MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 27 Februari 2020 14:15
Kantor DPRD Disegel Mahasiswa
SAMPAIKAN ASPIRASI: Sejumlah mahasiswa dari Unikaltar menyampaikan aspirasinya ke kantor DPRD Kaltara, namun tidak menemui anggota legislatif.

TANJUNG SELOR – Aksi yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Kaltara (Unikaltar) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan utara (Kaltara) pada Rabu (26/2) berakhir dengan penyegelan.

Hal itu dilakukan lantaran kedatangan agent of change di ‘Rumah Rakyat’ yang berada di Jalan Kolonel Soetadji, Tanjung Selor ini tak membuahkan hasil. Sebab, tidak ada satu pun dari 35 anggota DPRD Kaltara yang berkantor saat itu.

Hal itu yang kemudian membuat para mahasiswa ini tidak dapat menyampaikan aspirasinya terkait omnibus law yang sedang ramai diperbincangkan. Dari pantauan Radar Kaltara, mahasiswa yang melakukan aksi sempat tertahan di parkiran sebelum dipersilakan masuk ke ruang rapat DPRD Kaltara.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Muzakar menyampaikan, ia bersama rekannya menyambangi kantor DPRD Kaltara untuk menyampaikan aspirasi. Di mana, omnibus law yang mencakup sejumlah undang-undang memiliki tumpang tindih. Berangkat dari inilah ia menilai persoalan itu harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Dari hasil kajian kami, dengan adanya undang-undang yang dicakup melalui omnibus law memiliki undang-undang yang tumpang tindih,” ucap Muzakar.

Selain itu, ia menilai juga ada bagian dari undang-undang yang sangat merugikan masyarakat. Seperti, masuknya investor tanpa melakukan kajian lingkungan terlebih dahulu. Untuk itu, ia menegaskan dengan kedatangan mereka di DPRD Kaltara dapat mendengarkan aspirasi dan DPRD Kaltara menolak penuh atas hadirnya omnibus law.

Ditanya soal pernyataan undang-undang yang mengatur terkait investor, ia tidak ingin membeberkan dan berjanji akan menyampaikan pada saat hadirnya anggota DPRD Kaltara. “Nanti kami sampaikan terkait hasil-hasil kajian kami saat hadirnya DRPD,” jelasnya.

Ia mengaku kecewa dengan tidak adanya anggota DPRD yang berkantor saat mereka melakukan aksi tersebut. Selain itu, ia juga menyayangkan adanya pernyataan yang tidak mencerminkan seorang pemimpin saat berdialog dengan mahasiswa.

Alhasil, aksi yang dilakukan mahasiswa yang menggenakan Almamater Unikaltar berwarna merah ini melakukan penyegelan dengan memasangan spanduk di gerbang masuk kantor DPRD Kaltara yang bertuliskan ‘Kantor ini Disegel, BEM Unikaltar  #RUUCILAKA’.

“Jumlah anggota DPRD 35 orang tidak ada yang bisa bertemu dan meyambut. Kami juga menyangkan adanya sambutan dari staf DPRD bersikap tidak mencerminkan sebagai pemimpin,” tegasnya.

Sementara, Kabag Penganggaran DPRD Kaltara, H. Abdul Latief saat berdialog dengan mahasiswa di parkiran Kantor DPRD Kaltara menyampaikan anggota DPRD tidak ada di tempat. Saat ini sedang melaksanakan tugas di sejumlah daerah menyelesaikan tugas sebagai pansus.

“Karena terbagi dalam beberapa pansus, jadi semua di luar kota. Waktunya mulai dari 25 hingga 28 Februari. Nanti, jika sudah ada di tempat akan disampaikan,” sebutnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa yang peka terhadap isu yang ada dengan melakukan berbagai upaya, yang salah satunya lewat aksi tersebut.

“Namun, kami dari DPRD Kaltara tidak bisa menjanjikan bahwa kami harus mengubah itu dan melarang itu terjadi. Tapi mungkiin kami hanya bisa membawa aspirtasi itu ke pusat,” tutur politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Di sini, ia mewakili seluruh anggota DPRD Kaltara mohon maaf karena kebetulan beberapa hari ini jadwal di DPRD itu ada empat pansus yang melakukan kunjungan kerja, baik ke dalam maupun luar daerah.

“Sehingga kehadiran dari mahasiswa itu tidak bisa bertemu. Karena ini sudah kami jadwalkan jauh sebelumnya. Tapi, itu tetap tidak mengurangi rasa semangat adeik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka,” tuturnya.

Ia menyayangkan kenapa sampai melakukan penyegelan Kantor DPRD Kaltara. namun demikian, ia tetap tidak mempermasalahkan hal itu, yang terpenting tidak ada aksi pengrusakan yang dilakukan terhadap fasilitas pemerintah tersebut. (akz/iwk/eza)


BACA JUGA

Senin, 27 September 2021 15:39

Sudah Tak Ada Zona Merah

TANJUNG SELOR - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara…

Senin, 27 September 2021 14:35

Ini Target Kaltara di PON Papua

TANJUNG SELOR - Setiap daerah pasti memiliki target menyabet prestasi…

Senin, 27 September 2021 11:00

Polres Pastikan Andil Vaksinasi ke Pelajar

TANJUNG SELOR – Kepolisian Resor (Polres) Bulungan memastikan andilnya dalam…

Senin, 27 September 2021 10:59

WFH Tak Diterapkan Menyeluruh

TANJUNG SELOR – Selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)…

Senin, 27 September 2021 10:58

Pelabuhan Tak Efektif Dapat Pengaruhi Inflasi

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus mendorong agar pembangunan Pelabuhan…

Senin, 27 September 2021 10:57

Dapil di Bulungan Berpotensi Berubah

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan melakukan…

Senin, 27 September 2021 10:56

Potensi Hujan Intensitas Tinggi di Kaltara Masih Terjadi

TANJUNG SELOR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung…

Senin, 27 September 2021 10:55

Melihat Usaha Kerajinan Tangan di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif yang luar biasa bagi setiap…

Jumat, 24 September 2021 11:44

Gagalkan Peredaran Narkotika Jaringan Internasional

TANJUNG SELOR – Kepolisian Resor (Polres) Bulungan melalui Satuan Reserse…

Jumat, 24 September 2021 11:42

Kebocoran Pipa Sulit Terdeteksi Akibat Banjir

TANJUNG SELOR – Warga Tanjung Selor kembali mengeluhkan pelayanan pendistribusian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers