MANAGED BY:
KAMIS
09 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 17 Maret 2020 13:30
Sudah 8 Orang Positif Covid-19 di Tawau
Pemeriksaan di salah satu pintu masuk di Kaltara.

PROKAL.CO,

SETELAH dirawat selama 4 hari sejak Kamis (12/3) lalu, deportan yang menjadi pasien suspect punya gejala mirip ke Covid-19, akhirnya dinyatakan sehat dan dikembalikan ke Rumah Susun Sedehana Sewa (Rusunawa) Senin (16/3) tempat di mana mantan pekerja imigran Indonesia (PMI) deportasi ditampung.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan dr. Dulman memastikan pasien suspect sebelumnya negatif Covid-19 setelah menjalani perawatan di RSUD Nunukan. Apalagi, dari hari ke hari keadaan pasien semakin membaik.

“Sudah minta pulang, tapi sebelumnya kami tidak bisa langsung pulangkan, ada prosedurnya,” ujar dr. Dulman ketika diwawancarai (16/3). Setelah melakukan koordinasi dengan ketua Tim Satgas Covid-19, pasien tersebut akhirnya diperbolehkan meninggalkan RSUD Nunukan. Kendati begitu, pengawasan dari RSUD Nunukan dan juga tim Satgas Covid-19 terhadap terduga suspect sebelumnya akan dilakukan selama 14 hari.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Tim Satgas Covid-19 Nunukan Aris Suyono mengatakan, kepada pasien tersebut, tentunya akan dilakukan pengawasan hingga keadaan pasien benar-benar membaik. Pasien pun diminta tidak dahulu keluar dari rusunawa. “Memang kami minta tidak keluar dulu,” kata Aris.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Kabag Humas dan Protokol Setkab Nunukan, Hasan Basri mengatakan, hasil rapat gabungan mengenai penanganan Covid-19, meminta semua pihak terkait melakukan antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Contohnya seperti jika dilakukan lock down, Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan sudah diminta untuk memastikan ketersediaan kebutuhan sembako, kemudian para camat dan lurah diminta aktif lakukan upaya pencegahan dan memberi edukasi kepada warga.

Jalur perdagangan tradisional juga diusulkan ke pemerintah pusat untuk ditutup. Meski sesungguhnya jalur legal juga diinginkan untuk ditutup, namun bukan kewenangan daerah. “Bupati (Hj. Asmin Laura Hafid) usulkan jalur perdagangan tradisional seharusnya semua ditutup, kalau legal kan bukan kewenangan kami, itu wewenang pusat,” tutur Hasan. “Besok (hari ini, Red), Bupati akan rapat dengan gubernur, usulan itu akan disampaikan,” tambah Hasan. 

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 07 Juli 2020 12:29

Satgas Pamtas Sita Senpi dan Miras

NUNUKAN - Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Batalyon…

Minggu, 05 Juli 2020 11:54

12 Calon Pengantin Terdeteksi Pengguna Narkoba

NUNUKAN – Setidaknya ada 12 orang calon pengantin (catin) yang…

Sabtu, 04 Juli 2020 11:12

Mabuk Lem, Remaja Kejar Polisi dengan Badik

NUNUKAN – Seorang remaja berinisial AN (22) diduga sedang mabuk…

Rabu, 01 Juli 2020 09:13

Pengendali di Lapas hingga Pemesan di Tana Tidung

NUNUKAN - Dalam sebulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba (Satrekoba) Polres…

Selasa, 30 Juni 2020 10:27

PDIP Aksi di Polres Nunukan

NUNUKAN – Menuntut pengusutan tuntas pelaku pembakaran bendera Partai Demokrasi…

Senin, 29 Juni 2020 10:12

Langgar Protokol Kesehatan, Dihukum PushUp

NUNUKAN - Meski status tanggap darurat Covid-19 di Nunukan beum…

Sabtu, 27 Juni 2020 09:34

Satgas Pamtas dan Polhut Temukan Barak Pembalak Liar

NUNUKAN – Satgas Pamtas Yonif 623/BWU bersama Polisi Kehutanan (Polhut)…

Jumat, 26 Juni 2020 13:03

Penerima Tunjangan Khusus Guru Dikurangi

 NUNUKAN – Dengan adanya aturan terbaru mengenai pemberian tunjangan khusus,…

Kamis, 25 Juni 2020 14:30

Nonreaktif, 361 WNI Dipulangkan dari Malaysia

    RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN DIPULANGKAN LAGI: Setidaknya ada 361…

Kamis, 25 Juni 2020 13:24

Nonreaktif, 361 WNI dari Malaysia Dipulangkan, 134 Lanjut ke Sulsel

NUNUKAN – Sebanyak 361 warga negara Indonesia (WNI), dan 134…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers