MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 16 Maret 2020 10:07
Infrastruktur Pertanian Jadi Catatan Legislatif
Kilat – Ketua DPRD Kaltara

TANJUNG SELOR – Masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bulungan, pasangan H. Sudjati-Ingkong Ala efektifnya hanya tinggal sekitar 1,5 tahun lagi. Tentu yang menjadi pertanyaan utama, sudah sejauh mana realisasi dari visi dan misi keduanya.

Menyikapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan, Kilat mengatakan, salah satu yang menjadi catatan serta atensi legislatif adalah soal belum maksimalnya pembangunan infrastruktur tani.

“Kami selaku wakil rakyat di pemerintahan selalu mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan untuk fokus ke persoalan pertanian ini,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor belum lama ini.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, dorongan terhadap peningkatan fasilitas pendukung pertanian ini agar pertanian di Bulungan ke depannya dapat terus berkembang dan menjadi pertanian yang mandiri. “Karena, dengan kondisi yang ada saat ini, tentu petani akan susah untuk bergerak maksimal tanpa adanya dorongan dari pemerintah,” sebutnya.

Sebab, tanpa adanya dukungan infrastruktur tani yang memadai, tentu secara otomatis para petani akan kesulitan untuk memasarkan hasil pertaniannya, baik di dalam maupun ke luar daerah. “Kalau menurut saya, yang terpenting itu siapkan dulu infrastrukturnya. Di sini Pemkab Bulungan juga perlu diingatkan,” katanya.

Selain masalah kemandirian pangan, ia menilai tentu masih banyak hal lain yang juga perlu ditindaklanjuti. Di antaranya seperti peningkatan infrastruktur jalan umum dan lampu penerang jalan umum (PJU) di desa-desa.

Ia mengatakan, persoalan PJU itu masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Sebab, banyak desa-desa di Bulungan ini belum menikmati penerangan jalan yang maksimal. Bahkan, ada masih desa yang hingga sekarang belum teraliri listrik.

Tentu persoalan ini juga masih menjadi PR besar bersama. Jika dikatakan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati itu tidak berjalan, menurutnya tidak seperti itu. Tapi dengan keterbatasan anggaran yang ada, makanya belum bisa maksimal.

“Sebenarnya keinginan Bupati dan Wakil Bupati itu, semuanya bisa terealisasi maksimal. Makanya, kalau saya mengatakan program itu berjalan, tapi belum maksimal. Intinya kita juga harus bijak melihat keterbatasan keuangan daerah saat ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangungan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Bulungan, Muhammad Isnaini mengatakan, dalam konteks mewujudkan Bulungan sebagai pusat pangan, ia berpikir pengembangan food estate perlu melibatkan tiga unsur utama, yakni pemerintah, masyarakat dan swasta.

“Untuk peran dari pemerintah, baik daerah maupun pusat, ini yang belum bisa optimal. Karena itu tentu kembali berbicara maslaah kemampuan (anggaran) lagi,” katanya.

Sementara untuk masyarakat, itu sudah dilakukan dengan mendatangkan transmigrasi di beberapa kawasan di Bulungan. Demikian juga dengan unsur swasta, sudah ada beberapa perusahaan yang masuk, tapi pada perjalanannya lebih memilih mundur.

Namun, pihaknya juga memahami kemunduran pihak swasta itu, yakni karena swasta pasti berbicara soal bisnis. Dalam hal ini, tentu pihak swasta memilih untuk menanamkan modalnya di tempat lain, mengingat infrastrukturnya belum cukup.

“Biayanya mahal jika mereka jalankan, sehingga untuk bisnis pangan di wilayah food estate ini, mereka belum banyak tertarik. Tapi itu dimaklumi saja,” kata Isnaini.

Tentu, jika nanti infrastruktur di kawasan food estate Bulungan ini sudah maksimal, maka tidak perlu diminta, para pengusaha swasta dengan sendirinya akan datang untuk berinvestasi pada sektor pertanian di Bulungan. 

Melihat kondisi ini, ia menilai untuk sementara Pemkab Bulungan tidak perlu memikirkan food estate dalam konteks besar seperti yang dibayangkan pada awalnya, yakni 50 ribu hektare. 

“Yang perlu dilakukan sekarang bagaimana caranya mendorong produktivitias pertanian itu agar bisa tumbuh dan berkembang. Salah satunya melalui proyek pembukaan sawah dengan kerja sama TNI yang setiap tahun didapatkan,” sebutnya.

Selain itu, Bulungan juga memiliki peluang lain untuk mengembangkan sektor pertaniannya. Sebab, Bulungan merupakan salah satu kawasan di Kalimantan Utara (Kaltara) yang akan menjadi penyanggah pangan bagi Ibu Kota Negara (IKN) baru.

“Ini sebenarnya peluang sekaligus tantangan buat kita. Artinya, bagaimana caranya pemkab mendorong untuk meningkatkan produksi pangan,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini Bulungan sudah mulai berbenah untuk memaksimalkan potensi pertaniannya, di antaranya sudah ada pengelolaan sawah yang menggunakan sistem tiga kali setahun. Ini beralih dari yang sebelumnya hanya sekali setahun.

“Ini di Sajau. Artinya, jika dulu kita hanya bisa menghasilkan tiga hingga empat ton per tahun. Sekarang sudah bisa sampai 10 ton per tahun. Termasuk kualitas padinya, itu juga sudah baik. Ini akan ditingkatkan terus,” tuturnya. (iwk/eza)


BACA JUGA

Senin, 27 September 2021 15:39

Sudah Tak Ada Zona Merah

TANJUNG SELOR - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara…

Senin, 27 September 2021 14:35

Ini Target Kaltara di PON Papua

TANJUNG SELOR - Setiap daerah pasti memiliki target menyabet prestasi…

Senin, 27 September 2021 11:00

Polres Pastikan Andil Vaksinasi ke Pelajar

TANJUNG SELOR – Kepolisian Resor (Polres) Bulungan memastikan andilnya dalam…

Senin, 27 September 2021 10:59

WFH Tak Diterapkan Menyeluruh

TANJUNG SELOR – Selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)…

Senin, 27 September 2021 10:58

Pelabuhan Tak Efektif Dapat Pengaruhi Inflasi

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus mendorong agar pembangunan Pelabuhan…

Senin, 27 September 2021 10:57

Dapil di Bulungan Berpotensi Berubah

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan melakukan…

Senin, 27 September 2021 10:56

Potensi Hujan Intensitas Tinggi di Kaltara Masih Terjadi

TANJUNG SELOR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung…

Senin, 27 September 2021 10:55

Melihat Usaha Kerajinan Tangan di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif yang luar biasa bagi setiap…

Jumat, 24 September 2021 11:44

Gagalkan Peredaran Narkotika Jaringan Internasional

TANJUNG SELOR – Kepolisian Resor (Polres) Bulungan melalui Satuan Reserse…

Jumat, 24 September 2021 11:42

Kebocoran Pipa Sulit Terdeteksi Akibat Banjir

TANJUNG SELOR – Warga Tanjung Selor kembali mengeluhkan pelayanan pendistribusian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers