MANAGED BY:
SABTU
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 27 Februari 2020 13:59
Lebih Murah, Udang Vaname Jadi Pilihan
BAHAS HARGA UDANG: Kepala DKP Kaltara, Amir Bakry (dua dari kiri) bersama perwakilan BI Kaltara menjadi narasumber di acara Respons Kaltara, Rabu (26/2).

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Kehadiran udang vaname disebut-sebut sebagai penyebab terjadi anjloknya harga udang windu. Salah satu alasannya, karena harga udang vaname yang jauh lebih murah dibandingkan harga udang windu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara (Kaltara), Amir Bakry mengatakan, dalam hal ini pihaknya bukan mengatur masalah harga udang. Tapi, lebih ke arah bagaimana caranya meningkatkan produksi udang dan lain sebagainya.

“Untuk harga itu kan global. Karena pasaran udang ini ke luar negeri, salah satu negara tujuan ekspor terbesar dari Kaltara itu ke Jepang, yaitu 70 persen dari produksi yang ada,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Rabu (26/2).

Amir menegaskan, penyebab utama anjloknya harga udang windu ini karena udang vaname. Apalagi hampir semua negara membudidaya udang vaname secara besar-besaran, terutama India, Ekuador, Vietnam, dan Afrika Selatan.

“Udang vaname ini harganya paling tinggi Rp 90 ribu per kilogram. Sedangkan udang windu bisa sampai Rp 270 ribu per kilogram. Jadi jauh selisihnya, sekitar Rp 180 ribu. Padahal, itu sama-sama udang,” jelasnya.

Tak hanya itu, udang vaname ini dalam satu hektare bisa menghasilkan 10 ton sekali panen. Sementara kalau udang windu, hanya bisa dapat 30-40 kg per hektare. Artinya, selisih hasil ini jauh sekali perbedaannya. “Karena vaname ini intensif. Tingkat penebarannya tinggi dan makanannya full, dalam sehari bisa empat hingga lima kali,” sebutnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:18

Libur Panjang, Berpotensi Klaster Baru

TANJUNG SELOR – Libur panjang di akhir Oktober 2020 berpotensi…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:16

Rapid Test Massal, Enam ASN Reaktif

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan menggelar tes cepat atau rapid…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:15

Anggaran BST Dipangkas 50 Persen

TANJUNG SELOR – Di awal pandemi Covid-19 lalu, penerima bantuan…

Jumat, 23 Oktober 2020 14:24

Soal Patok Hilang Ditangani Pemerintah Pusat

TANJUNG SELOR – Hasil pemeriksaan patok perbatasan yang dilakukan Satgas…

Jumat, 23 Oktober 2020 14:23

Tak Netral, Pjs Gubernur Akan Sanksi Tegas ASN

TANJUNG SELOR - Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara),…

Jumat, 23 Oktober 2020 14:20

Pemenang Tender APK dari Bali

TANJUNG SELOR - Jika tak ada aral, alat peraga kampanye…

Jumat, 23 Oktober 2020 14:09

Tambahan Kasus Didominasi Kontak Erat

KEMARIN (22/10), di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi penambahan konfirmasi…

Kamis, 22 Oktober 2020 11:11

Ribuan Data Penerima BST di Kaltara "Lenyap"

TANJUNG SELOR – Bantuan Sosial Tunai (BST) program Kementerian Sosial…

Kamis, 22 Oktober 2020 11:08

Kebutuhan Dokter Spesialis di Kaltara Belum Ideal

TANJUNG SELOR - Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara…

Kamis, 22 Oktober 2020 11:03

Lima Orang Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal, Ini yang Dilakukan Dinas ESDM Kaltara

TANJUNG SELOR - Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers