MANAGED BY:
KAMIS
19 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 27 Februari 2020 14:15
Kantor DPRD Disegel Mahasiswa
SAMPAIKAN ASPIRASI: Sejumlah mahasiswa dari Unikaltar menyampaikan aspirasinya ke kantor DPRD Kaltara, namun tidak menemui anggota legislatif.

TANJUNG SELOR – Aksi yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Kaltara (Unikaltar) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan utara (Kaltara) pada Rabu (26/2) berakhir dengan penyegelan.

Hal itu dilakukan lantaran kedatangan agent of change di ‘Rumah Rakyat’ yang berada di Jalan Kolonel Soetadji, Tanjung Selor ini tak membuahkan hasil. Sebab, tidak ada satu pun dari 35 anggota DPRD Kaltara yang berkantor saat itu.

Hal itu yang kemudian membuat para mahasiswa ini tidak dapat menyampaikan aspirasinya terkait omnibus law yang sedang ramai diperbincangkan. Dari pantauan Radar Kaltara, mahasiswa yang melakukan aksi sempat tertahan di parkiran sebelum dipersilakan masuk ke ruang rapat DPRD Kaltara.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Muzakar menyampaikan, ia bersama rekannya menyambangi kantor DPRD Kaltara untuk menyampaikan aspirasi. Di mana, omnibus law yang mencakup sejumlah undang-undang memiliki tumpang tindih. Berangkat dari inilah ia menilai persoalan itu harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Dari hasil kajian kami, dengan adanya undang-undang yang dicakup melalui omnibus law memiliki undang-undang yang tumpang tindih,” ucap Muzakar.

Selain itu, ia menilai juga ada bagian dari undang-undang yang sangat merugikan masyarakat. Seperti, masuknya investor tanpa melakukan kajian lingkungan terlebih dahulu. Untuk itu, ia menegaskan dengan kedatangan mereka di DPRD Kaltara dapat mendengarkan aspirasi dan DPRD Kaltara menolak penuh atas hadirnya omnibus law.

Ditanya soal pernyataan undang-undang yang mengatur terkait investor, ia tidak ingin membeberkan dan berjanji akan menyampaikan pada saat hadirnya anggota DPRD Kaltara. “Nanti kami sampaikan terkait hasil-hasil kajian kami saat hadirnya DRPD,” jelasnya.

Ia mengaku kecewa dengan tidak adanya anggota DPRD yang berkantor saat mereka melakukan aksi tersebut. Selain itu, ia juga menyayangkan adanya pernyataan yang tidak mencerminkan seorang pemimpin saat berdialog dengan mahasiswa.

Alhasil, aksi yang dilakukan mahasiswa yang menggenakan Almamater Unikaltar berwarna merah ini melakukan penyegelan dengan memasangan spanduk di gerbang masuk kantor DPRD Kaltara yang bertuliskan ‘Kantor ini Disegel, BEM Unikaltar  #RUUCILAKA’.

“Jumlah anggota DPRD 35 orang tidak ada yang bisa bertemu dan meyambut. Kami juga menyangkan adanya sambutan dari staf DPRD bersikap tidak mencerminkan sebagai pemimpin,” tegasnya.

Sementara, Kabag Penganggaran DPRD Kaltara, H. Abdul Latief saat berdialog dengan mahasiswa di parkiran Kantor DPRD Kaltara menyampaikan anggota DPRD tidak ada di tempat. Saat ini sedang melaksanakan tugas di sejumlah daerah menyelesaikan tugas sebagai pansus.

“Karena terbagi dalam beberapa pansus, jadi semua di luar kota. Waktunya mulai dari 25 hingga 28 Februari. Nanti, jika sudah ada di tempat akan disampaikan,” sebutnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa yang peka terhadap isu yang ada dengan melakukan berbagai upaya, yang salah satunya lewat aksi tersebut.

“Namun, kami dari DPRD Kaltara tidak bisa menjanjikan bahwa kami harus mengubah itu dan melarang itu terjadi. Tapi mungkiin kami hanya bisa membawa aspirtasi itu ke pusat,” tutur politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Di sini, ia mewakili seluruh anggota DPRD Kaltara mohon maaf karena kebetulan beberapa hari ini jadwal di DPRD itu ada empat pansus yang melakukan kunjungan kerja, baik ke dalam maupun luar daerah.

“Sehingga kehadiran dari mahasiswa itu tidak bisa bertemu. Karena ini sudah kami jadwalkan jauh sebelumnya. Tapi, itu tetap tidak mengurangi rasa semangat adeik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka,” tuturnya.

Ia menyayangkan kenapa sampai melakukan penyegelan Kantor DPRD Kaltara. namun demikian, ia tetap tidak mempermasalahkan hal itu, yang terpenting tidak ada aksi pengrusakan yang dilakukan terhadap fasilitas pemerintah tersebut. (akz/iwk/eza)


BACA JUGA

Kamis, 19 Mei 2022 11:24

Dua Korban Laka Laut Akhirnya Ditemukan

Tiga hari melakukan pencarian, tim SAR gabungan dan masyarakat berhasil…

Rabu, 18 Mei 2022 10:22

Kaltara Masih Menunggu Edaran Pelonggaran Masker

Pelonggaran penggunaan masker yang dikemukakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo…

Rabu, 18 Mei 2022 10:21

Jokowi Bolehkan Lepas Masker,Ini Kata Jubir Satgas Covid-19 Kaltara

Perlonggaran penggunaan masker yang dikemukakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo…

Rabu, 18 Mei 2022 10:18

Petinggi BUMD Diperiksa Polda Kaltara Terkait Dana Rp 9 M

– Sebanyak 6 orang pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)…

Rabu, 18 Mei 2022 10:13

Bulungan WTP untuk Ketiga Kalinya

 Laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) 2021 kembali meraih opini wajar…

Selasa, 17 Mei 2022 11:32

Pengungkapan Tambang Emas Ilegal di Kaltara Ada Campur Tangan Lembaga Ini

 Oknum polisi berinisial HSB berpangkat brigadir polisi satu (briptu), satu…

Senin, 16 Mei 2022 11:37

Begini Cara Antisipasi Beras Oplosan di Bulungan

 Pemkab Bulungan mendorong petani di Bumi Tenguyun untuk melakukan penanaman…

Senin, 16 Mei 2022 11:37

Kilang LNG di Kaltara Ditarget Operasional Tahun Depan

 Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki banyak potensi alam dengan kasar yang…

Senin, 16 Mei 2022 11:29

Soal Pertambangan di Kaltara, Begini Sikap Gubernur

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H,…

Senin, 16 Mei 2022 10:49

Warga Bunyu Digegerkan Penemuan Mayat Tergantung di Pohon

 Hanya beberapa hari, warga Kabupaten Bulungan kembali digegerkan dengan penemuan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers