MANAGED BY:
JUMAT
03 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 17 Maret 2020 12:58
Mengaku Dianiaya, Kabid Trantib Lapor ke Polisi

Minta Klarifikasi, RA Bantah Lakukan Pemukulan

LAPORKAN: Kabid Trantib Satpol Kaltara, Aspian Noor saat memperlihatkan laporan yang dilakukannya ke Polres Bulungan atas tindakan yang dialami.

TANJUNG SELOR – Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berinisial RA (42) dilaporkan ke Polres Bulungan. Penyebabnya, RA melakukan kekerasan ke Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban (Trantib), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltara, Aspian Noor.

Kejadian yang menimpa Aspian Noor terjadi pada Kamis (12/3) lalu. Sekira pukul 09.00 WITA, ia sedang memimpin rapat di ruang kerjanya membahas persiapan pelaksanaan hari ulang tahun (HUT) Satpol PP. Ketika rapat sedang berlangsung, RA menyambangi Markas Satpol PP Kaltara yang berlokasi di Jalan Haji Maskur, Kelurahan Tanjung Selor Hilir.

Kemudian, RA meminta petugas piket untuk dipertemukan dengan Sekretaris Satpol PP Kaltara. Salah satu petugas piket mendampingi menuju ruang kerja Sekretaris Satpol PP yang berada di lantai dua. Bukannya menuju ruang kerja Sekretaris Satpol PP, RA malah masuk ke ruang kerja Kabid Trantib Satpol PP.

Melihat Aspian Noor sedang duduk di balik meja kerjanya, RA langsung menghujami dengan bogem dan mendarat di lengan sebelah kanan. Korban terjatuh, kemudian yang mengakibatkan kepalanya terbentur di tembok.

“Saya sedang memimpin rapat pelaksanaan HUT Satpol PP karena ada perubahan. Tiba-tiba datang dia (RA, Red) berdua masuk ke ruangan tanpa permisi. Kemudian, mengeluarkan kata-kata tidak pantas dan memukul sampai saya jatuh dan kepala terbentur di tembok,” ucap Aspian Noor mengingat kejadian itu.

Usai diserang dengan bogem, Aspian Noor meminta RA untuk duduk dan diberikan penjelasan hingga tiga kali. Bukannya duduk, RA malah mengangkat kursi yang akan dilemparkan ke Aspian Noor. “Tiga kali saya minta duduk, RA tadi tidak mau. Jadi saya suruh keluar dari pada ribut, karena masih ribut. Dia malah mengangkat kursi dan mau melempar, tapi ditahan sama anggota,” kisahnya.

Tindakan yang dilakukan RA itu lantaran tidak terima saat personel Satpol PP melakukan razia ASN saat jam kerja. Itu dilakukan berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) nomor: 331.1/30/Satpol PP-I melaksanakan razia warung makan untuk menertibkan ASN yang makan di jam kerja dan per tanggal 3 Maret 2020.

Kemudian, ia memimpin personelnya melakukan razia. Dan menemukan RA di warung kopi. Saat itu RA menyatakan ia sedang dinas luar (DL). Sehingga, RA diminta membuktikan dengan surat tugas karena apa yang dilakukan Satpol PP merupakan langkah pembinaan. Dan ternyata RA tidak dapat membuktikan surat tugas sedang DL.

“Ia tidak menerima dilakukan teguran dan terekspos di koran. Dan tidak ada kantor yang menugaskan ASN makan di warung jam kerja. Ku tunggu hingga pukul 16.00 WITA di kantor untuk memperlihatkan surat tugas tetapi tidak ada,” bebernya.

Sejak terekspose di media, berdasarkan informasi dari personelnya, RA sudah dua kali menyambangi Markas Satpol PP Kaltara. Namun, tidak bertemu lantaran ia bertugas melakukan pengawalan. “Karena kesibukan (persiapan HUT, Red) baru saya laporkan ke Polres dan proses tadi visum. Dia datang dua kali, ngamuk-ngamuk mengatakan datang mau memecahkan kepala kabid,” ucapnya menirukan penyampaian laporan personelnya.

Dijelaskan, dalam laporan pengaduan ke Polres Bulungan ada dua orang yang dilaporkan, RA dan AG. Berdasarkan tindakan RA ada empat tindakan berdasarkan pasal 335 ayat 1 tentang perbuatan tidak menyenangkan, pasal 167 KUHP tentang memasuki pekarangan atau rumah/bangunan tertutup dengan paksa, pasal 351 tentang penganiayaan dan pasal 336 tentang pengancaman dengan kekerasan.

Ia menegaskan, sebagai penegak peraturan daerah (perda) hal itu merupakan risiko. Namun, ia menegaskan terjadi tindakan pemukulan itu ranahnya lain lagi. Sebab, yang terjadi sudah mengganggu kenyamanan, masuk rumah tanpa izin, melakukan penyerangan, mengeluarkan kata-kata kasar.

“Kalau masalah kedinasan kita selesaikan di tingkat Sekda atau Asisten I dan BKD secara kekeluargaan tidak apa-apa malah, saya mendukung. Tapi, kalau masalah pemukulan dan pengancaman, beda ranah lagi. Jika ini tidak dilakukan akan muncul RA baru lagi. Jadi, ada dua hal harus dipisahkan. Antara ASN melanggar aturan PP 53 dan ranah KUHP ada empat pasal,” tegasnya.

Sementara itu, RA membantah tuduhan terhadap dirinya. Ia menceritakan, razia yang dilakukan Satpol PP pada Kamis (5/3) lalu, saat itu ia telah pulang dari DL. Satpol PP yang melakukan razia dan ia sebagai ASN menanyakan surat tugas pelaksanaan razia, apalagi ia berada di lingkungan kantor.

“Kamis itu, dia bertemu dengan saya. Ini bukan persoalan pribadi. Dia sebagai Satpol PP dan saya sebagai ASN. Saya pertanyakan surat tugasnya. Dan dia pertanyakan surat saya. Surat tugas saya ada, jadi saya bilang tunggu dan satu surat dan kami berangkat tiga orang. Nah, dia tidak mau nunggu. Bukan itu masalahnya. Seharusnya dia konfirmasi ke kantor betul tidak bersangkutan lagi tugas, itu SOP-nya. Saya sampaikan, lagi tidak dinas dan pakaian biasa tanpa atribut. Saya minta jangan diproses setelah itu dia bilang telepon, saya tidak punya nomor teleponnya,” bebernya.

Setelah itu, pada Jumat (6/3), ia melihat adanya pemberitaan menggunakan fotonya. Mengetahui itu, ia kemudian menyambangi ke Markas Satpol PP untuk meminta penjelasan. Namun, Aspian Noor tidak ada. Sehingga, melalui WhatsApp (WA) meminta untuk klarifikasi berita yang ada.

“Saya minta WA-nya dan suruh klarifikasi. Nah, dia terima WA saya dan tidak balas. Saya bilang, saya tunggu klarifikasi dari pak Aspian. Saya tunggu sampai Senin, juga tidak ada, seminggu berita sudah menyebar tidak ada juga klarifikasi, jadi saya datangi dia, dia juga ngotot-ngotot. Bilangnya tidak bisa menunjukan surat tugas. Bukan begitu masalahanya. Kalau, Satpol PP melakukan razia, tangkap orang tolong informasi ke atasannya. Yang saya tanyakan, izin siapa menyatutkan gambar saya di media,” tanyanya.

Ia mempertanyakan apa yang dilakukan Satpol PP apakah sudah sesuai ketentuan atau tidak. Sebab, posisi saat itu bukan sebagai ASN yang sedang membolos. Saat itu, sedang tidak dinas atau lepas tugas. Dan dengan ini ia meminta agar Aspian Noor melakukan klarifikasi dan permohonan maaf.

“Menjuruslah yang tadi itu. Tidak ada (pemukulan, Red), coba tanya dia saya pukul di mana? Bisa saja tersandung. Orang saya pegang pelan saja bahunya. Sekarang luka apa tidak? Yang namanya penganiayaan harus ada buktinya, coba sampean tanya apa bukti visum, CCTV. Jika tidak bisa dibuktikan bahaya itu,” tegasnya.

Kemudian, ia menuntut klarifikasi dan permintaan maaf dari Aspian Noor karena sudah melakukan pencemaran nama baik. Dan hingga saat ini itu tidak dilakukan. Kemudian, pelapor juga tidak menyelesaikan persoalan secara institusi.

“Kalau dia meneruskan saya juga teruskan ini (laporan pencemaran nama baik, Red). Kita tunggu itikad baiknya. Saya juga memiliki bukti IT. Tidak benar yang dilakukan pak Aspian Noor itu. Kita menuntut keadilan karena merasa pencemaran nama baik. Itu saja sebenarnya, jangan sampai seolah-olah saya yang salah,” tegasnya.

Untuk itu, permintaan klarifikasi dengan alasan pertama, Aspian Noor sebagai Satpol PP melakukan razia tanpa memegang surat tugas. Kedua, saat itu dalam posisi DL yang dapat dibuktikan dengan surat tugas. “Dalam aturan yang ada, yang menjadi target razia adalah ASN yang bolos kerja bukan yang lagi DL,” imbuhnya.

Ketiga, menurut informasi yang ia terima dari Sekretaris Satpol PP, saat razia Aspian Noor dalam status DL ke Mataram. Sehingga tidak dibenarkan untuk melakukan kegiatan lain. Ke empat, Aspian Noor tidak pernah mengonfirmasi ke dinas tempat kerja, atasan dan secara pribadi mencatut nama dan foto saya ke media. “Ini pencemaran nama baik dan pelanggaran hak saya sebagai warga negara yang dilindungi hukum,” tambahnya.

Kelima, waktu klarifikasi selama seminggu ke Aspian Noor untuk klarifikasi atau minta maaf secara pribadi atau institusi tidak diperdulikan. “Kesimpulan saya bahwa pak Aspian dalam melaksanakan kegiatan telah menyalahi dan melanggar aturan yang telah ditentukan saat melakukan razia,” pungkasnya

Sementara, Kapolres Bulungan AKBP Yudhistira Midyawan melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Belnas Pali Padang menyampaikan terkait laporan pemukulan yang dialami Kabid Trantib Satpol PP Kaltara saat ini pihaknya belum menerima laporan dari personelnya. “Belum ada masuk ke saya laporannya,” singkatnya mengakhiri. (akz/eza)


BACA JUGA

Jumat, 03 Desember 2021 18:42

Sekwan: Sebelum Ada Pelantikan, Norhayati Masih Ketua DPRD Kaltara

TANJUNG SELOR - Pergantian Norhayati Andris sebagai Ketua DPRD Kaltara…

Jumat, 03 Desember 2021 07:58

Begini Tanggapan Norhayati Andris Setelah Dicopot Dari Kursi Ketua DPRD Kaltara

Tanjung Selor - Menanggapi kabar terkait surat pencopotan dirinya sebagai…

Jumat, 03 Desember 2021 07:17

Abaikan Tiga Pilar Partai, Ketua DPRD Kaltara Dicopot 

TANJUNG SELOR – Mulai 29 November 2021 Norhayati Andris tidak…

Kamis, 02 Desember 2021 15:13

Banyak Keluhan dari Masyarakat Bulungan, Manajemen RSD Bakal Dievaluasi

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan bakal mengevaluasi manajemen Rumah Sakit…

Kamis, 02 Desember 2021 15:12

ATR/72 Kembali Mendarat di Ibu Kota Kaltara, Tahap Awal Minimal 30 Seat Terisi

TANJUNG SELOR – Setelah sempat setop beroperasi akibat dampak pandemi…

Kamis, 02 Desember 2021 15:10

Hadehhh...!! Amdal Pembangunan KIPI Belum Siap

TANJUNG SELOR – Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) menjadi salah…

Kamis, 02 Desember 2021 15:08

IPM Kaltara Naik 0,56 Persen, Masih Lebih Baik di Banding Kalbar

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Kamis, 02 Desember 2021 15:07

Tunjangan Rendah Badan Permusyawaratan Desa Rendah, Regulasi Akan Diubah

TANJUNG SELOR – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Bulungan belum…

Rabu, 01 Desember 2021 14:21

Masyarakat Umum Disuntik Vaksin Booster

TANJUNG SELOR – Setelah tenaga kesehatan (nakes), kini giliran masyarakat…

Rabu, 01 Desember 2021 14:17

Tarakan Masuk Zero Kasus

TANJUNG SELOR - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers