MANAGED BY:
KAMIS
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 27 Februari 2020 13:59
Lebih Murah, Udang Vaname Jadi Pilihan
BAHAS HARGA UDANG: Kepala DKP Kaltara, Amir Bakry (dua dari kiri) bersama perwakilan BI Kaltara menjadi narasumber di acara Respons Kaltara, Rabu (26/2).

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Kehadiran udang vaname disebut-sebut sebagai penyebab terjadi anjloknya harga udang windu. Salah satu alasannya, karena harga udang vaname yang jauh lebih murah dibandingkan harga udang windu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara (Kaltara), Amir Bakry mengatakan, dalam hal ini pihaknya bukan mengatur masalah harga udang. Tapi, lebih ke arah bagaimana caranya meningkatkan produksi udang dan lain sebagainya.

“Untuk harga itu kan global. Karena pasaran udang ini ke luar negeri, salah satu negara tujuan ekspor terbesar dari Kaltara itu ke Jepang, yaitu 70 persen dari produksi yang ada,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Rabu (26/2).

Amir menegaskan, penyebab utama anjloknya harga udang windu ini karena udang vaname. Apalagi hampir semua negara membudidaya udang vaname secara besar-besaran, terutama India, Ekuador, Vietnam, dan Afrika Selatan.

“Udang vaname ini harganya paling tinggi Rp 90 ribu per kilogram. Sedangkan udang windu bisa sampai Rp 270 ribu per kilogram. Jadi jauh selisihnya, sekitar Rp 180 ribu. Padahal, itu sama-sama udang,” jelasnya.

Tak hanya itu, udang vaname ini dalam satu hektare bisa menghasilkan 10 ton sekali panen. Sementara kalau udang windu, hanya bisa dapat 30-40 kg per hektare. Artinya, selisih hasil ini jauh sekali perbedaannya. “Karena vaname ini intensif. Tingkat penebarannya tinggi dan makanannya full, dalam sehari bisa empat hingga lima kali,” sebutnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 20 Januari 2021 13:21

Pengunjung Positif Covid-19, Pasar Ditutup

TANJUNG SELOR – Sepekan pasca diresmikan, pasar modern di Desa…

Rabu, 20 Januari 2021 13:19

Zona Oranye, Harus Tetap Patuh Prokes

TANJUNG SELOR – Sempat menjadi wilayah zona merah (risiko tinggi)…

Rabu, 20 Januari 2021 13:18

Melihat Eksistensi Angkot di Tanjung Selor

JIKA dulu angkot merupakan salah satu transportasi yang cukup diandalkan.…

Rabu, 20 Januari 2021 13:06

Tambah Lagi 188 Positif, 77 Meninggal

TANJUNG SELOR – Jumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kaltara…

Selasa, 19 Januari 2021 13:55

3.000 Usaha Walet Tak Berizin

TANJUNG SELOR - Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan…

Selasa, 19 Januari 2021 13:54

Proses Vaksinasi di Sini Dinilai Kurang Sosialisasi

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bulungan telah…

Selasa, 19 Januari 2021 13:53

Covid-19 Kian Meluas, PTM Ditunda

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksanaan…

Selasa, 19 Januari 2021 13:52
Pelaku Buang Bayi Karang Cerita Temukan Bayi

Melahirkan di Hotel dengan Bantuan YouTube

TANJUNG SELOR - Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga.…

Senin, 18 Januari 2021 12:50

Pelaku Pembuang Bayi Diamankan

TANJUNG SELOR - Tidak butuh waktu lama bagi Satreskrim Polres…

Senin, 18 Januari 2021 11:25

Penyelesaian Revisi Perda GSB, Legislatif Tak Pasang Target

TANJUNG SELOR – Target penyelesaian revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers