MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 17 Maret 2020 13:35
Gubernur Usulkan RS Rujukan Covid-19 di Nunukan
Irianto

PROKAL.CO, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan, dalam waktu dekat ini akan diusulkan rumah sakit (RS) rujukan untuk penanganan virus corona (Covid-19) di Nunukan.

Menurut Irianto, hal ini penting dilakukan sebagai upaya antisipasi di wilayah perbatasan mengingat informasi terakhir di Tawau, Malaysia yang berdekatan dengan Sebatik, Kabupaten Nunukan sudah ada warga yang dinyatakan positif Covid-19.

“Sekarang ini di Kaltara kan baru ada dua rumah sakit rujukan, yaitu RSUD Tarakan dan RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor,” ujar Irianto saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (16/3).

Menurut Irianto, persiapan dari dua RS rujukan di provinsi termuda Indonesia ini sudah cukup baik. Untuk RSUD Tarakan, penanganannya merupakan tanggung jawab Pemprov. Sedangkan RS Tanjung Selor ditangani Pemkab Bulungan. Tapi Pemprov tetap melakukan pemantauan.

Tak hanya itu, sebagai tindak lanjut dari Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2020, Pemprov juga mengundang semua instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta bupati dan wali kota, dalam rangka rapat peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan Covid-19 hari ini (17/3) di Tanjung Selor.

“Ini (rapat, Red) tak boleh diwakili. Karena ini menyangkut masalah pelaksanaan peraturan dan Keppres. Dan yang paling penting, itu untuk keselamatan bangsa dan negara, serta masyarakat. Terlebih Kaltara,” tegas Irianto.

Masyarakat juga diharapkan tidak terjebak dengan berita bohong atau hal-hal yang tidak jelas. “Dan yang terpenting, masyarakat juga dipastikan harus mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat dan baik, sehingga upaya antisipasi yang dilakukan itu betul-betul efektif dan tepat sasaran,” sebutnya.

Selain itu, upaya lain yang juga sedang intens dilakukan saat ini adalah meningkatkan pemeriksaan terhadap semua orang yang beraktivitas di bandara-bandara, pelabuhan, serta tempat keramaian dengan mobilitas manusianya banyak.

“Kami juga berusaha mencegah. Karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Ini tentu lebih murah,” katanya.

Nanti akan ada edaran Gubernur, apakah berupa maklumat atau instruksi terkait antisipasi Covid-19 ini. Intinya di jajaran pemerintah daerah di Kaltara harus siap, sebagaimana yang juga dilakukan oleh seluruh pemerintah daerah lainnya di Tanah Air.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara Norhayati Andris mengatakan, perlu diantisipasi oleh semua stakeholder (pemangku kepentingan), termasuk juga dari masyarakat, semuanya harus bekerja sama.

“Sebelum timbul kasus, kita harus sudah siap. Artinya, masing-masing sudah punya tugas. Karena kita tidak mengetahui kapan virus itu ada di Kaltara, karena penyebarannya ini sangat cepat,” tegasnya.

“Di sini kami meminta adanya kesiapan dari kita semua. Utamanya dari sisi pemerintah, seperti apa upaya dalam mengambil langkah konkrit untuk menyikapi keadaan dan kemungkinan yang bisa terjadi,” sambungnya.

Namun, politisi PDIP ini mengajak tetap berdoa agar Kaltara tidak termasuk daerah yang terpapar Covid-19 ini. Oleh karena itu, perlu segera dilakukan mitigasi dan koordinasi sebagai upaya pencegahan. Sejumlah akses keluar masuk harus segera diperketat pengawasannya.

Termasuk juga untuk penyiapan persediaan stok makanan. Sebab, seperti apa pun itu, perekonomian di Kaltara harus tetap stabil. Dalam hal ini, harus ditegaskan, jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penimbunan stok makanan dan hal lain yang dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) se-Kaltara juga perlu secara intens melakukan pemantauan situasi yang ada. Jika dimungkinkan anak-anak belajar dari rumah, mungkin itu bisa dilakukan untuk sementara.

“Langkah Pemprov dalam hal mengantisipasi ini sudah baik, sehingga hal ini perlu kita apresiasi,” tuturnya.

Termasuk juga ditegaskannya untuk frekuensi perjalanan dinas keluar daerah perlu dikurangi. Kecuali hal penting dan tidak dapat ditunda. Tapi, jika bisa via telepon, mungkin lebih baik.

“Yang terpenting di sini, pemerintah harus sigap dan memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat bahwa Kaltara siap. Karena ini bukan main-main, jadi jangan dianggap remeh. Ini menyangkut nyawa,” tegasnya.

Termasuk juga Dinkes, diharapkan dapat lebih pro aktif dalam melakukan pemantauan di setiap tempat keramaian. Termasuk juga di tempat-tempat ibadah, seperti masjid, gereja, dan tempat ibadah lainnya di Kaltara ini.

“Termasuk jika dinilai perlu, bagikan antiseptik dan berikan edukasi tentang menjaga kebersihan kepada masyarakat. jangan segan-segan melakukan pengetesan terhadap masyarakat di tempat umum,” tuturnya.

Hal yang tak kalah pentingnya, di sini juga perlu langkah pro aktif dari masyarakat. Semua harus menjaga kesehatan dan melakukan antisipasi penularan dari virus ini. Mata rantai dari penyebaran virus ini harus diputuskan.

“Artinya, dari diri kita sendiri harus punya kepedulian dan sadar akan bahayanya. Intinya, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Hindari keluar rumah jika tidak penting,” pungkasnya. (radartarakan)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 03 April 2020 14:47

Puluhan Warga Malaysia Tertahan di Nunukan

  NUNUKAN-Puluhan Warga Negara (WN) Malaysia harus tertahan di Nunukan…

Jumat, 03 April 2020 13:32

Ratusan Eks Penumpang KM Lambelu Dilacak

NUNUKAN – Ratusan eks penumpang Kapal Motor (KM) Lambelu akan…

Kamis, 02 April 2020 14:08

20 Koli Kepiting Bakau Nyaris Lolos ke Malaysia

NUNUKAN – Di tengah polemik Covid-19 di perbatasan dengan masih…

Selasa, 31 Maret 2020 11:44

Nunukan Kaji Rencana Isolasi

NUNUKAN- Melalui surat edaran (SE) Kemendagri, kepala daerah akhirnya bisa…

Selasa, 31 Maret 2020 11:39

TKI dari Malaysia Dikarantina di Nunukan, Ini Kata Laura

NUNUKAN- Bupati Nunukan Asmin Laura menyebutkan, seusai arahan Gubernur Kaltara…

Minggu, 22 Maret 2020 15:22

Lockdown Dibuka Dua Hari, Malaysia Terus Pulangkan WNI

Sebanyak 297 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia…

Jumat, 20 Maret 2020 14:51

30 Calon PMI Batal ke Malaysia

NUNUKAN – Setidaknya ada 30 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)…

Kamis, 19 Maret 2020 15:21

8 WNI Positif Corona di Sabah, Penyeberangan Internasional Lumpuh

TAWAU- Kepala Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengatakan, di…

Kamis, 19 Maret 2020 10:24

Keluarga PDP Covid-19 Dipantau

NUNUKAN- Sejumlah keluarga PDP yang tengah dirawat di RSUD Tarakan…

Selasa, 17 Maret 2020 13:35

Gubernur Usulkan RS Rujukan Covid-19 di Nunukan

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan, dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers