MANAGED BY:
SENIN
19 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 04 Maret 2020 11:41
Buruh dan Mahasiswa Tolah RUU Omnibus Law
PERTEGASKAN : Wakil Ketua DPRD Tarakan Yulius Dinandus menpertegas penolakan DPRD Tarakan terhadap RUU Omnibus Law, kemarin (3/3).

PROKAL.CO,

TARAKAN - Sejumlah buruh dan mahasiswa pada Selasa (3/3) sekira pukul 09.00 WITA melakukan aksi penolakan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan. Mereka menolak UU Omnibus Law yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Dalam aksi tersebut, sejumlah mahasiswa menuntut kepada DPRD Tarakan untuk turut menyatakan penolakan terhadap RUU tersebut.

"Kami meminta supaya bagaimana supaya kami dibuatkan surat tebusan yang dikirim ke DPR-RI untuk menyatakan penolakan. DPRD menyetujui keinginan kami. Kalau kita lihat RUU Omnibus Law ini kan bisa dikatakan undang-undang sapu jagat, UU yang banyak sekali aturan yang tidak berpihak kepada buruh atau masyarakat kecil. Kenapa kami menolak secara menyeluruh, karena ini merupakan UU satu kesatuan yang kalau  masuk dalam pembahasan proleknas prioritas DPR, tentunya akan dibahas secara keseluruhan tidak ada dari bagian perbagian," ujar Dedi Syarkani, korlap aksi, kemarin (3/3).

RUU tersebut merupakan perancangan RUU yang bermasalah. Mengingat sejauh ini RUU tersebut terus mendapat penolakan dari buruh dan mahasiswa.

“Undang-undang ini ugal-ugalan, dalam pembentukannya undang-undang ini belum siap. Alasan yang selalu disampaikan pasti salah ketik. Dengan RUU ini apakah salah ketik dan rancang juga. Undang-undang sebelumnya saja, masih jauh dari harapan. Saat ini pemerintah lagi-lagi melakukan hal yang mengecewakan justru lebih parah dari sebelumnya," ucapnya.

Diketahui, beberapa poin penting dalam Omnibus Law yang menjadi perhatian ialah RUU Omnibus Law tidak memperkenankan adanya cuti hamil, cuti haid (bagi perempuan), dan pemberian waktu untuk ibadah.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 19 Oktober 2020 14:36

Empat Rumpon Nelayan Filipina Diamankan

TARAKAN - Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP)…

Senin, 19 Oktober 2020 14:33

Dominan Ikut Pusat, Tarakan Kirim Penolakan

AKSI demonstrasi berlangsung di 3 tempat di Kaltara, Tarakan, Tanjung…

Senin, 19 Oktober 2020 13:59

Banjir Rob, Pasang Ditambah Gelombang

TARAKAN - Pasang air laut hingga menyebabkan banjir terjadi di…

Senin, 19 Oktober 2020 11:19

Omnibus Law Timbulkan Masalah Tata Kelola Lingkungan

TARAKAN - Disahkannya UU Omnibus Law yang banyak mendapat penolakan…

Sabtu, 17 Oktober 2020 10:51

Jangan Salah..!! Produk Ayam Beku Juga Terdampak

Manager Toko STB Tarakan, Iwan mengatakan, selama pandemi penjualan produk…

Sabtu, 17 Oktober 2020 10:50

Harga Ayam Jatuh, Ini yang Dilakukan Disdagkop-UKM Tarakan

Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan saat…

Sabtu, 17 Oktober 2020 10:48

Cari Jalan agar Pengusaha Ayam Untung, Masyarakat Tak Mengeluh

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan diharapkan mencari solusi atas…

Kamis, 15 Oktober 2020 15:58

Stok Ayam Surplus, Peternak Malah Merugi hingga Rp 15 Juta Sehari

TARAKAN– Produksi ayam di Tarakan surplus hingga 320 ton pada…

Kamis, 15 Oktober 2020 15:51

Perekaman Tetap Mengikuti Protokol Kesehatan

TARAKAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tarakan bersama…

Rabu, 14 Oktober 2020 10:45

Harga Ayam Turun karena Over

SETELAH sempat mengalami kelangkaan daging ayam pada Agustus 2020 lalu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers