MANAGED BY:
SENIN
21 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 22 Februari 2020 11:28
Warga Diimbau Hemat dan Tampung Air
MASIH AMAN: Volume air di sejumlah embung milik PDAM diklaim masih terbilang aman dan masih menyalurkan air ke pelanggan.

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan mengimbau masyarakat Nunukan untuk lebih menghemat dan bisa menampung air guna menghadapi musim kemarau. PDAM sudah mempersiapkan upaya untuk menghadapi kemarau. Salah satunya pengerukan embung untuk penambahan volume air.

Permintaan itu disampaikan langsung Direktur PDAM Nunukan, Masdi kepada media ini ketika ditemui. Masdi tentu terus berusaha tidak mengecewakan masyarakat Nunukan atas pelayanannya. Namun, menurutnya kendala pasti akan datang. Masdi pun sangat mengharapkan masyarakat juga bisa memaklumi keadaan dimana cuaca sedang panas dan tak pernah terjadi hujan.

Untuk itu, permintaannya bersama-sama menghadapi kemarau pun diharapkan diterima masyarakat dengan bisa menghemat air dan lakukan penampungan air. “Ya, kita tahu, saat panas cuaca seperti demikian, pemakaian air cukup tinggi. Tapi cobalah untuk berhemat dan menampung, supaya kita tidak kekurangan air,” harap Masdi.

Sejauh ini, debit air di embung masih terbilang cukup untuk menyaluri seluruh pelanggan. Hanya saja dilakukan penurunan deras air. Tentu itu dilakukan untuk penghematan volume air. “Jadi kami kurangi volume derasnya, air yang mengalir ke pelanggaran jalannya pelan tidak sederas sebelumnya. Ini kami lakukan untuk menghemat air. Jika tidak, tidak menutup kemungkinan air di embung bisa habis. Apalagi kita tahu sejak awal Januari, kemarau sudah terjadi. Jika hujan tidak turun terus menerus, embung bisa kering,” tambah Masdi.

Sementara keadaan dari dua embung yakni embung Bolong dan Sei Bilal, terus mengalami penuruan volume air. Namun dari volume kedua embung saat ini, diklaimnya masih bisa bertahap hingga beberapa minggu ke depan.  Tentu Masdi juga sangat mengharapkan turunnya hujan. Ia pun meminta masyarakat Nunukan juga bersama-sama berdoa untuk meminta turun hujan. Dalam kesempatan itu juga, Masdi meminta maaf atas penuruan daya deras air dalam menghadapi musim kemarau.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan telah memprediksi kekeringan akan terus terjadi hingga pada awal bulan Maret mendatang. Kendati begitu, keadaan hujan masih bisa terjadi namun hanya dengan intensitas ringan atau hujan lokal saja. Untuk puncak hujan di Nunukan pun diprediksi akan terjadi pada awal bulan Mei hingga Juli mendatang. Hal itu, dilihat secara klimatologi dari tahun ke tahun pada bulan - bulan di awal tahun,  wilayah Nunukan memang sangat kurang terjadi hujan. (raw/zia)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers