MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 09 Maret 2020 09:52
Dari Musrenbang, Perbaikan pada PJU, Jalan dan Drainase

Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menunaikan program kerjanya, untuk membangun lingkungan rukun tetangga (RT). Pemerintah menganggarkan Rp 50 juta hingga Rp 200 juta untuk masing-masing RT.

REALISASI MUSRENBANG: Drainase menjadi satu dari tiga fokus utama penggunaan dana RT di Tarakan.

PROKAL.CO, LURAH Juata Permai, Binti Rofi’ah mengatakan program pembangunan di tingkat RT ini melalui usulan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), yang diajukan 2019 lalu.

Hasil rembuk di tingkat RT itu dilanjutkan di tingkat kelurahan, kecamatan dan kota. Kemudian melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tarakan, dilanjutkan ke Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Tarakan. Kemudian di awal 2020 ini, usulan pembenahan di musrenbang 2019 itu direalisasikan.

“Itu berupa program melalui musrenbang yang diusulkan dari 2019 lalu. Kemudian tahun ini direalisasikan apa yang sudah diusulkan ketua RT,” terangnya kepada Radar Tarakan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/3).

Dia melanjutkan, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, fokus pada tiga pembangunan di lingkungan RT. Yakni drainase, peningkatan jalan, dan lampu penerangan jalan umum (PJU).

“Kalau lampu penerangan kan itu dari DPUTR. Kalau drainase dan peningkatan jalan dari Dinas Perumahan,” lanjutnya.

Pelaksanaan pembangunan ini dilakukan instansi terkait, yang didampingi oleh masing-masing kelurahan saat peninjauan lokasi. Dia mengatakan sebanyak 21 RT di Kelurahan Juata Permai ini rerata mengusulkan perbaikan melalui musrenbang 2019. Juga dipastikan masing-masing RT tersebut mendapatkan ‘jatah’ perbaikan.

“Jadi yang dikerjakan itu hasil dari usulan musrenbang. Di Juata Permai ini dapat semua, karena semua ketua RT ikut mengusulkan. Misalnya di perencanaan dianggarkan Rp 50 juta sampai Rp 100 juta. Tapi di lapangan dilihat lagi tingkat kerusakannya, anggaran yang dibutuhkan,” bebernya.

Bentuk pengawasan program ini sesuai dengan prosedur instansi terkait. Sementara dari pihak kelurahan sebatas mendampingi, saat peninjauan lokasi. Dikatakannya sepanjang peninjauan lokasi, rerata pembangunan yang dibutuhkan di lingkungan RT di Kelurahan Juata Permai adalah peningkatan jalan dan drainase.

“Jadi yang langsung melaksanakan itu dari dinas terkait, kalau RT tidak ada bimbingan teknis lagi karena bukan dari RT yang laksanakan itu. Dari kelurahan hanya mendampingi saat pengecekan lokasi, yang mana diperbaiki,” katanya.

Pembangunan di tingkat RT ini dilakukan secara bertahap. Dia berharap program pemerintah ini terus berkelanjutan, hingga pembangunan di tingkat RT tuntas dan merata.

“Kemungkinan tahun depan ada lagi. Kita berharap terus berlanjut ya, supaya pembangunan merata,” harapnya.

Sementara itu Lurah Pamusian, Muhammad Aldrin mengatakan pemerataan pembangunan di tingkat RT salah satu program kerja Wali Kota Tarakan. Namun untuk pelaksanaannya, Kelurahan Pamusian masih menunggu surat keputusan (SK) Wali Kota Tarakan.

“Jadi kami masih menunggu SK, tapi bantuan dana RT itu jelas ada. Begitu SK Wali Kota sudah keluar, action di lapangan langsung berjalan,” terangnya.

Sesuai dengan janji Pemkot Tarakan, masing-masing RT dianggarkan Rp 50 juta hingga Rp 200 juta per tahunnya.

“Ini juga sesuai dengan kebijakan beliau (Wali Kota) agar tidak mengecewakan masyarakat dan pembangunan merata. Di Kelurahan Pamusian ada 31 RT, tapi yang dapat sekitar 21 RT dan ada tambahan 3 RT. Tapi ini masih gambaran, belum tahu pasti karena itu dari Dinas Perumahan,” bebernya.

“Memang itu yang dibutuhkan RT-RT di Pamusian. Di Pamusian kan banyak gang-gang, jadi butuh lampu penerangan,” tutupnya.

Sementara itu, H.M. Rusli H. Jabba, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan yang juga ketua Forum Komunikasi Ketua Rukun Tetangga (FKKRT) Tarakan menerangkan, saat ini bantuan masih dalam proses pencairan. Ia menerangkan, bantuan tersebut tidak semestinya dengan nominal yang sama pada setiap RT. Mengingat hal tersebut menyesuaikan pada setiap permasalahan RT.

“Untuk saat ini masih dalam proses. Insyaallah bulan 4 atau 5 akan dicairkan. Tapi bantuan itu nanti bisa jadi ada yang di atas Rp 50 juta. Karena nominal bantuan RT kan Rp 50 sampai Rp 200 juta tiap RT.  Tergantung pada permasalahan tiap RT,” tuturnya.

Meski demikian, ia belum mengetahui secara pasti sistem pengawasannya.
“Jadi bagusnya program ini dia menerima laporan dari setiap RT dulu kemudian menyesuaikan bantuannya. Kalau pengawasannya nanti ada tim dari pemerintahan lah, yang mengawasi penggunaannya. Yang jelas dengan adanya bantuan ini,  diharapkan dapat memperbaiki kondisi di setiap RT sehingga membuat masyarakat nyaman,” pungkasnya.

FKKRT juga sudah memastikan bahwa anggaran akan menyentuh 444 RT untuk tahun ini. Sementara 10 RT yang baru dimekarkan akan menerima bantuan di tahun berikutnya.

Hal senada juga dikatakan oleh  Syamsuri, ketua RT 26 Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat menyampaikan bahwa dengan adanya anggaran dari Pemkot Tarakan, dirinya akan melakukan pengerjaan semenisasi yang paling utama. “Jalan yang ada di daerah RT 26 memang sudah mengalami kerusakan. Selain itu di RT sendiri untuk peremajaan jalan dalam waktu yang begitu lama belum ada perbaikan, maka dari itu dengan adanya bantuan pemerintah ditahuun ini maka ada uapaya dari RT 26 untuk memeperbaiki jalan unuk kebutuhan warga.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes mengatakan bahwa pihaknya sementara melakukan tahapan perencanaan, sehingga total sebanyak Rp 44 miliar yang akan dialokasikan pemerintah dalam pembangunan RT di Tarakan.

“Kalau sudah selesai tahapan perencanaanya, ya pekerjaan fisik,” bebernya.

Berbeda dari Malinau setiap RT menggunakan sistem pengguna anggaran yang berada di kecamatan.

“Dana itu nyantol-nya ada yang di kecamatan, ada juga yang di Dinas Perumahan dan Permukiman. Misalnya jalan lingkungan, drainase lingkungan, pelebaran jalan dan sebagainya,” katanya.

Pria yang akrab disapa Pak Dokter ini menjelaskan bahwa peruntukan dana RT kepada setiap RT di Tarakan, termasuk RT yang baru saja mengalami permekaran di Karang Anyar yakni RT 40 dan 57.

“Semuanya masuk, karena sudah masuk semua sebelum anggaran diketok,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Tarakan, Edy Susanto selaku instansi yang menjalankan program tersebut mengungkapkan, program bantuan RT merupakan salah satu visi dan misi yang saat ini telah tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tarakan. Diketahui program tersebut akan melibatkan berbagai pihak pada proses pengawasannya.

“Jadi semua itu sudah tertuang dalam RPMJP. Di dalam pelaksanaannya tentu kami akan melibatkan pihak kelurahan untuk memonitoring kegiatan tersebut,” ujarnya, kemarin (8/3).
“Jadi harapan kami mudah-mudahan ke depannya semua permasalahan dapat terkaver. Mugkin meski dengan dana Rp 50 juta belum dapat memperbaiki semuanya, tapi jika ini diterima secara rutin, maka hal itu diharapkan dapat memperbaiki satu per satu,” tukasnya.

Ia menjelaskan, perbaikan tersebut nantinya merupakan usulan langsung dari ketua RT langsung dan perbaikan bergantung pada kondisi pada setiap RT.
“Misalnya 1 RT, dia mengusulkan 3 perbaikan PJU, drainase, dan Semenisasi jalan, kita lihat yang mana lebih urgen. Kalau misalnya jalan dianggap lebih urgen, maka jalan yang akan diperbaiki, atau kalau drainase ya drainase duluan. Tergantung, menyesuaikan kondisi di RT masing-masing,” tukasnya.

Lanjutnya, ia menjelaskan dalam proses perbaikan dengan bantuan pihak RT hanya melakukan pengawasan terhadap perbaikan tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadinya penyalahgunaan penggunaan anggaran.
“Jadi yang mengerjakan ini bukan RT, tapi pihak ketiga dalam hal ini RT mungkin hanya bisa membantu mengawasi. Jadi kenapa kami melibatkan pihak kelurahan, karena membutuhkan instansi yang bisa mengontrol pekerjaan di setiap tempat. Nanti sistemnya pengerjaan dikerjakan kontraktor dulu, kalau sudah selesai mereka melapor ke kelurahan. Setelah itu, kelurahan melapor kepada kami tim pemeriksa kami akan turun ke lapangan, kalau pekerjaannya sesuai laporan, maka akan kita bayarkan,” tukasnya. (agg*/zac/shy/*one/lim


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers