PROKAL.CO,

TAWAU- Kepala Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengatakan, di Sabah tercatat 8 orang yang yang dikonfirmasi merupakan WNI positif Covid-19. Sedang 2 orang lainnya masih belum diketahui paspornya.

“Kami masih menelusuri karena ini tidak mudah, karena yang bisa kami kontak hanya otoritas RS, di mana mereka dirawat. Itu pun enggak bisa detail,” ungkapnya. Namun berdasarkan hasil komunikasi pihaknya, tercatat WNI yang positif Covid-19 masih terbilang stabil. Diketahui sebelumnya WNI tersebut merupakan peserta jamaah tablig.

“Tinggalnya tersebar, tidak hanya di Tawau saja. Kami juga belum bisa dapat info, apa pekerjaan mereka juga belum bisa kami konfirmasi,” ujarnya. Dari 10 orang WNI yang terinfeksi Covid-19, 3 di antaranya merupakan perempuan. Namun satu memiliki paspor, sedang dua lainnya belum diketahui memiliki paspor atau tidak sehingga perlu diverifikasi. Disinggung soal perdagangan Kaltara-Tawau yang diprediksi akan lumpuh sementara, Djati menyatakan perdagangan masih tetap terbuka.

“Kalau barang-barang dimaksud diangkut dengan kapal feri yang jelas enggak bisa masuk lagi. Terkait kapal feri yang ditutup jalurnya kami upayakan dibuka beberapa hari untuk fasilitasi WNI pelawat yang mau balik ke Tarakan dan Nunukan,” tegasnya.

 

DI NUNUKAN

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers