MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Senin, 09 Maret 2020 09:31
Tekankan Kesetaraan Gender, Kecam Diskriminasi

Peringatan Hari Perempuan Internasional 2020

KESETARAAN: Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris (kiri) saat memberikan motivasi kepada kaum perempuan.

Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day yang jatuh pada 8 Maret setiap tahunnya merupakan momen penting bagi kaum perempuan untuk menyuarakan hak-haknya. Terutama soal kesetaraan gender.

IWAN KURNIAWAN

BERBEDA tempat, tentu berbeda juga cara orang-orang dalam memaknai sesuatu. Di Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara), beberapa kelompok perempuan menggelar bincang-bincang santai sebagai bentuk peringatan Hari Perempuan Internasional di Landmark Tepian Tanjung Selor, Minggu (8/3).

Pada kesempatan itu, kelompok atau organisasi perempuan ini menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya seorang pejabat perempuan di Kaltara, yakni Norhayati Andris, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara. Tentu bincang-bincang santai itu diharapkan bisa memberikan motivasi bagi kaum perempuan lainnya.

Norhayati mengatakan, dalam sejarah, perempuan sudah menunjukkan keterlibatannya dalam hal pembangunan hingga ke ranah politik. Bahkan, saat ini sudah terbukti bahwa perempuan itu tidak bisa diremehkan atau tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Bagi saya, perempuan itu jadi bagian terpenting untuk penyangga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Bahkan, untuk penyangga dunia,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui usai bincang-bincang santai tersebut.

Oleh karena itu, Norhayati berharap kepada kaum perempuan, khususnya di Kaltara, harus semangat, optimistis, dan harus dapat melibatkan diri di segala sektor pada perkembangan dan kemajuan dari Kaltara ini. Perempuan jangan membenarkan anggapan bahwa perempuan itu kaum lemah dan tidak bisa apa-apa.

“Perempuan ini adalah sebuah kekuatan, serta pelengkap untuk mencapai kesejahteraan. Perempuan harus bisa, jangan beranggapan kita (perempuan, Red) kaum lemah yang tidak bisa bersaing dengan laki-laki,” tegasnya.

Sebagai motivasi, ia menegaskan di Kaltara ini sudah terbukti ada beberapa perempuan yang dipercaya menduduki posisi strategis di pemerintahan. Selain dirinya yang dipercaya sebagai Ketua DPRD Kaltara, juga ada Asmin Laura, yang sekarang menjabat Bupati Nunukan. Bahkan, di tingkat nasional, ada Puan Maharani yang dipercaya menduduki jabatan Ketua DPR RI.

“Tentu dengan kepercayaan yang diberikan ini, saya akan membuktikan bahwa perempuan itu mampu. Perempuan itu bisa menjadi yang utama ketika diberi kesempatan,” ucapnya.

Ia menilai, jangan disamakan antara perempuan yang dulu dengan sekarang. Jika perempuan dulu hanya bisa jadi ibu rumah tangga (IRT), sekarang sudah tidak. Sebab, sekarang ini perempuan juga sudah tampil dan bisa unjuk gigi.

“Habis gelap, terbitlah terang. Jadi ini kesempatan bagi perempuan, karena semua perempuan bisa mengambil peran untuk bisa sukses dalam berkarir,” tegasnya.

Ia juga menceritakan sedikit perjalanan karirnya, yang mana ia menentukan sikap untuk terjun ke dunia politik itu sudah sekitar 20 tahun. Itu sejak ia diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi anggota DPRD Tana Tidung.

Tentu ada tantangan tersendiri, ia harus jauh dari keluarga, karena anak dan suaminya tinggal di Kota Tarakan. Namun, ia tak putus asa, semua itu terus dijalaninya hingga sekarang ia menjadi Ketua DPRD Kaltara.

“Tapi, di sini tetap tidak mengurangi rasa keibuan saya dan tidak mengurangi rasa tanggung jawab saya sebagai ibu rumah tangga. Karena, ketika saya kembali ke rumah, semua yang melekat di diri saya, itu saya tinggalkan. Di rumah saya harus menjadi ibu rumah tangga seutuhnya buat keluarga saya,” bebernya.

Artinya harus berimbang, ketika di dunia pekerjaan, ia tetap profesional dan harus kuat serta bisa menunjukkan bahwa dia bisa menyelesaikan atau menjalankan tugas yang diembankan kepadanya. Tapi, saat di rumah, ia tetap menjadi IRT.

“Bagi perempuan yang sudah menjadi ibu, hal yang tak kalah pentingnya, itu harus selalu menjaga komunikasi dengan keluarga di setiap kesempatan, khususnya saat posisi berjauhan, baik dengan anak maupun suami,” ungkapnya.

Intinya, perempuan harus dapat memperjuangkan hak-hak yang harus didapatkannya. Jangan sampai dibiarkan begitu saja sehingga apa yang menjadi hak kaum perempuan itu tidak terakomodir sebagaimana mestinya.

Selain itu, salah seorang aktivis perempuan yang juga tergabung dalam kaukus perempuan, Jannah menegaskan, dalam International Women's Day kali ini, pihaknya juga mendeklarasikan terkait perlindungan terhadap perempuan. 

Tentu saja itu muncul dengan pergolakan yang ada saat ini, ditambah lagi dengan adanya RUU Ketahanan Keluarga yang menempatkan perempuan hanya berperan pada ranah domistik. 

“Pada kesempatan ini, saya mengecam keras adanya tindak diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan, menolak adanya RUU Ketahanan Keluarga, serta memegang teguh budaya dan adat istiadat tanpa mendiskriminasi perempuan dan menjadi pelopor gerakan sadar lingkungan,” tegasnya.

Sementara, Yosran seorang aktivis lingkungan yang juga menjadi salah satu pembicara di acara itu menekankan bagaiman caranya perempuan bisa menjadi pelopor dalam penyelamatan lingkungan. Karena perempuan juga harus menjadi bagian dalam pengambilan keputusan pemanfaatan ruang. 

“Saya pernah mendapat pesan ibu, bahwasanya seorang ibu itu hanya bisa melahirkan anak, tidak bisa melahirkan tanah. Maka jagalah, karena tanahmu, perempuan dan lingkungan adalah surga yang harus kita jaga. Pun di Kaltara sebagai provinsi yang memiliki SDA yang melimpah,” tuturnya. (***/eza)


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 11:13

Persembahkan Tarian Daerah, Berlatih Hingga Empat Bulan

<p>Ada cerita lain pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan di ruang serba guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers